friends

See You Again :’)

Finally this day is coming. I still have 2  more days in Jakarta, so I want to enjoy my time to the fullest. These past days was so hectic. There was a little miscommunication with the accommodation team of my university which nearly made me not getting a place to stay during my study for 1 year ahead. Thank God, finally that problem could be solved. I’ve got an accommodation now. Yeey! I’m also busy meeting my friends. You know, this is probably the last time for me  talking intimately to my loved ones this year. So yeah, I was coming to one reunion and other reunion. After this, we just can only set a virtual appointment through online social media. Yeah, I will definitely find new friends there, but no one can replace my best friends. They’re already like a family to me.

My flight gonna be on Thursday early morning, at 01.00 am WIB. This is probably the last blog post that I write from my lovely bedroom in Jakarta. Indeed, I will miss Jakarta and Bandung, the 2 cities where I have spent my memorable youth years and where I have found the meaning of a true friendship. Jakarta will always be my home forever.

I’m so excited to be given a chance to study in another country. This will be a start of a new phase in my life. I call it an “early adulthood phase”. 🙂 I promise there will be no tears when the time comes for me to leave Indonesia, 2 days from now. There will only be a hope deep down in my heart, that next year I’ll become a much more successful person.

Last but not least, thanks a bunch for you blogger friends who are constantly reading my blabbering in this blog. Especially for some people whom I knew from this blogging activity and lately has became my twitter followers. Thanks for all of your supports during my crazy preparation days. I really can’t believe that actually we’ve never met each other in person yet.

I’m leaving! See you again, my best friends. See you again, Indonesia. This is just because I really hate to say “good bye”. 🙂 Wish me a very good luck in other part of the world!!! Success will also follow your path, my friends. God bless you all. 😀

I will really miss all of my best friends in these pictures below!!! See you again, Nona, Aci, Ipi, Unik, Rohana,Dita, Kristal!!!

picture taken from here

I’ll Be Careful

Tadi malam, tiba-tiba saya menerima sebuah pesan BBM dari seorang teman saya. Isinya kurang lebih seperti ini : “La, nanti kalau loe udah kuliah di sana, jangan kebanyakan gaul sama anak Indonesia ya, La! Anak-anak Indo di sana parah.”

Apakah benar seperti itu keadaan di sana?

Sekitar 3 bulan dari sekarang saya akan berangkat dan sejak beberapa waktu lalu saya sudah mulai mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang keadaan di sana. Seperti yang saya ceritakan di postingan sebelum ini, saya sudah menjalin kontak dengan beberapa mahasiswa Indonesia di sana. Sejauh ini respons mereka positif dan sepertinya mereka adalah anak baik-baik yang tidak macam-macam kok.

Saya tahu bahwa kota tempat saya akan tinggal, belajar, dan melewatkan 1 tahun ke depan itu adalah suatu kota yang terkenal dengan nightlife-nya. Tapi, niat saya pergi ke sana adalah untuk belajar. Semoga niat itu tidak tergoyahkan sampai akhir masa studi saya nanti.

Buat teman saya, terima kasih sudah mengingatkan saya. Saya akan berhati-hati, pastinya.

Makasih ya, dit! 🙂

Hari Milikmu

hari ini hari milikmu. juga esok masih terbentang. dan mentari kan tetap bernyala di sini di urat darahku

Semua anak ITB, paling tidak angkatan 2006 lah, pasti mengenal lirik lagu “Mentari” di atas kan? Saya pertama kali mendengar lagu tersebut dinyanyikan pada Sidang Terbuka Penerimaan Mahasiswa Baru di Sabuga tahun 2006, ketika saya juga menjadi bagian dari ribuan mahasiswa baru ITB saat itu. Sampai beberapa tahun kemudian, lirik tersebut selalu melekat di otak saya. Apalagi, lagu tersebut harus kita nyanyikan saat inisiasi himpunan. Pokoknya, lagu itu sudah mendapat predikat sebagai lagu kampus.

Masih teringat dengan jelas juga di pikiran saya ketika pada tahun 2006, rektor  ITB saat itu pak Djoko Santoso berkata bahwa 4 tahun lagi kami semua harus kembali menginjakkan kaki di gedung Sabuga dengan menyandang gelar sarjana di belakang nama kita. Saya (dengan penuh keberuntungan) berhasil menginjakkan kaki kembali di Sabuga 4 tahun (kurang sedikit) kemudian. Sahabat-sahabat saya, tepat 4 tahun kemudian. Dan baru saja, 4 tahun (lebih sedikit) kemudian, teman-teman gila-gilaan saya akhirnya menginjakkan kaki di tempat sakral bagi seluruh anak ITB itu. 🙂 Pertama-tama, proficiat atas keberhasilan kalian!

Momen yang selalu saya tunggu-tunggu sejak jaman masih jadi mahasiswa hingga kini sudah menjadi alumni adalah wisuda. Kenapa? Karena prosesi wisuda di kampus saya sangat unik dan tiada duanya. Dulu, beberapa kali saya ikut menyanyi bersama PSM ITB dalam prosesi wisuda di Sabuga. Kala itu, melihat para wisudawan membuat diri saya berdecak kagum sambil berkata : “wah, wisudawannya cakep-cakep dan cantik-cantik ya!” Nyatanya mahasiswa yang sehari-hari nampak biasa saja, ketika mengenakan toga ada aura yang berbeda. Jadi lebih keren. 🙂 Gak tau deh, waktu saya diwisuda dulu, ada yang berpendapat bahwa saya keren gak ya? *berpikir keras* Tapi, yang pasti jadi wisudawan itu capek. Bagaimana tidak? Dari jam 8 pagi sampai jam 5 sore harus pakai kebaya + kain + high heels + nahan perut. Buat seorang wanita tomboy seperti saya, hal itu adalah siksaan.

wisuda saya, juli 2010 lihatlah sendal jepit itu

Satu hal yang sangat khas dari ITB adalah tradisi arak-arakan setiap himpunan. Jadi, semua wisudawan diarak dari Sabuga sampai ke Fakultas oleh anak-anak himpunan. Arak-arakan dimulai dari Sabuga, melewati tunnel yang menghubungakan Sabuga dengan kampus, kemudian (kalau himpunan saya) mengarah ke jurusan teknik mesin, lanjut ke teknik sipil, gerbang depan di mana diadakan performance oleh para junior dari himpunan, kemudian (biasanya) lanjut ke jurusan teknik perminyakan, dan berakhir di gedung Fakultas. Prosesi arak-arakan ini sangat menguras tenaga. Coba bayangkan kalau kita tetap mengenakan high heels. Waktu wisuda dulu sih saya cuek mengenakan sandal jepit. Eh, tapi ada teman saya yang ngotot tetap memakai high heels-nya lho *salut!*

teman-teman saya yang kemarin diwisuda

And back to the main topic. Jadi, sabtu lalu tanggal 9 April 2011 beberapa teman gila-gilaan saya diwisuda akhirnya. Nono, sang aktivis kampus, wanita terheboh di seantero mikrobiologi 2006, dan orang pertama yang memanggil saya dengan sebutan “mbak Ella” yang akhirnya diikuti oleh semua orang  memanggil saya dengan sebutan itu. Whuuaa 😥 jadi berasa tua deh saya. Yang kedua, Intan, temennya Nono (haha), seseorang dengan ekspresi lempeng nan serius tapi kalau bercanda “dalem” banget alias bisa bikin saya ngakak guling-guling sampai keluar air mata. Oiya, dia juga suka kita panggil “om” karena ukuran kakinya besar banget seperti om-om. Hehe..becanda, tan! Yang ketiga adalah Saki, sang penghibur di kalangan mikrobiologi 2006. Saya ingat waktu jaman-jaman heboh dunia perkuliahan, semester 3-4 di mana buanyak sekali praktikum yang harus kita jalani, Saki bisa-bisanya memasang wajah tenang di saat kita semua heboh berjibaku dengan jurnal, laporan, beserta teman-temannya yang kadang membuat kita begadang selama beberapa hari. Untuk masalah ketenangan, Saki juaranya lah! Yang keempat, di gambar kedua adalah Rara. Ketika TPB (tahun pertama), kita selalu bareng kemana-mana, tapi ketika sudah berbeda jurusan, kita jarang jalan bareng. Sampai akhirnya kita dipertemukan di dalam lab yang sama ketika mengerjakan tugas akhir. Dia adalah partner suka dan duka saya di lab, secara bench kita berdekatan. Dia masuk lab lebih dulu daripada saya. Oleh karena itu, dialah yang mengajari saya mengoperasikan beberapa alat-alat di lab yang harus saya gunakan untuk keberlangsungan TA saya. Dan saya dengan kurang ajarnya menyelesaikan TA duluan dan meninggalkan dia di lab sampai bulan April ini. Maafkan temanmu ini, ya Rara! Kemudian, yang terakhir adalah Amet. Orang yang paling inspiratif yang suka menciptakan quotes sederhana nan mantap. Anaknya kadang suka nyebelin dan bawel, hingga sering jadi sasaran omelan cewek-cewek mikro termasuk saya. Sisi positif dari teman saya yang satu ini adalah, buat dia tidak ada pertanyaan bodoh. Dia juga anak yang sedikit gak tau malu. Haha..viss met!

Makin banyak saja teman seperjuangan saya yang meninggalkan kampus tercinta. Tentu saja saya sangat bahagia menyaksikan senyum kebanggaan mereka dan orang tua mereka. Kalau saya boleh mengingat kembali yang saya rasakan ketika wisuda tahun lalu, satu hal yang paling saya rasakan dulu adalah lega. Setelah berbulan-bulan dihantui oleh berbagai deadline, hari setelah wisuda itu adalah hari kebebasan. 🙂

Untuk teman-temanku, selamat menikmati kebebasan kalian! Jangan lupa, dunia menanti kontribusi kita semua, alumni dari suatu institut terbaik di negeri Indonesia! 🙂 Kawan, hari esok masih terbentang!!!!

 

Friends, I Miss You So

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bagi saya, sahabat adalah orang pertama yang saya hubungi ketika saya sedang merasa bahagia dan sedih. Sahabat adalah orang-orang yang tidak pernah ragu menegur saya ketika kelakuan saya mulai gak bener. Mereka yang wajahnya ada di ketiga foto di atas tersebut adalah sahabat saya, Nona; Ivi; Unik; dan Astri. Di antara kita, tidak hanya pernah ada tawa, tapi juga ada tangis. Praktikum Proyek Fisiologi Mikroba di masa kuliah tingkat 2 yang mempertemukan kita. Ingatkan kalian, saat itu secara kebetulan kita berada di dalam 1 kelompok, yang “dihukum” karena pernah bolos praktikum tanpa surat izin? Saya sering tersenyum kalau mengingat awal pertemuan kita itu.

Masih ingatkah kalian, ketika kita masih mengambil mata kuliah bersama-sama. Ketika merasa jenuh, kita melarikan diri ke berbagai mall di Bandung? Masih ingatkah kalian, pada detik-detik sebelum UTS atau UAS kita belajar di kosan saya atau nginep di kosan Nona, yang berakhir dengan ngerumpi dan membiarkan text book yang setebal bantal itu tergeletak di lantai?

Kalian lah sahabat terbaik saya. Pengkritik paling handal. 3 tahun 8 bulan masa kuliah  di ITB menjadi berkesan karena ada kalian.

Sekarang, kita semua sudah lulus. Kita  bersiap menggapai cita. Tidak ada lagi acara jalan-jalan bareng ke mall. Tidak ada lagi acara ngumpul di kosan sambil berbagi canda tawa. Tidak ada lagi sesi curhat tentang gebetan masing-masing. Saat ini hubungan kita hanya sebatas lewat Facebook, Twitter, dan Y!m.

Teman, saya kangen sekali dengan kalian. Saya merindukan masa-masa kuliah, ketika kita masih bisa beraktivitas bersama.

Graduation and the memories that stay behind

Finally I’ve graduated from ITB. Terima kasih Tuhan, akhirnya saya bisa juga lulus tepat waktu. Wisuda sudah dilaksanakan minggu lalu, tepatnya hari Jumat 16 Juli. Yak, dengan ini saya resmi bergelar S.Si. 🙂

Gabriella Gita F, S.Si

Setelah lulus, sepertinya semua orang berlomba-lomba untuk memberikan 1 pertanyaan yang sama buat saya. “Habis ini, Ella mau ngapain? Kerja atau lanjut S2?” Doh, baru juga lulus. Sekarang mau sejenak menikmati kebebasan dulu deh. Akan tetapi, demi mewujudkan impian saya tetap akan ingin lanjut kuliah hingga jenjang S3. Mohon doanya semoga mimpi tersebut dapat segera tercapai. Semoga saya bisa memperoleh beasiswa untuk studi lanjut. (Amin). Di samping itu juga sekarang saya mulai ngelamar-ngelamar kerja supaya ilmu yang selama ini sudah saya dapatkan tidak menguap. Kalau terlalu lama jobless bisa bahaya lah. 😀

Yap, sekarang saya lagi mengalami masa mellow mengenang segala hal yang pernah terjadi di masa kuliah. Kalau dulu tiap minggu pulang ke jakarta, terus hari senin-nya pasti balik ke Bandung, ketemu temen-temen lagi. Sekarang, mungkin masih bisa kayak gitu, tapi sooner or later saya harus say goodbye sama semua kenangan yang pernah saya alami di Bandung. 4 tahun masa-masa perkuliahan itu sangat berkesan bagi saya. Hal tersebut bisa dilihat dari postingan-postingan saya di blog ini yang mostly menceritakan kehidupan saya di kampus. Kehidupan yang dipenuhi dengan canda tawa walaupun sometimes ada sedikit berantem-berantemnya.

Sebenarnya berat sekali bagi saya berpisah sama teman-teman terdekat saya yang beberapa tahun terakhir ini menjadi tempat bagi saya untuk berbagi dalam hal apapun. Kita pernah ngalamin rasanya bagaimana 24 jam dalam 1 hari itu jauh dari cukup ketika kehidupan kita masih dipenuhi oleh deadline pengumpulan jurnal dan laporan praktikum. Hal itu jadi kenangan tersendiri buat saya. Teman, ingatkah ketika kita harus bersama-sama menghabiskan malam minggu di lab Mikro? Waktu itu kita ngedumel terus meratapi nasib. Tapi, percaya deh sekarang saya merindukan masa-masa itu dan saya yakin kalian juga. Terus, saat-saat ketika saya terus menerus membicarakan gebetan saya di depan kalian. Saya tau kalian bosan, tapi kalian berusaha tetap memberikan komentar terhadap curhatan saya itu. Pokoknya, kalau salah satu dari kita ada yang punya gebetan, yang lain harus tahu segala seluk beluk drama percintaannya. Sumpah ini seru banget. Saya rasa hal-hal yang kayak gini gak akan saya temui lagi ketika kita memulai fase kehidupan baru sebagai manusia yang lebih dewasa. Biarlah hal-hal yang kocak itu menjadi kenangan masa muda kita ya, teman.

I'll miss you guys!!

Kemudian dengan SITH 2006 secara keseluruhan juga banyak sekali kenangan yang tersisa. Fakultas yang dihuni oleh wanita-wanita perkasa. Jadi inget dulu waktu saya jadi panitia PPLN, saya masuk ke divisi logistik yang beranggotakan sebagian besar cewek2. Kalau gak salah cowok cuma 1. Kocak banget deh. Saya juga ingat masa-masa kuliah lapangan dulu. Untung saja saya akhirnya masuk program studi mikrobiologi yang gak banyak kuliah lapangan. Kulap paling heboh yang pernah saya rasakan hanyalah kulap Biologi Umum waktu TPB dulu. Maafkan saya teman-teman dan asisten, dulu saya adalah peserta kulap yang paling merepotkan. hihihi :p maap akang2 & teteh2.

We're SITH ITB 2006

Ya banyak sekali peristiwa-peristiwa memorable yang terjadi pada saya. Bagaimana ketika TPB nilai2 saya jeblok dan selama beberapa semester saya menjadi anggota  gengPMDK (Perkumpulan Mahasiswa Dua Koma). Hahahaaa 😀 Bagaimana dulu Ibu saya pernah ngomel-ngomel gara2 saya kebanyakan aktivitas di unit sampai nilai saya anjlok. Hahaaa…pengalaman yang tidak terlupakan deh hingga akhirnya saya jadi mahasiswa NU (Non Unit) sampai masa akhir studi saya. Pelajaran berharga yang saya tangkap dari momen itu adalah : “tujuan utama saya masuk ITB adalah untuk kuliah. Unit hanya selingan. Jadi kalau unit sudah mulai mengganggu kuliah, ingat kembali tujuan utama saya.”

Hari kamis minggu yang lalu, diadakan wisnite (malam wisuda) yang sudah menjadi tradisi di semua jurusan ITB. Nah, waktu itu ada surprise dari teman-teman berupa sebuah video. Sumpah yaaaa,,saya dibuat malu oleh teman-teman saya. Awas ya, kalian! Aib saya terbongkar sudah. Makhluk se-SITH jadi tahu bahwa saya suka ngeceng. Hahaha.. padahal selama ini kan saya dikenal sebagai anak yang polos. Eh tapi makasih loooooohhhhhhhh *gaya anak gaul*

Yaak rangkaian wisuda sudah selesai. Saatnya menatap masa depan. Tapi jangan cuma ditatap aja dong. Ayo kita wujudkan cita-cita kita. Semoga saya bisa segera melanjutkan studi saya. Amin!!!!

Oiya, saya akhirnya sudah baikan sama seseorang. Hey, bro!! Gak ada permusuhan lagi ya di antara kita. Kan waktu itu udah salaman kitaaahhh. Sukses untuk kehidupan kamu selanjutnya, kawan!! *ya, kali aja dia tiba2 terdampar di blog saya dan baca postingan ini heheheeee*

Semester Terakhir Saya

Waktu berjalan begitu cepat (tsaaaahh). Eh, tapi beneran lho. Sekarang saya sudah menjadi angkatan tertua di ITB dan baru menyadari bahwa junior saya sudah banyak juga ya. Sekarang saya sudah semester 8 yang berarti bahwa waktu tinggal saya di kampus, yang kata orang, terbaik di Indonesia ini tinggal beberapa bulan lagi. Setelah itu saya akan menghadapi kehidupan baru di luar kampus. Di semester ini saya merasa tidak ada bedanya dengan pengangguran. Saya hanya mengambil kuliah pada hari senin saja karena di hari lain harus fokus dengan TA (tugas akhir. Dan kuliah yang saya ambil juga gak penting. Bingung mau ngambil kuliah apa, yang penting sks sudah habis. Fyuuhh.

Semester terakhir juga berarti semakin sulit mengatur jadwal jalan bareng sahabat-sahabat saya karena kami telah punya kesibukan masing-masing. Contohnya saja hari ini nih. Saya gak ada kuliah tapi iseng ke kampus mau ngambil KSM (Kartu Studi Mahasiswa). Niatnya sih setelah itu mau balik ke kosan. Eh tanpa disengaja malah ketemu sahabat-sahabat saya. Akhirnya saya menemani mereka di lab sampai siang. Hahaha. Fyi, saya tidak akan TA di kampus makanya ini kali pertama saya menjejakkan kaki di lab mikro lantai 6 PAU. *cupu!*

Sejujurnya saya jenuh juga dengan aktivitas saya yang gini-gini saja. Aktivitas saya beberapa semester terakhir ini hanya berpusat di bidang akademis. Saya sudah tidak aktif di unit. Kalau dipikir-pikir saya kangen juga sama unit saya. Yup, saya dulu pernah tergabung di PSM ITB tapi sekarang sudah tidak pernah datang latian. Sampai saat ini saya masih sering dapat sms yang mengingatkan untuk latian. Kangen  banget latian sih sebenarnya. Tapi,sayangnya saya bukan tipe orang yang bisa membagi waktu. 😦 Pada akhirnya salah satu harus dikorbankan. Makanya saya salut banget deh sama teman-teman saya yang banyak kegiatan tapi tetap bisa mempertahankan IP.

Harapan saya untuk semester ini hanya 2. Saya ingin straight A di semester ini. Dan saya ingin LULUS!!! Doakan ya biar saya bisa lulus tepat waktu (Juli 2010) dengan nilai bagus. Biar orang tua saya bangga. 🙂

ps : kayanya saya bakal posting pake bahasa indonesia lagi deh. mood buat nulis dlm bhs inggris lagi hilang entah kemana. :p

Celotehan Menjelang UAS

Minggu-minggu ini adalah puncak kesibukan saya nih. Kerjaan banyak banget, minggu depan udah mulai UAS praktikum, lagi. Whuaa..wish me luck! Gak terasa ya, semester 6 sudah akan berakhir dalam hitungan minggu.

Semester 7 nanti saya udah bakalan ngambil mata kuliah TA alias Tugas Akhir. Sumpah gak kerasa banget deh, udah tahun ke-4 aja nih, udah jadi mahasiswa tingkat akhir aja, udah bakalan jadi swasta! Whuaa..saya berasa tua. Iya ih bentar lagi udah ada angkatan 2009. Saya angkatan 2006. Bedanya 3 tahun?? Jauh jugaa..Hal ini menandakan bahwa saya sudah harus cepat-cepat lulus. Pokoknya mudah-mudahan Juli 2010 bisa wisuda deh. Semoga semuanya berjalan lancar.

Ah gak rela deh semester bakal selesai sebentar lagi. Saya gak bisa membayangkan seperti apa keadaan semester 7 nanti, ketika kita semua udah sibuk dengan TA masing-masing. Mungkin akan sulit bagi saya dan teman-teman terdekat saya untuk sekedar hang-out bareng. Semoga kita masih tetap bisa dekat seperti sekarang walaupun nanti udah TA. Pokoknya masalah kuliah gak boleh sampai berpengaruh terhadap persahabatan kita. Oke, teman-teman?

Balik lagi ke masalah tugas kuliah. Weww..weekend ini saya lewatkan dengan mengerjakan tugas. Kemarin udah berhasil menyelesaikan poster untuk tugas Teknik Komunikasi Ilmiah. Tadi malem essay untuk mata kuliah yang sama juga sudah berhasil saya selesaikan. Hari ini, saya mengerjakan slide untuk presentasi Mikrobiologi Diagnostik besok dan belom selesai. Karena sudah tidak ada ide lagi, saya kirim aja deh ke temen saya vi e-mail biar dia yang ngelanjutin. Wakwak..*senyum licik*

Semester 6 menyisakan banyak kenangan lah buat saya. Kalau baca di beberapa postingan saya terdahulu mungkin kalian tahu bahwa di semester 6 ini saya pertama kali merasakan ‘nikmatnya’ bermalam di laboratorium. Yaak..rame sih tapi pagi-paginya badan sakit semua karena tidur di lantai hanya beralaskan sleeping bag yang tipis. Di semester ini juga saya merasakan bagaimana mencekamnya ITB ketika jam 2 pagi saya baru meninggalkan kampus bersama 3 orang teman yang semuanya cewek. Serem lah gelap gulita di seantero kampus. Ada juga pengalaman indah di semester ini. Ketika saya akhirnya berhasil melupakan seseorang yang telah menjadi gebetan saya sejak TPB. Untungnya dia udah lulus, jadi saya tidak perlu melihatnya berkeliaran di kampus lagi. Hehe. Sekarang saya sedang dekat dengan seseorang tetapi tidak dalam status pacaran, hanya dalam status sebagai teman, karena kami masih ingin bebas. Aaah..senangnya semester 6 ini. Momen ketika saya menjadi semakin dekat dengan orang-orang di sekitar saya. Momen ketika seseorang berkata bahwa dia menganggap saya sebagai sahabat baiknya. Beneran deh, saat itu saya udah pengen nangis dengernya. Saya gak nyangka aja kalau ternyata saya segitu berartinya buat teman saya itu. Satu lagi, saya juga bahagia karena ada dia yang udah sering ngejagain saya, dia yang mau ngeladenin pembicaraan konyol saya di Y!m, dia yang pasrah ketika saya gangguin. Hahaha..dia gak nyadar bahwa sebenarnya saya sayang sama dia, though just as a friend. Ketika dia cerita tentang gebetannya di depan saya, awalnya saya sebal. Tapi, kalau sikap dia ke saya tetap nice, saya rasa saya gak perlu sebel sama dia. Buat dia juga, maaf ya kalau saya sering ngehina-hina kamu..hihihi..itu cuma bercanda kok, gak ada maksud lain. Mungkin agak keterlaluan sampai bikin kamu  tersinggung. Makanya, sorry ya.

Aah..andai saya bisa menghentikan waktu, saya tidak ingin momen bersama orang-orang terdekat saya ini cepat berakhir. Tapi, mengapa waktu cepaaatt sekali berjalan ya tanpa kita sadari?

this post is dedicated to my bestfriends, him, and all  microbiology 2006. we’ll struggle together to reach our goals. I love you all, guys! You’re great!