my siblings

Oke, beberapa hari ini saya memang amat sangat santai. Kerjaan saya adalah jalan-jalan ke mall. Sebut saja…Ciwalk, PVJ.┬á Heran? Saya juga heran. Padahal saya kan mahasiswa semester 8 di Institut Gajah Mbleduk. Harusnya sibuk dong. Hehehee..Puji Tuhan penelitian TA saya hari ini sudah beres. Hasilnya juga bagus. Ajaib banget, lah. Sekarang tinggal nyusun skripsi deh. Semangat2, ellaaaa!! ­čśÇ

Sudah cukup introduction-nya. Sekarang saya mau nulis tentang adik-adik saya deh. Udah lama pengen nulis tentang mereka, tapi kelupaan terus. (maaf ya adik-adikku :p).

Saya punya 2 adik cowok. Jadi, gak heran dong kenapa saya tomboy? Yaaaa..dari kecil gaulnya memang sudah sama cowok-cowok bandel itu. Adik saya yang pertama namanya Bagus. Dia sekarang masih kelas 2 SMA dan sebentar lagi dia akan berulang tahun yang ke-17. Uhuuyy,, sweet seventeen euy. Orang yang baru kenal sering salah sangka bahwa saya adalah adiknya dia. Ya jelaslah dia jauh lebih tinggi dan lebih besar daripada saya. Saya akui di banyak hal dia jauh melebihi saya, tapi sayang sekali dia itu anaknya pemalas luar biasa. Bayangkan, cara dia belajar itu adalah sambil terngkurep di tempat tidur. Emang gila! Saya iri dengan kemampuan dia dalam bersosialisasi. Dia mudah sekali bergaul dengan siapapun. Sangat berbeda dengan saya yang butuh waktu beberapa lama untuk bisa akrab dengan orang. Perbedaan usia saya dengan dia tidak terlalu jauh, hanya 5 tahun. Oleh karena itu, kami tumbuh besar bersama. (caelaah bahasanyaaa) Dulu waktu masih kecil, kami tidak pernah akur. Tiada hari tanpa berantem, sampai membuat eyang kami stress. FYI, waktu masih kecil kami banyak menghabiskan waktu bersama Eyang karena orangtua saya tidak berani meninggalkan kami di rumah hanya bersama pembantu. Sekarang ketika kami sudah sama-sama gede, jangan kira kami tidak pernah berantem. Kami masih sering cela-celaan, karena saya bukan tipe kakak yang mau mengalah. Saya adalah tipe kakak yang mau menang sendiri. Hahaaa. Bahkan kadangkala saya merasa bahwa adik saya ini lebih mature dari saya lho. Saya sering minta bantuan dia dalam hal per-komputer-an atau per-laptop-an karena dia jago banget. Dia? Gak pernah tuh minta bantuan saya karena katanya dia gak yakin dengan kemampuan saya. Emang sial deh!

Adik saya yang satu lagi namanya Bayu. Dia sekarang masih kelas 5 SD. Beda usia kami memang sangaaaat jauh, yaitu 11 tahun. Dia lahir ketika saya sudah kelas 6 SD. Tapi, anehnya saya nyambung lho ngomong sama dia. Ini dianya yang ketuaan apa sayanya yang masih kayak bocah ya? Itu pertanyaan yang masih sering berkecamuk di kepala saya. Adik saya ini hobinya berubah-ubah. Saya suka ngakak juga melihat dia yang amat sangat labil itu. Dia tidak terlalu suka belajar tetapi sangat berjiwa seni. Dia adalah satu-satunya dari kami bertiga yang mewarisi bakat menggambar Bapak saya. Saya cuma bisa menggambar bakteri, sedangkan si Bagus nggambar orang aja pletat pletot. Heheheheee ­čÖé Kemudian, adik saya si Bayu ini juga jago bahasa Inggris. Hebat deh, accent-nya British banget. Suka lucu aja kalau ngeliat dia ngomong bahasa Inggris sambil monyong-monyong. Terus dia juga paling jago bahasa Jawa. Di antara kami bertiga, saya yang paling parah level bahasa Jawa-nya. Hahaaaa.

Saya bersyukur punya 2 adik yang walaupun bandel, tapi “bener”. Mereka tidak pernah terlibat kasus di sekolahnya, punya prestasi yang baik, dan tidak suka keluyuran. Kami bisa membuktikan bahwa walaupun kedua orang tua kami merupakan orang tua yang bekerja, kami tidak lantas terus menerus mencari hiburan di luar rumah. Itulah mengapa setelah saya kuliah di Bandung pun saya sering banget bolak balik ke Jakarta. Saya selalu kangen dengan kebandelan, kekonyolan, dan kelucuan mereka. Walaupun sering berantem, saya tetap sayang sama mereka. Justru dengan sering berantem-berantem kecil, saya merasa ikatan kita sebagai saudara semakin kuat. *definisi ngaco*

Love you so much, bro!! ­čÖé

Advertisements

happy b’day, my bro!

 

101020070521

Selamat ulang tahun buat adikku tercinta, Albertus Bayu Bhagaskara Triaji. Met ultah ya, deek!

Hari ini adik saya berulang tahun yang ke-10. Yaak..beda usia kami memang sangat jauh, 11 tahun. Perbedaan usia yang jauh ternyata tidak berhasil membuat kami akur. Tetep aja sering berantem. Tapi seru, lah..gangguin si Bayu ini. Hahaha..

Oiya, FYI..adik saya ini sekarang masih duduk di kelas 4 SD Tarakanita 1.

Harapan saya..semoga Bayu makin pinter. Rajin belajar ya, dek biar nilai rapornya bagus. Nanti Mbak Ella kasih hadiah yoyo, deh. Hehehe

Iya nih, si Bayu masa lagi suka mainan yoyo. Ya ampun, ni anak seleranya jadul banget ya??

Anyway, once again..happy belated birthday, my youngest bro!!

Happy Birthday, Bapak!!

Hari ini Bapak saya ulang tahun yang ke- 52. Happy birthday ya, Bapak. Semoga panjang umur. Wah, sayang sekali saya gak bisa pulang nih. Tapi, tenang aja..weekend ini saya balik kok. Asiik..makan-makan.

Bapak saya adalah sosok orang tua yang berjiwa muda. Saya sering sekali bertukar pikiran tentang berbagai macam hal dengan bapak. Yang paling saya kagumi dari beliau adalah sikap demokratis yang diterapkan kepada anak-anaknya. Beliau gak pernah menuntut anaknya untuk jadi yang terbaik, jadi juara di semua yang mereka lakukan. Beliau hanya ingin melihat anak-anaknya senang dan tekun menjalani apa yang sudah menjadi pilihannya tanpa harus jadi yang terbaik.  Bapak juga gak pernah mengatur sesuatu yang berhubungan dengan masa depan anaknya. Contohnya adalah ketika saya memutuskan untuk kuliah di ITB, masuk mikrobiologi. Beliau memberi dukungan penuh, dengan syarat saya harus mau menanggung segala konsekuensinya.

Seumur hidup saya belum pernah sekalipun dimarahi sama bapak. Kalau saya salah, biasanya dikasitau secara baik-baik. Itulah yang malah membuat saya sadar akan kesalahan saya.Beliau adalah tipe orang yang selalu positive thinking terhadap apapun. Yah, seperti itulah sosok Bapak yang begitu saya kagumi. Pokoknya kalau di rumah ada saya, Bapak, sama 2 adik saya suasana rumah langsung kacau, berisik, ribut lah. Kita memang suka bercanda dan kadang bercandanya rada brutal. Hahaha..tapi seru. Biasanya kalau udah kayak gitu, Ibu saya (yang notabene paling normal di rumah) cuma bisa geleng-geleng kepala, sambil bilang..”Adooh,, nih bapak sama anak sama gilanya.”

Happy birthday, Bapak..My best supporter and motivator. May GOD always bless you!

Impian terbesar saya adalah membahagiakan kedua orang tua saya. Saya pengeeenn banget nanti orang tua saya bisa melihat saya mencapai gelar Ph.D, menjadi scientist yang sukses. Pengen banget melihat mereka bangga sama anak perempuan satu-satunya ini.

I really  hope this dream will come true someday.  Amin..

Mereka Mampu Menyembuhkan Saya

Seperti yang saya ceritakan kemarin di postingan sebelumnya, selama beberapa hari ke belakang saya sakit hingga membuat tubuh saya lemas dan hampir ambruk. Tadi malam akhirnya saya pulang ke Jakarta dalam keadaan setengah teler.

Ternyata hari ini kondisi saya berangsur-angsur mulai membaik. Bertemu dengan seluruh anggota keluarga membuat saya gembira dan ceria. Keceriaan di wajah adik-adik saya membuat saya juga ikut bahagia. Perasaan yang selama beberapa minggu ini selalu saja luput saya alami akibat kesibukan kuliah yang agak menggila. Senda gurau khas keluarga saya itulah yang saya rindukan.

Merekalah para penyembuh saya. Tanpa perlu minum obat saya sudah bisa segar bugar kembali. Mereka adalah antibiotik paling hebat bagi saya. Senyum tulus mereka membuat beban yang saya tanggung akibat tugas-tugas kuliah yang lumayan berat ini sedikit berkurang. Saya merasa sangaaat senang. Bahkan tadi ibu saya berkata begini, “Lah..ella kok sekarang udah ketawa-ketawa lagi? Kayanya kemarin malam pas pulang dari Bandung lemes banget kamu.” Ya, benar sekali saya bisa sembuh karena ada mereka. Keluarga saya adalah sekumpulan orang-orang hebat yang mampu membuat saya menjadi seperti sekarang ini. Tanpa mereka, saya bukanlah apa-apa.

Thanks GOD, You’ve given me the best thing in the world, which is my family. Mereka adalah supporter paling hebat dalam hidup saya. Walaupun kadang sering timbul masalah kecil di antara saya dan adik-adik saya, mereka selalu mengharapkan yang terbaik untuk saya dan saya pun juga begitu.

gambar diambil dari http://or.ucr.edu/images/pictures/centers/FamilyStudies.jpg