college days

Kangen (gak pakai band)

Capek. Satu kata itu sudah mewakili apa yang saya rasakan. Kehidupan saya sekarang hanya berada di sekitar ruang kuliah-lab-kantin-kosan. Aktivitas lainnya? Sama sekali terbengkalai.

Saya kangen dengan semua aktivitas yang dulu sering saya lakukan. Saya kangen beraktivitas di unit saya,PSM. Entah sudah berapa lama saya tidak pernah ikut latihan lagi. Saya juga kangen main piano lagi. Akibat aktivitas kuliah yang menggila ini, saya akhirnya kembali batal ikutan konser tahun ini. Whuaa.

Kuliah memang kadang bikin saya jenuh. Tapi, demi lulus tepat waktu saya harus merelakan waktu bersenang-senang saya diambil oleh kesibukan kuliah. Toh yang merasakan ini tidak cuma saya. Semua teman saya pasti juga merasakannya. Saya salut sama orang-orang yang bisa membagi waktu antara kuliah dengan unit. Saya belum bisa.

Satu hal lagi yang bikin saya kangen adalah ngeblog. Saya gak bisa ngeblog sesering dulu lagi. Saya kangen membaca komen-komen kalian di posting yang saya buat. Tau gak, hari Selasa kemarin saya presentasi tentang blog lho di kelas Teknik Komunikasi Ilmiah. In English! Hehehe..and my lecturer says that I was one of the best performers that day.

 

Ketika Tuhan Menegur Saya

Beberapa minggu terakhir ini saya merasa bahwa banyak sekali permasalahan yang menghampiri saya, terutama masalah dalam hal kuliah. Mulai dari eksperimen yang gagal berkali-kali sampai kesulitan dalam ujian tengah semester. Awalnya saya protes terhadap Tuhan. Mengapa saya seolah selalu diberikan cobaan. Saya sudah berusaha, tetapi mengapa hasil yang saya peroleh tidak pernah maksimal. Rasanya, perjuangan saya tidak sebanding dengan hasil yang saya capai.

 Puncak dari kekesalan saya adalah sekitar 2 minggu yang lalu. Saat itu laptop saya mendadak rusak, padahal saya sudah selesai mengerjakan paper untuk tugas salah satu mata kuliah. Tugas tersebut sudah selesai dan tinggal menunggu untuk diprint. Saya merasa bahwa sebelumnya tidak pernah ada masalah pada laptop saya, sehingga saya belum membuat back-up data. Tiba-tiba saja laptop rusak. Coba bayangkan! Saat itulah saya merasa benar-benar terpuruk. Saya telah berusaha menyelesaikan tugas itu selama beberapa hari dan hanya dalam beberapa menit data tersebut hilang.

 Saya terdiam untuk beberapa saat sambil sedikit berintrospeksi. Ketika itu saya mencari pembenaran dalam diri saya. Saya merasa tidak pernah berbuat dosa, tetapi kenapa Tuhan memberi cobaan pada saya. Hingga beberapa menit berikutnya saya tersadar. Mungkin inilah bentuk teguran yang Tuhan berikan bagi saya. Selama ini saya jarang berdoa secara sungguh-sungguh. Kenyataannya, saya selalu berdoa sebelum tidur, tetapi di dalam doa, saya lebih banyak meminta, meminta, dan meminta. Jarang sekali saya bersyukur. Padahal, di balik hal-hal yang saya anggap sebagai cobaan tersebut, masih jauh lebih banyak lagi kejadian-kejadian dalam hidup saya yang patut disyukuri. Sampai saat ini, saya masih diberikan kesehatan, saya punya teman-teman yang care dengan saya, keluarga yang selalu memberikan support buat saya. Sayang, saya lupa terhadap semua itu. Mungkin Tuhan ingin mengingatkan saya bahwa ilmu dan intelektualitas itu bukan segalanya. Sepintar apapun seseorang, kalau tidak punya hati yang penuh dengan cinta kasih, tidak ada bedanya dengan orang mati.

 Dengan adanya kejadian-kejadian tersebut, sekarang saya selalu mensyukuri setiap hari yang saya lewati. Saya berusaha menjalani hari-hari saya dengan penuh rasa syukur dan saya tidak mau menyia-nyiakan setiap hari yang telah diberikan bagi saya. Mungkin kalau Tuhan tidak menegur saya melalui peristiwa-peristiwa yang saya alami, saya akan menjadi orang yang sombong.

 Satu hal yang selalu saya ingat adalah, saya tidak pernah sendirian dalam menghadapi masalah. Bahkan di saat saya merasa sendiri, masih ada yang bersedia membantu saya menyelesaikan masalah itu. Ya, Tuhan selalu setia mendampingi kita. Dia tidak akan memberikan masalah yang tidak dapat kita selesaikan.

nb : Hari senin, 2 hari lagi, pengumuman KP saya nih. Doakan biar saya keterima ya! Ternyata koneksi memang bukan segalanya..ujung2nya harus melalui birokrasi juga.

Where I’ve Been?

Maaf, sudah lama tidak posting di blog ini. Selain gak ada ide, beberapa minggu terakhir ini saya juga lagi sibuk banget di kampus. Semester ini banyak praktikum yang mandiri, jadi tiap hari tuh selalu terasa hectic.

So, selama ini saya tidak sepenuhnya hilang dari peredaran. Saya tetap dapat ditemui di kampus, tepatnya di  lab mikro 2. Tapi, kemarin adalah puncak kelelahan saya. Yaak saya harus istirahat sejenak. Hari ini akhirnya saya pulang ke Jakarta sampai hari senin pagi. Sedikit lari dari tanggung jawab, memang. Tapi, saya butuh istirahat…sejenak, supaya saya tidak muak melihat tabung reaksi, cawan petri, mikropipet, dan kawan-kawannya. Supaya minggu depan pikiran saya bisa fresh kembali.

Sorry, postingan kali ini agak gak jelas. Nanti, kalau sudah ada ide yang lebih baik saya akan menulis lagi. Saya hanya ingin memberitahu bahwa selama ini saya tidak menghilang..hehe.

Mahasiswa ITB Arogan? Masa siih??

Kemarin saya mendapatkan suatu email dari salah satu milis yang saya ikuti. Inti dari pesan dalam email tersebut adalah bahwa alumni ITB sebagian besar bersikap arogan. Tentunya hal tersebut adalah penilaian dari pihak yang bukan merupakan alumni ITB. Dalam pesan tersebut disebutkan bahwa alumni ITB sombong karena merasa mereka adalah orang-orang terbaik yang dimiliki oleh bangsa ini, mereka telah ditempa di suatu institusi terbaik di negeri ini. Intinya, mereka menganggap orang lain di luar sana itu lebih rendah derajatnya. Ketika berkaitan dengan masalah honor atau gaji, lebih parah lagi. Mereka menuntut gaji yang sangat tinggi padahal kadangkala mereka hanyalah fresh graduate yang minim pengalaman. Salah satu hal yang dipertanyakan oleh sang pembuat pesan itu adalah : Apakah di ITB mahasiswanya didoktrin untuk menjadi narsistik dan arogan?

Saya akan mencoba menjawab pertanyaan tersebut dalam kapasitas saya sebagai seorang mahasiswa ITB.  Jawaban saya adalah tidak semua mahasiswa ITB arogan. Jangan membuat suatu generalisasi yang tidak bertanggung jawab. Hanya dengan melihat segelintir alumni ITB yang arogan, lantas menganggap bahwa seluruh mahasiswa ITB itu sombong. Memang ada beberapa mahasiswa, bahkan sebagian adalah teman-teman saya sendiri, yang sombong akan prestasi mereka. Akan tetapi menurut saya hal tersebut bukanlah merupakan sesuatu yang perlu dibesar-besarkan. Mereka cukup pantas untuk bersikap seperti itu karena memang ada sesuatu yang perlu dibanggakan. Lain halnya dengan mahasiswa yang IPKnya saja tidak sampai 2 tetapi sombong. Barulah hal tersebut perlu dipertanyakan.

Hal selanjutnya adalah masalah narsistik. Sebagian besar mahasiswa ITB memang narsis. Saya adalah salah satunya. Tidak semua orang bisa jadi mahasiswa ITB. Maka, tidak heran bila ada kebanggaan tersendiri ketika kita bisa masuk menjadi civitas akademika di institusi ini. Bagi saya, sifat narsistik tersebut hanya saya perlihatkan di dalam kampus. Di luar kampus, saya bersikap biasa-biasa saja.  Saya tidak mengetahui bagaimana keadaan rekan-rekan saya sesama mahasiswa ITB. Mungkin sebagian besar dari mereka bersikap narsistik sampai ke luar kampus. Hal itulah yang mungkin membuat orang lain gerah. Mungkin hal ini bisa dijadikan sarana introspeksi bagi kita.

Oiya, ada satu hal lagi. Sudah menjadi anggapan umum bahwa mahasiswa ITB itu individualis, introvert, dan tidak bisa bekerja di dalam tim. Saya sudah beribu-ribu kali mendengar tentang hal ini. Dosen saya berkali-kali mengingatkan kami supaya membuang jauh-jauh sikap individual dan banyak bergaul untuk meningkatkan soft skill. Kalau di jurusan saya sih rasa-rasanya tidak ada yang bersikap individualis. Selama ini segalanya berjalan asik-asik aja. Bergaul lancar, kuliah juga lancar. Mungkin teman-teman yang dari jurusan teknik yang lebih banyak merasakan hal tersebut. Kalau masalah ini, menurut saya memang sudah nature-nya anak ITB. Hehe. Sepanjang mereka mampu mengerjakan sesuatunya sendiri dan tidak mengganggu yang lain, semestinya tidak ada yang perlu dipermasalahkan. Kalau mereka tidak mampu bekerja di dalam tim, ya tidak usah ditempatkan di dalam tim. Biarkan mereka kerja sendiri. It’s just as simple as that.

Saya sendiri telah menjadi bagian dari ITB selama hampir 3 tahun. Pada awalnya, memang ada sedikit rasa kaget dengan kultur pergaulan dan kehidupan di kampus. Akan tetapi, hal tersebut hanya berlangsung selama beberapa bulan pertama. Lama kelamaan menurut saya tidak ada yang aneh dari kehidupan kami. Dulu waktu masih SMA saya mengira di ITB itu isinya hanya orang-orang pintar saja. Nyatanya, gak juga. Buktinya, saya yang biasa-biasa saja bisa bertahan kok hingga hari ini.

Jadi, tolong jangan salah sangka terhadap kami, mahasiswa ITB. Kami hanya orang-orang biasa juga kok seperti orang-orang lain. Saya paling benci kalau ada orang yang berkata seperti ini : “Masa anak ITB yang kayak gini aja gak bisa?” Sebal sekali rasanya.

Things I’ve Been Doing Lately

Hal-hal yang sering saya lakukan akhir-akhir ini hingga saya terkesan agak meninggalkan aktivitas ngeblog :

  • Menghabiskan waktu di laboratorium mikrobiologi, mengerjakan praktikum PTF. Akhirnya, kurva tumbuh berhasil dibuat. Sungguh senangnya..
  • Menghabiskan waktu bersama dia, bercanda bareng, nge-garing bareng. Saat status kita masih teman, semuanya  terasa indah. Saya gak mau status ini berubah dalam waktu dekat. Pliss..saya masih ingin hanya berteman saja dengan dia, walaupun sudah mulai ada rasa-rasa aneh dalam diri saya.
  • Checking my Facebook account all the time. Sampai-sampai saya bingung mau ngapain lagi dengan Facebook. Hanya itulah aktivitas yang dapat saya lakukan untuk membunuh waktu selama menunggu waktu pengamatan di lab. Just for your info, pengamatan dilakukan setiap 2 jam sekali selama 24 jam. Bisa dibayangkan!!
  • Kuliah. Yeah, sudah pasti, lah. Namanya juga mahasiswa. Tapi, saya merasa bahwa kuliah di semester 6 ini kok super nyantai ya? Hanya saja….tugasnya banyak. Jadi, capeknya bukan karena kuliah tapi karena mengerjakan tugas.
  • Nonton film KAMBING JANTAN. Yak..mungkin ini hal tergila yang saya lakukan beberapa waktu yang lalu. Di sela-sela waktu pengamatan, saya bersama teman-teman cabut sebentar ke BIP. Buat ngapain? Nonton film itu. Hahaha..parah! Filmnya konyol banget. Saya suka jokes yang ditampilkan di film itu. Tapi, saya tau tidak semua orang suka dengan jokes seperti itu. Overall..filmnya lumayan, lah.

Yuppie..segitu aja dulu ya postingnya.

Oiya..saya barusan baca notes di FB yang dibuat oleh temen saya. Inti dari notes itu adalah seperti ini :

Wanita itu ditakdirkan untuk dicintai bukan untuk mencintai

Menurut kalian, gimana? Kok menurut saya agak tidak menjunjung prinsip emansipasi ya? Emangnya cewek tuh harus selalu nunggu ya?

PTF = Begadang?

Semester 6 ini semua anak mikrobiologi 2006 mengambil mata kuliah PTF (Prinsip Teknik Fermentasi). Kayanya saya pernah cerita deh di beberapa postingan yg lalu. Di mata kuliah ini, intinya kita harus membuat kurva tumbuh bakteri. Tiap kelompok dapet bakteri yang berbeda. Dari kurva tumbuh itu, kita bisa memperoleh umur inokulm optimal untuk dijadikan sebagai kultur starter dalam produksi massal suatu makanan fermentasi. Nah, nantinya kita semua akan memproduksi keju dari kultur starter tersebut. Tentunya tiap kelompok memberikan variasi perlakuan yang beda-beda.

Sampai hari ini, pekerjaan kita baru sampai pada tahap pertama, yaitu bikin kurva tumbuh. Kebetulan kelompok saya mendapatkan bakteri Leuconostoc mesenteroides yang agak-agak fastidious gitu deh. Tau gak..umur inokulumnya aja udah dari taun 2001. Proses aktivasinya lamaaa banget. Kelompok lain udah pada selesai, tinggallah kelompok saya dan kelompok 1 yang baru mulai kurtum malam minggu kemarin. Alhasil, saya dan beberapa teman harus keLABbing alias bermalam di lab. Kenapa sih capek-capek nginep di lab? Karena, kita harus sampling setiap 2 jam, selama 24 jam. Harapan saya sih cuma 1 aja, jangan sampai gagal. Apa jadinya kalau minggu ini mesti nginep lagi?

Tapi, walaupun capek dan badan terasa remuk, nginep di lab kayak kemarin itu pastinya bakal jadi pengalaman tak terlupakan. Semua orang udah jadi paranoid terhadap apapun. Ada suara pintu bergeser aja, udah ketakutan setengah mati, padahal di lab sebelah emang lagi ada orang. Masa kita kira itu orang  jadi-jadian. Hahaha..padahal itu anak S2. Kacau lah, pokoknya.

Sempet terjadi hal konyol pada diri saya. Akibatnya sangat fatal. Jadi, ceritanya saya kan kebagian sampling yang dari jam 02.30 pagi sampai 06.30 (t0-t2). Itu berarti saya gak bisa tidur. Paling juga kalau sempet tidur, gak nyenyak juga. Pas jam 02.30 itu saya sampling dengan PDnya. Pas mau t1, saya baru menyadari kekonyolan yang sudah saya perbuat. Terjadi percakapan antara saya dengan June, temen dari kelompok 1 (saya kelompok 2)

June : La, ini apaan? (sambil bawa erlen yang berisi medium LM)

Ella : kultur kan?

June : Hah? Ini mah medium steril, kali. Loe tadi sampling pake ini?

Ella : iya..ah masa sih. Hyaa..gimana dong..mampus gw..gagal dong t0-nya..huaaaaaaaaaa……!!!!!!!!

June : tenang, la..tenang…kan duplo..masih bisa dapet datanya dari kelompok gw..

Ella : huaaaaaaaaaa….dasar gw goblok…..(mulai menyalahkan diri sendiri)

Ya, itulah akibatnya kalo sampling dalam keadaan ngantuk berat. Medium kosong disangkan kultur bakteri. Jelaslah, udah pasti gagal.

Mungkin sekarang terbersit rasa bete, kesal, capek, dan lain sebagainya. Tapi, nanti 1 taun lagi pas kita semua udah wisuda (amin..) kita pasti bakal ketawa mengenang kejadian ini. Mestinya di-videoin dong..biar bisa jadi kenang-kenangan. Penderitaan semester 6 anak mikrobiologi 2006. Huehehe..

Btw, masa kelompok kita kalah ama kelompok lain sih? Ntar kalo nginep lagi, pokoknya harus foto-foto ah. Ayo smangat..kelompok 1 & 2 PTF… kita berjuang bersama selama 1 semester ini! Cayoo..

Surprise

Saya kira euphoria ulang tahun sudah berakhir kemarin. Ternyata saya salah besar.

Seperti biasa, hari Kamis adalah hari praktikum PTF (Prinsip Teknik Fermentasi). Kata asisten praktikum kelompok saya, hari ini kita udah bisa bikin medium untuk kurva tumbuh bakteri L.mesenteroides. Jadi, semua anggota kelompok saya berniat langsung ke lab. mikro di lantai 4. Saking semangatnya kita. Baru mau melangkahkan kaki naik tangga ke lantai 4, temen saya, si Rohana teriak-teriak gak jelas kayak gini :

R: Ella..kamu jangan ke atas dulu. Ke lab instruk gih skarang. Mau ada rapat sebentar.

E : heh? rapat apaan sih? (sambil jalan balik lagi ke lab.instruk)

Yaakk..tau-tau temen saya yang lain, si Unye udah bawa kue aja dong yang ada lilinnya. Trus, anak-anak sekelas yang langsung koor menyanyikan lagu “Selamat Ulang Tahun”.

Hyaa..gak nyangka dapet surprise dari mereka. Saya sempat speechless beberapa detik. Hahaha..lebay ah! Makasih banget ya, teman-teman!!

ps: makasih buat seseorang yg udah ngucapin selamat ulang tahun buat saya lewat wall di FB. kirain, kamu udah gak peduli sama saya. hehe..makasih ya buat kamu yang nun jauh di sana..

Apa Kabar?

Hei..hei..apa kabar semuanya? Hehehe..harusnya kalian yang bertanya tentang kabar saya ya? Iya nih, ternyata kuliah semester 6 ini penuh banget. Udah gak sanggup mengupdate blog ini secara rutin. Maap..maap..

Akhirnya minggu pertama di semeser 6 telah berhasil saya lewati dengan baik. Sekarang saya meng-update blog ini di kampus. Dalam waktu 1 jam ke depan saya sudah akan berangkat ke Jakarta. Berhubung minggu depan gak bisa balik, jadi minggu ini saya putuskan untuk pulang. Hehehe. Tadi baru aja selesai pelatihan asisten. Puji Tuhan, semester ini saya bisa jadi asisten praktikum mikrobiologi. Hanya saja, yang menyeramkan, kali ini praktikannya anak biologi 2006 yang notabene seangkatan dengan saya. Waaa…bahaya nih..ntar ketauan blo’onnya nih saya! Hahaha..doakan saja semoga 1 semester ke depan segalanya berjalan lancar.

Apa yang lagi jadi kesibukan anak mikro sekarang? Mencari tempat KP (kerja praktek). Akhir semester 6 ini kita sudah harus mengambil mata kuliah kerja praktek yang berjumlah 3 sks. Puji Tuhan lagi saya udah dapet tempat KP, ya walaupun mengandalkan koneksi sih. Ga papa kaan? He3..

Kemarin saya ketemu sama seseorang yang berhasil membuat saya deg-degan. Tapi saya tahu seharusnya tidak boleh punya perasaan ini. Kenapa sih? Karena dia udah punya cewek. Sepertinya saya mesti menjauh dari dia. Gak boleh merusak hubungan orang , kan?

Hari Pertama di Semester Yang Baru

Hari ini saya sudah kembali masuk kuliah. Back to campus nih, ceritanya. Setelah kemarin libur semester selama hampir 1 bulan, mulai hari ini segala aktivitas akan kembali berjalan normal. Bagaimana rasanya hari pertama di semester 6 ini? Yah, sama seperti semester-semester sebelumnya, hari pertama masih santai.

Saya baru berangkat dari Jakarta tadi pagi, padahal ada kuliah jam 8. Cari mati banget, kan? Untungnya tadi ternyata kuliah yang jam 8 itu belum ada. Padahal supir saya sudah super ngebut nyetirnya. Hahaha..Hari ini saya hanya mengikuti 2 kuliah, yaitu Biosafety dan Mikro Diagnostik. Kesan pertama sih seru-seru aja kok kedua mata kuliah itu. Sebenarnya Biosafety adalah matkul semester 8, tapi saya dan hampir semua teman seangkatan udah ngambil di semester 6 ini. Ya lumayan lah biar cepet lulus nanti. Oiya, ada kabar gembira! Ternyata saya diterima jadi asisten lab ekologi mikroba. Rupanya kemarin terdapat kesalahan teknis hingga nama saya tidak tercantum di daftar asisten yang dipasang di TU. Setelah dikonfirmasi ternyata saya lolos seleksi asisten. Tapi, masalahnya jadwal asistensi itu bentrok dengan kuliah MBK yang saya ambil. So, saya minta tuker jadi asisten lab mikrobiologi aja. Masih belum tau nih bisa apa gak soalnya jumlah asisten mikro udah banyak. Doain ya biar saya bisa jadi asisten mikro. ^_^

Trus tadi sore saya ditraktir sama temen saya, Ipi, yang tanggal 30 Januari kemarin ulang tahun. Dia adalah orang pertama diantara kami berenam (Geng Beepep/Best Pren Poreper) yang sudah menginjak usia 21 tahun. Hyaaaa…sepertinya saya bakal menjadi orang kedua nih. Happy birthday ya, Pi!

Today’s headline news :

Hari ini telah terpilih ketua himpunan NYMPHAEA yang baru. Huaahh..akhirnya setelah perjuangan panjang.. Congratz ya buat Jaka (Biologi 06) yang udah kepilih jadi ketua himpunan yang baru.

anyway, Bandung hari ini dingiiiiiiin banget ya? Bahkan sweater saya tercinta tidak mampu menghadang hawa dingin itu. Weeww..sekarang udah malem nih, hampir jam 12. Tidur..tidurrr..besok kuliah jam 7 nih.

See yaaa..!!

Dipusingkan Oleh Birokrasi

Saya lagi sebel sama segala sesuatu yang berhubungan dengan birokrasi. Terutama birokrasi yang terjadi di kampus saya, ITB. Beneran deh, itu tuh nyebelin banget.

Kemarin saya berangkat ke kampus untuk perwalian. Jadwal perwalian adalah dari jam 09.00-14.00. Saya sudah sampai kampus jam 08.30 dan menunggu di depan ruangan dosen wali saya. Tau gak jam berapa si dosen itu baru dateng? Jam 10 lewat, sodara-sodara.

Setelah itu, saya ke TU buat ngambil KSM. Ternyata saya harus nyerahin surat keterangan ngambil sks lebih dulu supaya data-data saya bisa di-entri ke rektorat. Jadi, kemarin saya belum bisa ngambil KSM. Katanya hari ini mungkin udah bisa diambil.

Ya udah hari ini pagi-pagi jam 08.00 saya kembali ke kampus dan langsung ke TU. Eh si bapak-bapak TUnya bilang gini, “Belom dikirim dari Annex, neng. Coba aja nanti siang.”  WHAT?? Saya udah pesen tiket travel ke jakarta jam 10.00 pagi ini. HP saya lowbatt berhubung kemarin saya ke bandung tanpa membawa charger hp karena saya tidak berniat nginep. Jadi, saya gak bisa ngehubungi siapa-siapa. Saya pikir bisa pp kmaren. Di kosan juga gak ada baju. Haduuh..

Sebel banget lah pokoknya. Masa suatu institut yang berbasis teknologi, untuk ngurusin hal kayak beginian aja lama? Kalo udah kayak gini, biasanya yang dianggep paling salah tuh ya mahasiswa. Kenapa gak lebih awal perwaliannya? Kenapa gak lebih awal entrinya? EMANGNYA SAYA GAK ADA KERJAAN LAIN SAMPE HARUS NONGKRONG SEHARIAN DI KAMPUS??

Bete? Iya, lah.

Btw, sorry ya saya agak ngamuk-ngamuk di postingan ini. He3..maaph!