college days

Lulus!

Hey blog, apa kabarmu? Maaf ya sudah lama saya terlantarkan. Beberapa minggu terakhir ini saya sibuk sekali. Pake acara sidang yang diulang segala, lagi. Sport jantung lah pokoknya.

Dan akhirnya saudara-saudara tadi pagi saya sidang. Puji Tuhan, saya lulus! Fyuuuhh akhirnya!!! Tapi bukan berarti saya bisa berongkang-ongkang kaki. Masih banyak urusan administrasi yang harus diselesaikan dan ternyata cukup merepotkan. F- bureucracy!! Harus cepet beres nih.

Trus habis lulus mau ngapain? Pastinya itu adalah pertanyaan yang berkecamuk di kepala para fresh graduate student. Untunglah saya sudah punya banyak impian yang mau saya wujudkan. Saya mau lanjut kuliah hingga jenjang doktoral (amiiiinnn). Sambil cari2 scholarship saya mungkin juga akan melamar kerja yang berbau penelitian lah pastinya. Ada yang tau lowongan kerja di lembaga penelitian (kalau bisa yang non government) gak? 🙂 Yup begitulah.

Tadi setelah selesai sidang, seperti biasa, saya mendapatkan wejangan2 dari para penguji dan pembimbing. Mereka bilang, di masa depan nanti saya harus menghilangkan sifat soliter. Yah gimana ya, saya memang sangat sulit bekerja sama di dalam tim, tapi saya akan terus berusaha dan berusaha karena bagaimanapun saya tidak akan bisa melakukan penelitian sendirian. Masukan yang sangat berharga dari dosen2 saya itu, dan akan saya ingat terus.

Yaakk akhirnya setelah 3 tahun 8 bulan kuliah di ITB, saya lulus jugaaaa. Senangnya. Masa2 kuliah di ITB itu benar2 tak terlupakan. Mulai dari nginep bareng seangkatan di lab ketika begadang ngambil data buat praktikum mikro analitik dan prinsip fermentasi hingga ke naksir-naksiran sama teman sendiri. Hahaha. 😀  Saya banyak ketemu orang-orang hebat di sini. Mereka adalah sahabat2 baru saya, orang-orang yang pantang menyerah. Saya banyak belajar dari mereka, belajar segala hal tentang kehidupan. Hingga pada akhirnya saya menyadari bahwa seharusnya saya bersyukur dengan apa yang sudah saya miliki saat ini. Terima kasih ya, sahabat2ku!! Kalian mampu merubah saya menjadi pribadi yang lebih baik selama hampir 4 tahun ini kita berteman. Di kampus ini saya juga belajar berorganisasi, mulai dari unit sampai himpunan walaupun saya aktifnya cuma di awal2 aja karena prestasi akademik sempet jeblok. Haha.. Oiya, ehm, di kampus ini saya juga pernah jatuh cinta sama senior, mahasiswa jurusan tetangga, sampai junior. Tapi sayangnya gak ada yang jadi (nasib).

Terima kasih ITB. Terima kasih karena sudah memberikan kesempatan bagi saya untuk menuntut ilmu di tempat ini, dan saya tidak pernah menyesal pernah menjadi bagian dari civitas akademika ITB. Untuk Tuhan, bangsa, dan almamater!!

akhirnya seminar

Sudah lama juga ya gak update blog ini. Kemarin2 saya sibuk banget memenuhi segala macam deadline. Deadline revisi skripsi ke pembimbing dan deadline abstrak sebagai persyaratan untuk seminar. Akhirnya, tadi pagi saya seminar juga! Sedikit lega. Tapi, rasa lega itu masih tertahan karena saya deg-degan menghadapi sidang di pertengahan bulan juni ini. Masih ada beberapa hal yang perlu diperbaiki di skripsi saya. Optimis, lah saya pasti bisa menyelesaikannya sebelum deadline skripsi tanggal 10 Juni. 🙂

Tadi kan pas seminar, teman2 saya pada nonton. Masa mereka bilang bahwa saya santai2 aja dan gak keliatan nervous. Well, buat apa nervous kalau itu cuma bikin pikiran kita jadi blank? Iya gak? Saya sudah mengerahkan segala kemampuan saya  dan hasil terakhir saya pasrahkan sama TUHAN. Semoga saya tetap dapat berpikiran seperti itu hingga waktu sidang nanti.

Doain ya!!

jakarta-bandung-jakarta-bandung-jakarta

Bingung sama judul postingan kali ini? Yaaakk itulah aktivitas utama saya dalam seminggu ini. Bolak-balik Jakarta-Bandung untuk mengurus segala hal yang berkaitan dengan skripsi. Padahal bisa aja sih saya stay di Bandung sampai segala sesuatunya beres. Tapi, suasana Jakarta selalu membuat saya tergoda untuk balik. Jiwa saya memang Jakarta banget. Kelamaan di Bandung bikin saya gak betah. *minta dibacok sama anak Bandung*

Hari rabu yang lalu saya ke Bandung pulang pergi untuk menyerahkan draft skripsi hasil revisi ke dosen pembimbing berhubung beliau mau pergi keluar kota. Maklumlah dosen saya itu mobile sekali. Susah banget nemuinnya. Dan asal kalian tau aja, sehari sebelum deadline pengumpulan draft itu tiba-tiba USB saya error, semua folder yang ada di situ (termasuk folder skripsi) hilang tanpa jejak. Untungnya saya sudah mem-back up file bab 1 sampai bab 3 dan daftar pustaka. Tapi, bab 4, bab 5, dan lampiran raib. Tau kan bab 4 itu pembahasan?? Jadilah hari selasa kemarin itu saya mengetik ulang bab 4. Gila. Tapi, thanks God akhirnya selesai juga.

Nah, hari ini saya kembali menjalankan rutinitas jakarta-bandung pulang pergi. Kali ini untuk mengikuti pengarahan seminar dan sidang. Saya berangkat dari Jakarta dengan travel yang paling pagi, yaitu jam 5.15. Tanpa saya sangka , jam 6.45 saya sudah sampai Bandung. Padahal pengarahan baru dimulai jam 8.00. Jadilah saya celingak celinguk mendapati kampus yang masih sepi. So, akhirnya hari ini jadwal seminar dan sidang sudah diumumkan. Nasib saya selama 4 tahun kuliah di ITB akan ditentukan hanya dalam waktu kurang dari 2 jam saja pada pertengahan Juni nanti. Mohon doanya ya, teman-teman supaya seminar dan sidang saya lancar dan tidak perlu diulang. Semoga tanggal 17 Juli 2010 nanti saya bisa mengenakan toga di Sabuga dan dengan bangga menyandang gelar sebagai seorang sarjana sains. Doakan yaaa!! 🙂

Baiklah, sepertinya rutinitas jakarta-bandung-jakarta ini masih akan terus berlangsung sampai bulan depan. Percuma juga saya bayar uang kosan, tapi kosannya gak pernah ditempatin.

I (Almost) Reach My Dream

I still have a little step ahead to finish my final project research. I started it on the early of this month. Honestly, I can’t believe that I almost finish this research in only a  month (actually it’s a little more than a month because I started the DNA extraction in the middle of February). Woww..I can do it! Yeah, I can do it.

Next week, hopefully I’ll start writing my bachelor degree theses. Oh my GOD!! It means I really can graduate this July. Still can’t believe. Big thanks for my advisor. You’re so kind, ma’am. I feel so grateful to have such an advisor like you. You always encourage me instead of judging and let me down. I still need your help for my theses, though  :D.

Finally, thank you my dear GOD. Now, I know that YOUR plan will always much better than mine. YOU never leave me even for just a second. I know YOU always there and hear my prayer. YOU can make everything possible.

Yeeeyy….I almost reach one of my dreams, finishing my bachelor degree on time. Please pray for me so I can survive in passing these few months ahead.

cheers 🙂

Surprise..Surprise!

Hari selasa tanggal 16 Februari 2010 yang lalu bakal jadi hari yang bersejarah buat saya. Pada hari itu saya untuk pertama kalinya selama 4 tahun ngekos, dengan suksesnya kekunci di dalam kamar kosan saya sendiri, sodara-sodara. Sungguh konyol! Jadi, ceritanya lobang kuncinya rusak gitu. Itu suprise yang pertama.

Surprise yang kedua ini yang bikin saya senang. Di postingan yang lalu saya cerita kan kalau saya tidak bisa melaksanakan TA saya di Jakarta. Kabar yang bener-bener membuat saya kecewa. Ternyata pada hari selasa kemarin saya mendapatkan telepon di pagi hari setelah peristiwa heboh saya yang kekunci di kamar.  Pembimbing saya yang di Jakarta bilang gini : ” Ella, kamu kapan bisa mulai kerja di lab? Kalau bisa secepatnya ya, soalnya minggu ini juga harus selesai ekstraksi DNAnya.” Wah, saya kaget. Saya pikir segala hal yang berkaitan dengan TA saya harus dikerjakan di kampus, mulai dari tahap preparasi. Ternyata tidak! Jadilah sejak hari Rabu hingga hari Jumat kemarin saya full time kerja di lab. Ekstraksi 173 sampel hanya dalam waktu 3 hari. Blah! Kerja rodi saya. Tapi saya senang. Nanti tahapan selanjutnya barulah saya kerjakan di kampus.

Satu hal yang saya bisa ambil hikmahnya dari peristiwa ini adalah bahwa Tuhan bekerja dengan cara kadangkala menurut kita tidak masuk akal. Saya bener2 tidak mengira sebelumnya bahwa saya berhasil melakukan ekstraksi dalam waktu secepat ini. Dan tiba2 nasib TA saya semakin jelas. Padahal sebelumnya saya sempat agak meragukan kelangsungan TA saya. Iya, saya yakin Tuhan tidak pernah meninggalkan saya. DIA bekerja dengan caraNYA sendiri. Cara yang ajaib.

Ada satu hal lagi yang mau saya share kepada siapapun yang membaca blog saya ini. Jangan pernah kehilangan semangat, seberapapun beratnya cobaan yang kalian hadapi. Tetaplah optimis!

Rencana Tinggallah Rencana

Memang benar pepatah yang mengatakan “Manusia dapat berencana, tetapi Tuhan jualah yang menentukan.” Saya sudah menyusun rencana kegiatan untuk semester 8 ini sejak jauh hari. Namun, 1 sms yang saya terima hari Jumat minggu lalu itu dengan sekejap menghancurkan rencana saya. Jujur saja, sesaat setelah menerima sms itu saya down. Saya langsung memikirkan hal -hal buruk yang akan terjadi akibat tidak terealisasikannya rencana saya tersebut.

Saya pernah cerita kan di posting2 sebelumnya kalau saya akan melaksanakan penelitian tugas akhir di Jakarta. Ternyata hal tersebut tidak bisa terlaksana karena ada permasalahan yang terjadi di institusi yang saya ajak kerja sama. Saya tidak perlu sebutkan institusinya apa, tetapi sebenarnya saya sudah menduga bahwa situasi ini pada akhirnya akan terjadi juga. Singkat kata, saya harus mengalihkan lokasi penelitian saya ke kampus.  Nggak ada yang aneh sih sebenarnya. Cuma saya aja yang manja, gak mau jauh2 dari rumah. Kalau di jakarta kan, setiap hari bisa pulang ke rumah. Nah, kalau di kampus mentok2nya pulang ke kosan. Hehehe.. 🙂

Saya akan jalani ini dan tidak akan meratapi nasib. Kejadian yang kemarin biarlah berlalu, tidak ada gunanya dipikirkan lagi. Sekarang yang harus dipikirkan adalah bagaimana menyelesaikan penelitian saya ini secepat mungkin karena saya punya target bahwa saya harus lulus tahun ini juga. Saya tidak akan terlalu ambisius ingin lulus bulan Juli. Realistis saja, lah! Kalau Tuhan menganugerahkan saya kelulusan pada bulan Juli, tentunya saya akan luar biasa bersyukur. Satu hal yang pasti, saya tidak menganggap peristiwa ini sebagai cobaan. Ini hanyalah salah satu tantangan yang harus saya lewati dan sudah saya prediksi sebelumnya.

Terima kasih buat bapak dan ibu saya yang sudah memberikan dorongan semangat dan tidak pernah menuntut apapun dari saya. Terima kasih juga buat teman-teman terdekat saya yang sempat-sempatnya memastikan bahwa saya baik2 saja dan menyemangati saya. Yeah, mereka mengerti bahwa bisa melakukan penelitian di institusi tersebut adalah salah satu bagian dari mimpi saya. Mungkin mereka khawatir mood saya drop. Hehehe. Terima kasih untuk semua dukungannya. Saya akan mengerahkan segenap kemampuan untuk tugas akhir saya ini. Saya yakin bahwa saya pasti bisa karena saya tidak sendirian. Di sekeliling saya ada orang-orang hebat yang siap memberikan suntikan semangat. Dan yang pasti ada TUHAN yang selalu menemani saya. Jadi, tidak ada alasan untuk takut.

Semester Terakhir Saya

Waktu berjalan begitu cepat (tsaaaahh). Eh, tapi beneran lho. Sekarang saya sudah menjadi angkatan tertua di ITB dan baru menyadari bahwa junior saya sudah banyak juga ya. Sekarang saya sudah semester 8 yang berarti bahwa waktu tinggal saya di kampus, yang kata orang, terbaik di Indonesia ini tinggal beberapa bulan lagi. Setelah itu saya akan menghadapi kehidupan baru di luar kampus. Di semester ini saya merasa tidak ada bedanya dengan pengangguran. Saya hanya mengambil kuliah pada hari senin saja karena di hari lain harus fokus dengan TA (tugas akhir. Dan kuliah yang saya ambil juga gak penting. Bingung mau ngambil kuliah apa, yang penting sks sudah habis. Fyuuhh.

Semester terakhir juga berarti semakin sulit mengatur jadwal jalan bareng sahabat-sahabat saya karena kami telah punya kesibukan masing-masing. Contohnya saja hari ini nih. Saya gak ada kuliah tapi iseng ke kampus mau ngambil KSM (Kartu Studi Mahasiswa). Niatnya sih setelah itu mau balik ke kosan. Eh tanpa disengaja malah ketemu sahabat-sahabat saya. Akhirnya saya menemani mereka di lab sampai siang. Hahaha. Fyi, saya tidak akan TA di kampus makanya ini kali pertama saya menjejakkan kaki di lab mikro lantai 6 PAU. *cupu!*

Sejujurnya saya jenuh juga dengan aktivitas saya yang gini-gini saja. Aktivitas saya beberapa semester terakhir ini hanya berpusat di bidang akademis. Saya sudah tidak aktif di unit. Kalau dipikir-pikir saya kangen juga sama unit saya. Yup, saya dulu pernah tergabung di PSM ITB tapi sekarang sudah tidak pernah datang latian. Sampai saat ini saya masih sering dapat sms yang mengingatkan untuk latian. Kangen  banget latian sih sebenarnya. Tapi,sayangnya saya bukan tipe orang yang bisa membagi waktu. 😦 Pada akhirnya salah satu harus dikorbankan. Makanya saya salut banget deh sama teman-teman saya yang banyak kegiatan tapi tetap bisa mempertahankan IP.

Harapan saya untuk semester ini hanya 2. Saya ingin straight A di semester ini. Dan saya ingin LULUS!!! Doakan ya biar saya bisa lulus tepat waktu (Juli 2010) dengan nilai bagus. Biar orang tua saya bangga. 🙂

ps : kayanya saya bakal posting pake bahasa indonesia lagi deh. mood buat nulis dlm bhs inggris lagi hilang entah kemana. :p