Pesta Demokrasi Warga Jakarta

Saya lahir dan besar di Jakarta dan dengan bangga menyebut diri sebagai anak Ibukota. Dan saya bersyukur keluarga saya tidak apatis. Orang tua saya selalu bersemangat untuk menggunakan hak pilihnya demi kemajuan kota kami. Demikian pula dalam rangkaian proses pemilihan kepala daerah tahun ini. Kami selalu mengikuti perkembangannya. Jadi, kami menentukan pilihan bukan berdasarkan “apa kata orang”, tapi berdasarkan data dan kenyataan yang kami saksikan.

Pilkada tahun ini lumayan terasa “panas” ya, apalagi di dunia maya. Kampanye, baik yang positif maupun yang berbau propaganda, kerap berseliweran di linimasa media sosial. Teman-teman yang biasanya asyik untuk diajak berdiskusi santai mendadak jadi “bertanduk” ketika pembicaraan masuk ke pembahasan tentang pandangan politik yang berseberangan. Maka saya sangat menghindari diskusi tentang politik ketika berhadapan dengan teman-teman tertentu yang bahkan beberapa di antara dulu cukup dekat sebenarnya dengan saya. Jujur saja suasana panas jelang Pilkada kemarin sudah mampu membuat kawan berubah menjadi lawan. Hal ini terjadi dalam kehidupan saya. Pengennya sih setelah Pilkada selesai bisa baik-baikan lagi. Tapi saya sudah terlanjur melihat sisi lain dari mereka (yang sebelum ini tak pernah saya tahu). Tak terhitung berapa banyak teman yang saya unfriend di media sosial karena postingan mereka yang selalu penuh dengan provokasi terkait SARA, intimidasi, dan penyebaran kebencian terhadap pihak-pihak yang berbeda pendapat dengan mereka. Beneran deh, masa-masa ini membuat saya kehilangan banyak “teman”. Tapi tidak apa-apa. Semakin kita dewasa, memang akan semakin sedikit teman yang bisa kita percaya.

Siang tadi akhirnya sudah diperoleh hasil perhitungan cepat. Kami akan memiliki pemimpin baru yang mulai bekerja bulan Oktober 2017 nanti. Seketika saya kecewa karena pasangan calon pilihan saya kalah. Ah, tapi di setiap pertandingan selalu ada yang menang dan ada yang kalah. Mari kita dukung dan beri kesempatan bagi gubernur baru pilihan mayoritas masyarakat Jakarta untuk mewujudkan janji-janji kampanye mereka.

Mungkin memang sebagian besar warga Jakarta ingin memiliki pemimpin yang santun, bukan yang “senggol bacok”. Ya anggap saja begitu ya. Berpikir positif saja. 🙂

Sore tadi sempat berdiskusi melalui chat dengan seorang teman. Pandangan politik kami berbeda. Pilihan kami pun berbeda. Tapi keinginan kami sama. Apapun untuk kebaikan Jakarta dan Indonesia. 🙂

Selamat untuk kita, warga Jakarta.

Terima kasih untuk Pak Ahok & Pak Djarot yang sudah memimpin Jakarta selama ini. Jakarta memang belum bebas macet dan bebas banjir, tapi saya akui kota saya ini sudah jauh lebih baik di bawah kepemimpinan anda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s