balik kanan maju jalan.

“La, kamu janji ya kalau suatu saat nanti kamu tiba-tiba sudah gak ada perasaan lagi sama dia..kamu jangan musuhi dia” | “Iya, janji”

Percakapan berbulan-bulan lalu dengan teman saya. Berbicara soal memilih pacar, ada satu profesi pria yang bagi saya tidak layak untuk dijadikan pacar (saya) : dokter. Kenapa? Karena saya punya beberapa teman yang berprofesi sebagai dokter dan saya sudah paham sekali bagaimana tidak teraturnya hidup seorang dokter. Saya bukan tipe orang yang, ketika punya pacar, mengharapkan si pacar ada di sisi saya 24/7. Tapi juga bukan orang yang bisa santai-santai saja ketika si cowok menghilang tanpa kabar selama beberapa hari. :p

Tapi, kita tidak pernah tahu jalan hidup kita kan. Singkat kata, pada akhir 2012 sepulangnya saya dari UK, saya bertemu kembali dengan seorang teman lama. Cowok. Profesinya dokter. Jreng! Entah bagaimana caranya, kami menjadi dekat. Selama satu tahun terakhir ini, tidak ada status yang melabeli hubungan kami. Semuanya baik-baik saja. Dia sangat sabar, baik hati, dan suportif. Terlepas dari jam kerjanya yang ajaib. Saya pikir, saya bisa berkompromi dengan keadaannya. Ternyata saya tidak bisa.

Suatu hubungan hanya bisa berjalan jika kedua belah pihak bisa berkompromi dengan keadaan pasangannya. Dia gak salah. Saya yang tidak bisa berkompromi. Jadi, hubungan ini memang tidak bisa berjalan mulus. Jujur, saya belum pernah merasa seyakin ini dengan seseorang, sebelum dia. Namun, pada akhirnya saya menyadari bahwa jangan sampai perasaan ini membutakan saya dan lupa menggunakan logika.

Hidup terus berjalan dan saya memutuskan untuk balik kanan maju jalan. Banyak teman (dan keluarga) yang berharap banyak pada hubungan kami. Maaf kalau mengecewakan kalian ya. Saya sempat ingin bertahan, tapi dia tidak bisa memastikan sampai kapan saya harus menunggu. Ada seorang teman yang juga bilang “kalau dia niat dekatin kamu, dia akan berusaha”. Saya tahu dia sudah berusaha keras untuk itu, tapi memang saat ini keadaannya tidak memungkinkan. Dan dia sebenarnya sudah mengingatkan saya akan hal itu. Saya saja yang tidak bisa menerima keadaan dia saat ini.

Semoga kelak akan ada seorang wanita yang jauh lebih sabar daripada saya dalam menghadapi dia. Haha..banyak kenangan manis sama orang ini yang selalu bikin saya senyum-senyum kalau diingat-ingat lagi.

Semangat terus ya, Pak Dokter. Boleh ada istilah bekas gebetan. Tapi gak ada istilah bekas teman ya. Kita berteman selamanya dan teman sejati selalu mendukung satu sama lain. 🙂

Dengan ini berakhir sudah proses lempar-lemparan #kode. Haha.

ps. saya gak akan menghapus segala postingan di blog ini yang terkait sama dia. silakan dibaca (dan ditebak-tebak) saja, bagi kalian yang kepo.

thumb_422BCC31-CCDA-41EB-B2F5-1674BE55B6FE_1024

foto yang diambil olehnya, pada sesi jalan bareng kita yang pertama. Aula Simfonia, Oktober 2015.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s