Refleksi Jumat Agung 2016

Pada hari ini umat Katolik dan Kristen di seluruh dunia memperingati wafatnya Yesus. Kami memperingati sengsara dan kematian-Nya karena menebus dosa-dosa manusia. Apakah mudah bagi kita untuk  menghayati pengorbanan Kristus itu dalam hidup kita sehari-hari? Jawabannya adalah : tidak mudah.

Ambil contoh, apakah kita dapat serta merta memaafkan kesalahan yang diperbuat teman kita? Mungkin beberapa orang bisa, tetapi jujur saja deh, banyak yang masih belum bisa kan? Jalan untuk menjadi murid Yesus Kristus itu luar biasa berat.

Dalam kasus saya, ada seseorang yang beberapa bulan ini menyakiti perasaan saya. Pada awalnya saya sempat benci sekali dengan orang ini. Tapi kemudian saya teringat salah satu kalimat di dalam doa Bapa Kami : “ampunilah kami seperti kamipun mengampuni yang bersalah kepada kami”. Kalimat ini selalu saja mengusik hati saya setiap kali mulai muncul rasa benci dan dendam dalam diri saya. Tetapi, tetap saja sulit untuk memaafkan orang ini.

Sejauh ini, solusi terbaik menurut saya adalah dengan meminimalisir interaksi dengan dia. Namun, hari Rabu yang lalu saya tidak bisa menghindari interaksi dengan orang ini. Dan benarlah, clash lagi kita. Pada saat itu, dia mengeluarkan kata-kata yang intinya meremehkan kemampuan saya. Rasanya marah dan kesal sekali saya. Kemudian teringat bahwa sebentar lagi Paskah.

Paskah tahun ini tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, karena saya masih menyimpan konflik pribadi dengan orang ini dan saya pun masih tidak tahu caranya bagaimana untuk memperbaiki hubungan pertemanan kami. Kalau memang kata maaf itu tidak akan pernah ada sampai kapanpun, ya sudahlah. Saya hanya ingin berdamai dengan diri saya sendiri.

Kepada orang yang menjadi subyek dari posting ini, silakan saja kamu dendam dan benci sama saya. Saya tidak rugi, karena saya masih punya banyak teman dan keluarga yang tulus menyayangi saya. Mungkin dulu kamu berteman dengan saya dengan motif tertentu (yang saya pun gak tau), tapi yang perlu kamu ketahui saya berteman denganmu dulu tanpa motif apapun, semata karena menurut saya kamu adalah orang yang seru.

Selamat memperingati hari raya Jumat Agung, untuk teman-teman yang merayakan. Dan juga untuk orang yang menjadi subyek dari posting ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s