Selamat Datang, Harapan Indonesia!

Saya “mengenal” sosok Pak Jokowi pertama kali melalui berita-berita di internet. Ketika sosoknya booming, waktu beliau dicalonkan menjadi gubernur DKI Jakarta, saya sedang studi di Inggris, sehingga saya tidak bisa ikutan voting. Namun, di sela-sela Skype conversation dengan orang tua saya (yang biasanya terjadi seminggu sekali), mereka selalu mengupdate saya tentang kinerja pria ini, tentang kiprah beliau sebelumnya sebagai walikota Solo, tentang terobosan-terobosan yang sudah beliau lakukan. Saya tidak pernah tahu tentang beliau ini sebelumnya. Tapi, berdasarkan cerita dari orang tua saya, nampaknya Pak Jokowi adalah orang hebat yang tidak merasa bahwa dirinya hebat. Indonesia perlu orang seperti beliau, suatu saat nanti. itulah pemikiran saya, 2 tahun yang lalu.

Saya menonton video kampanye gubernur beliau melalui youtube. Cukup menarik. Namun, pada saat itu sebenarnya saya lebih sreg dengan satu kandidat gubernur yang lain. Hehe. Pak Jokowi memenangkan Pilgub, kemudian dilantik bersama Pak Ahok untuk menjadi gubernur Jakarta, kota saya tercinta. Saya turut senang. Pada saat itu, saya punya harapan bahwa di Jakarta akan lebih banyak lagi ruang terbuka hijau, jangan ada lagi mall baru yang dibangun, kemacetan bisa dikurangi, dan masalah banjir tahunan bisa diatasi dengan baik. Akhir 2012, saya kembali ke tanah air dan jujur saya kaget dengan perubahan yang terjadi di Jakarta. Di daerah pusat kota, sudah dibangun kursi-kursi di pinggir jalan. Keren! Ya walaupun kalau duduk disana terlalu lama, pasti akan sesak nafas juga sih karena polusi kendaraan. Tapi ini merupakan suatu kemajuan. Jakarta masih macet. Benar. Tapi kemacetannya jadi lebih teratur. Hanya superman (dan libur lebaran, tentunya) yang bisa menghilangkan kemacetan dari Jakarta. Dan Pak Jokowi bukanlah superman. Kalau kalian (seperti saya), masih memilih kemana-mana menggunakan mobil pribadi, ya terima saja kalau Jakarta masih saja macet. Di bawah kepemimpinan Pak Jokowi, transportasi publik di Jakarta juga mengalami banyak perbaikan. Pelayanan bus TransJakarta dan kereta commuter line semakin baik. Saya belum pernah coba naik commuter line, btw *facepalm*. Semoga suatu hari nanti, Jakarta bisa punya integrated public transport seperti di London dan kota-kota besar lain di dunia. Nampaknya akan segera terealisasi. Kemudian, masalah banjir. Pak Jokowi tidak berhasil membuat Jakarta bebas banjir. Seperti kemacetan, banjir tidak bisa dengan mudahnya dihilangkan dari Jakarta karena daerah resapan air di kota kita ini sudah tertutup oleh bangunan-bangunan tinggi. Tapi, seingat saya belum pernah ada gubernur yang rela stay semalaman di waduk memantau perbaikan waduk yang jebol. Dan itu bukan cuma sehari saja. Tentu bukan pencitraan, kan? Melihat perubahan yang terjadi di kota saya, melihat kinerja Pak Jokowi untuk Jakarta, saya merasa beruntung memiliki gubernur seperti beliau.

Awal 2014, mulai ada wacana bahwa Pak Jokowi akan dicalonkan menjadi presiden RI. What? Beliau masih harus memimpin Jakarta sampai 3 tahun ke depan. Pada awalnya saya tidak mendukung beliau. Oke, beliau adalah sosok yang cocok untuk memimpin Indonesia, but just give him a little more time to prove that he got that capability to lead this nation. Menurut saya, sepak terjang politik beliau masih kurang dan kita tau sendiri perpolitikan di Indonesia itu penuh dengan trik2 busuk. Saya berharap ada calon lain yang cukup baik untuk memimpin negara ini. Ternyata, pada akhirnya hanya ada 2 pasang calon dan saya tidak mungkin memilih calon yang satunya lagi. Pak Jokowi jauh jauh jauh lebih baik (menurut saya) walaupun beliau masih harus banyak belajar.

20 Oktober 2014. Indonesia memiliki presiden baru. Dunia menyambut positif. Untuk pertama kalinya saya melihat pak Jokowi di televisi lengkap sekeluarga. Sederhana. Itu kesan yang bisa saya tangkap. Saya yakin pak Jokowi tidak akan menyalahgunakan posisinya sebagai presiden untuk kepentingan pribadi. Semoga 5 tahun dari sekarang, keyakinan saya itu tetap tidak tergoyahkan.

Saya pernah apatis dengan negara ini. Tapi sekarang saya punya harapan bahwa negara ini akan menjadi besar dan mendunia di bawah kepemimpinan pak Jokowi. Orang Indonesia banyak di tersebar di luar negeri dan mereka hebat-hebat semua. Sekarang kita punya pemimpin yang hebat. Rakyat Indonesia tidak punya alasan lagi untuk menjadi bangsa yang inferior. Saya pernah hidup di negara orang, dan setiap kali saya ditanya darimana saya berasal, saya sebut Indonesia, reaksi sebagian besar dari mereka adalah : “wow, Indonesia is very beautiful”. Orang asing saja memuji Indonesia, masa kita tidak?

Selamat, Indonesia!

Selamat bekerja, Pak Jokowi & Pak Jusuf Kalla. Jangan khawatir, banyak dukungan di belakang kalian. 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s