Nasihat Kecil Untuk Remaja Indonesia

Pastinya teman-teman tahu mengenai kejadian yang sedang heboh dalam dua hari terakhir ini. Setidaknya teman-teman yang tinggal di Jakarta (kalau update berita) pasti mengetahuinya. Pembunuhan terhadap seorang gadis berusia 19 tahun oleh mantan pacar dan pacar baru mantannya. Korban dijebak, dipukuli, disetrum, kemudian setelah pingsan mulutnya disumpal dengan gumpalan kertas hingga akhirnya korban meninggal. Lebih sadisnya lagi, korban kemudian dibuang di pinggir jalan tol. Tersangka pelaku pembunuhan masih berusia 19 tahun.

Lagi-lagi remaja labil berpikiran pendek yang mengambil jalan pintas dengan cara membunuh mantan pacarnya. Kejadian ini bukan yang pertama. Sudah banyak kejadian serupa terjadi di Jakarta dan berbagai wilayah lain di Indonesia. Lantas, kenapa tidak dari dulu saya menulis tentang hal ini? Karena, biasanya kasus seperti ini terjadi kepada orang-orang yang tingkat pendidikannya rendah, anak-anak jalanan yang keluarganya tidak jelas, dan semacamnya. Menurut saya, kalau keadaannya seperti itu, wajar jika seorang anak punya perilaku yang menyimpang. Hal itu tetap salah dan pelaku harus dihukum, namun masyarakat seperti dapat memaklumi kalau seorang anak yang latar belakang keluarga dan pendidikannya tidak jelas, kemungkinan besar tidak pernah diajari dan tidak pernah tahu  mana perbuatan yang benar mana yang salah.

Tapi apa yang terjadi dalam kasus kemarin? Nampaknya baik korban maupun pelaku berasal dari keluarga yang normal-normal saja. Dan berdasarkan dari berita yang saya baca, si mantan pacar korban ini sebelumnya adalah anak yang baik. Mungkin yang salah adalah si anak laki-laki ini berpacaran dengan anak perempuan yang agak tidak beres. Alasan mendasar dari rencana pembunuhan yang dilakukan oleh dua tersangka itu juga kayanya sangat sepele, yakni rasa cemburu. Ah, dasar anak muda.

Saya selalu merasa kasihan ketika ada kasus pembunuhan yang pelakunya masih muda. Kenapa? Karena pada saat langkah mereka tersandung sedikit, ketika mereka membunuh orang atau mereka memakai obat-obatan terlarang, mereka harus menyandang predikat sebagai pembunuh dan pecandu obat terlarang di sepanjang hidup mereka. Selain itu, orang tua dan keluarga mereka pasti akan menanggung malu seumur hidup *kalau masih punya rasa malu, sih*.

Tapi, masalahnya banyak anak muda sekarang yang sok jagoan. Mereka pikir kalau sudah berhak mendapat KTP dan SIM, berarti sudah dewasa, sudah boleh melakukan apa saja yang mereka mau.  Mereka tidak memikirkan dampak dari perbuatan mereka di masa depan. Iya sih memang benar kalau kita punya motto hidup seperti ini : “Live for today. Don’t worry about tomorrow. Don’t think about the past”. Tapi kalau lo bunuh orang hari ini, lo yakin gak akan kepikiran besoknya? Itu namanya bodoh, dek!

Dari setiap kejadian, pasti banyak pelajaran yang dapat diambil. Saya pribadi juga bisa mengambil pelajaran dari kasus ini. Harus lebih berhati-hati lagi hidup di Jakarta, harus hati-hati pilih teman, dan harus hati-hati sekali dalam pilih pacar (eyakk!). Jujur,  saya merasa jauh lebih aman untuk bepergian sendiri kemana-mana ketika saya masih sekolah di Inggris daripada sekarang. Jadi, bukannya gaya-gayaan kalau selama di Jakarta ini, saya kemana-mana selalu diantar jemput dan saya tidak diizinkan untuk mengendarai mobil sendiri (selain karena memang gak punya SIM dan males macet-macetan, supaya lebih aman juga).

Last but not least, buat adik-adik remaja, ini ada nasihat sedikit dari kakak Ella (caelaah kakakk!!!), jangan pernah berpikiran pendek dan jangan cari jalan pintas untuk menyelesaikan masalah. Masa remaja adalah saat-saatnya kalian untuk bersenang-senang. Jangan cepat ingin jadi dewasa, karena jadi dewasa itu tanggung jawabnya beda. Beda gimana? Ya, begitulah. Nanti juga kalian akan merasakan. Dinikmati aja itu masa bersenang-senangnya. Kalau mau berpacaran, pacaran lah. Tapi semuanya dibawa happy, gak usah terlalu serius karena belum tentu juga dia yang bakal jadi suami/istri kalian, kan? haha,  gak perlu ada dendam-dendaman, biar nanti ketika kelak kalian sudah dewasa, kalian bisa ketawa-ketawa mengingat keseruan-keseruan di jaman remaja. Masa muda cuma sekali kan? Lakukan hal-hal seru di masa muda kalian! Bunuh mantan pacar itu BUKAN hal yang seru, guys!

Enjoy your teenage-hood to the fullest, but remember don’t ever do something stupid that will make you regret the rest of your life. Think about your family, the people who will definitely suffering because of your stupidity.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s