How To Confront Homesick?

Bagi kalian yang sedang merantau ke negeri orang demi menuntut ilmu ataupun bekerja, suatu perasaan yang bernama homesick pasti tidak dapat dihindari. Tapi, menurut saya kita gak boleh terbelenggu sama rasa itu karena ujung-ujungnya bakal merugikan kita sendiri. Terhitung mulai besok, sudah 3 minggu saya tinggal sendiri di negeri yang jauhnya beribu-ribu mil dari kampung halaman. Mungkin di mata orang lain, saya terlihat bahagia-bahagia saja. Ada, lah sedikit rasa homesick itu. Mengutip kata-kata yang pernah diucapkan oleh ibu saya, seenak-enaknya hidup di negeri orang, masih enak hidup di negara sendiri. Iya emang betul sih.

Berdasarkan observasi terselubung kecil-kecilan (biasa lah, mental scientist *tsaahh*) yang saya lakukan terhadap beberapa teman baru saya di sini, rasa kangen terbesar mereka adalah sama keluarga, kemudian sama pacar, terus kangen sama makanan. Nah, berhubung saya belom punya pacar, mungkin itulah sebabnya saya tidak terlalu homesick kali ya. hehe 😀 Ada untungnya juga jadi jomblo. Kalau sama keluarga ya pasti kangen lah, tapi gak sampai yang nangis-nangis bermuram durja gitu.

Saya kangen juga sama sahabat-sahabat pastinya. Kangen sama si Kristal yang bawelnya ampun-ampunan. Biasanya waktu masih di Jakarta, kalau udah weekend, dia pasti nge-pangpingpong BBM saya ngajakin jalan. Terus kangen juga sama Dita yang rumahnya sering saya intervensi, berhubung sama2 pengangguran terselubung waktu itu. Haha. Kalau sama geng mikro gila (Ipi, Nona, Unik, Aci) sih emang sejak lulus dari ITB kita lebih sering berhubungan secara virtual. Tapi kangen juga sih denger teriakan khasnya si Ipi, suaranya si Unik yang cempreng, berbagi kegaringan sama si Nona, ngetawain tingkah lakunya si Aci yang ajaib itu. Yaaa saya emang lebih kangen sama sahabat-sahabat daripada sama keluarga *haha..anak kurang ajar*. Gak, deeeng. Becanda.

Satu hal lagi yang bikin saya homesick adalah makanan. Gak ada tuh ketoprak, nasi uduk, nasi goreng kambing, dan martabak tipker favorit saya di sini. Untung, masih ada yang jual indomie :p

Boleh sih kangen sekali-sekali. Tapi, gak boleh terus-terusan lah ya. Nih, saya mau coba kasih tips ala Ella untuk mengurangi homesick :

  1. Cari teman yang banyak dan dari berbagai negara. Gak mau, kan udah menghabiskan waktu kurang lebih setahun di luar negeri, tapi bahasa Inggrisnya gak ada kemajuan? Satu hal yang pasti, ketika berteman sama orang dari negara lain, wawasan kita akan bertambah.
  2. Cari teman anak Indonesia juga. Kadang-kadang mulut kita capek juga kan casciscus pake bahasa Inggris terus, sampai lidah pegal? Jadi, penting tuh punya temen orang Indonesia yang senasib. Selain itu, juga untuk faktor keamanan. Iya, lah. Kita hidup di negeri orang. Pasti bakal lebih aman kalau kenal sama teman senegara.
  3. Buat diri kita sibuk. Jangan mendem di kamar asrama/flat aja sambil nangis-nangis kejer gara-gara homesick. Jalan-jalan kemana, kek. Shopping, belajar di Perpustakaan, ngampus, ikut society. 24 jam tuh berasa cepet banget. Yakin deh, gak akan inget homesick. Haha.
  4. Maksimalkan fungsi teknologi. Sekarang ada yang namanya Skype. Jarak udah gak ada artinya deh. Kita bisa ngobrol face to face sama keluarga di Indonesia. 2 hari yang lalu saya pertama kali Skype sama Bapak & Ibu. Haha..komentar si Ibu kocak banget deh : “Wah, tau gitu dari dulu pake Skype aja ya, La.” *yaiyalaaaahhhh Ibu!!!*.
  5. Ingat tujuan utama kita di sini adalah belajar atau bekerja dan kita gak boleh pulang sebelum dapet sesuatu dari sini. Jadi, gak boleh homesick.
  6. Cari kecengan. Ini sih tips yang amat personal dari saya. Serius…kecengan itu adalah mood-booster lho. Saking konsentrasinya kita ngeceng, lupa deh homesick-nya. Haha 😀
Ya, itulah sedikit tips yang rada ngaco dari saya. Hmmm..tapi saya sudah coba selama beberapa minggu ini dan cukup ampuh kok. Alasan serius saya untuk tidak homesick adalah, karena saya gak mau membuat keluarga di Indonesia kepikiran. Orang tua saya masih harus memikirkan adik-adik saya dan juga pekerjaan kantor Bapak & Ibu saya tuh cukup berat. Jadi, gak perlu lah membebani mereka dengan rasa homesick gak penting.
Jadi, buat teman-teman yang sering homesick, ayo lah cheer up!!! 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s