Hello, Newcastle!

I’m in Newcastle now. Finally. Actually, I arrived here on September 19th but there were so many things to be done, such as registration and attending some welcoming events in campus. And of course attending some parties. πŸ™‚ So, I’ve just had a time now to greet you, readers! I’m sorry for abandoning this blog for so long.

In front of my campus building

How’s my first impression about this city? I’ve fallen in love with this city since the first day I arrived at the Central Station. The weather here is so freezing indeed, it’s more than cold. But, the people are so friendly and warm. I don’t know why, but this city gives me a peaceful atmosphere. And about the campus. Honestly, in some part, Newcastle University reminds me of ITB. I haven’t got the chance to take pictures of my campus. Tomorrow, if the weather is nice, I’m planning to do a photo-hunting at my campus. And I’ll post the pictures here in my blog and tell you the similarities.

Newcastle City Centre

My campus location is really strategic, anyway. It’s really close to the city centre. All you need to do is just crossing the street, and voila you’ll have reached the shopping arcade. Oh yeah, one other thing that I like the most is there are lots of discounts dedicated for students only. Just show your student card and you can get up to 20% discount for everything, foods; clothes;cosmetics; and many more. How lucky I am to be a student!!

And where do I live here? I’m so grateful that I can live in a university accommodation that is located so close from everywhere. I live in Leazes Terrace, next to St. James stadium. If you’re football lovers, you must have known that it’s the base camp of Newcastle United Football Club. I’m not into football, anyway. So I don’t care. :p Β Apart from that stadium, there’s a beautiful park near my accommodation. I haven’t had the picture of it, actually. Will make one, soon I promise!

My home in Newcastle

Yeah, I’m still trying to adapt myself with this city, though. Thank God, I have found some really really nice friends from different countries (Malaysia, Chinese, India, Korea, Barbados, USA, Germany, Turkey, Sri Lanka, etc). And don’t forget, there are plenty of handsome guys here in my dorm. *wink* I won’t call all of these “coincidence”. I would call these “destiny”, instead. I have met some fellow Indonesian students, as well. So far, I enjoy my time here. Hopefully, everything will be alright until the time I finish my study, which will be next year. πŸ™‚

One thing that I hate about Newcastle is the people’s accent. Weird and hard to understand. But, I’m sure I’ll get use to it immediately. πŸ™‚

So, hello Newcastle! I hope we can be a good friend.

Advertisements

Not An Ordinary Holiday

Yes, I’ve already in Europe now. And nope, I haven’t been in UK yet. Lots of friends asked me questions such as “how’s life in UK?”; “how are UK guys?” and so on. lol. The fact is, I haven’t reached UK yet, friends.

Jadi, ceritanya saya liburan bareng keluarga keliling Eropa. Bapak, Bagus & Bayu (kedua adik saya), dan tante saya sudah balik duluan ke Indonesia tanggal 5 September yang lalu. Sekarang saya tinggal bersama Ibu. Pasti langsung pada bilang “wow” deh. Gak, kok. Liburan ini tidak se”wow” yg kalian semua perkirakan. Kami berkeliling Eropa dengan menggunakan kereta api sebagai sarana transportasi, yang mana tarifnya jauh lebih murah daripada menggunakan pesawat. Kami juga menginap di hotel2 yg biasa saja, yang penting dekat dengan stasiun kereta. Berasa banget deh petualangannya. Gotong2 koper naik turun kereta. Hasilnya adalah lengan saya berotot, betis saya nampak seperti talas Bogor, dan kulit saya semakin gosong saja. Ternyata di sebagian negara Eropa masih summer, saudara-saudara. Damn, global warming!

Ini adalah perjalanan yang sangat menyenangkan. Beberapa hari yang lalu ketika mengunjungi Frankfurt, saya ketemuan dengan sepupu saya yang tinggal di sana, yang sudah sekitar 8 tahun tidak pernah ketemu. Apa yang kami lakukan di sana? Yup, kami secara impulsif menonton konser youth symphony orchestra. Di gedung opera, pula. Gimana saya gak senang dan surprised?!? Konsernya super keren. Thanks my cousin, Mbak Ninta. If you weren’t there, we would never know that there would be a concert since we (me & mom) don’t understand German language.

Alte Oper Frankfurt, where we watched that amazing concert. πŸ™‚

Sekarang saya menulis postingan ini di sebuah kamar hotel di Lourdes, kota kecil di selatan Prancis. Suasana religius menyelimuti kota ini. Kota yang amat sangat nyaman. Kemarin sore saya mengikuti misa harian. Malamnya saya ikut serta dalam prosesi lilin sambil berdoa Rosario bersama beribu-ribu umat Katolik dari seluruh dunia. Suasananya begitu magis. Saya terharu karena ternyata masih banyak orang-orang yang ingat untuk berdoa dan mengucap syukur pada Tuhan. Saya jadi malu karena kadang saya suka malas berdoa. Ini adalah kali ketiga saya datang ke Lourdes. Pertama kali ke sini saya berumur 3 atau 4 tahun. Saya tidak ingat apa2 karena masih kecil. Kali kedua adalah 4 tahun yang lalu dan sepertinya pada saat itu saya hanya menganggap kunjungan ke sini sebagai sebuah rekreasi sehingga saya tidak terlalu merasakan perubahan setelah pulang dari sini. Dan pada kunjungan yang sekarang, saya begitu menghayati. Saya juga gak tau kenapa. Mungkin karena sekarang saya ke sini hanya berdua dengan Ibu, yang memang amat sangat religius sehingga saya juga jadi termotivasi untuk berdoa. Semoga kunjungan kali ini tidak hanya berakhir menjadi sebuah “kunjungan” biasa, melainkan dapat membawa perubahan yang lebih baik untuk diri saya. Baru kali ini juga saya memperhatikan suasana di Lourdes dengan seksama. Begitu banyaknya orang sakit yang datang ke sini dengan pengharapan bahwa mereka akan sembuh. Mereka benar-benar membuat saya lebih mensyukuri segala yang saya punya. Saya punya bagian tubuh yang lengkap, saya bisa beraktivitas dengan mudah. Tapi, masih suka mengeluh. Sedangkan bahkan ada di antara mereka yang menggerakkan tangan saja tidak bisa. Kasihan sekali.

Puncaknya adalah tadi pagi saya mengikuti misa pemuda (Youth Mass). Sebagian besar umat yang hadir adalah anak-anak muda yang menjadi volunteer di Lourdes selama beberapa minggu. Di akhir misa, Ibu bilang : “La, coba kamu ikut jadi volunteer tahun depan. Untuk tambah pengalaman dan cari teman.” Saya pikir : “Ide bagus nih. Mungkin tahun depan saya akan coba daftar jadi volunteer” Semoga impian itu bisa tercapai.

Banyak orang datang ke Lourdes untuk melihat mukjizat. Di sini ada sungai yang tidak pernah kering semenjak terjadi penampakan Bunda Maria kurang lebih 100 tahun yang lalu. Orang-orang datang ke sini untuk meminum air tersebut dan berharap segala penyakit mereka sembuh. Tapi, tanpa kepercayaan, air itu tidak berarti apa-apa. Jadi, intinya kalau kalian datang ke Lourdes, kalian harus percaya bahwa Tuhan dengan perantaraan Bunda Maria akan menyembuhkan kalian. Bukan air yang menyembuhkan, tapi kepercayaan kalian sendirilah yang menyembuhkan. Seperti yang tertulis di papan di samping keran air di katedral Lourdes : “This water is nothing if you have no faith”.

This is a really great holiday, indeed. I hope that this is a good beginning of my new life as a master student in UK, starting from September 26th. Minggu depan Ibu sudah balik ke Indonesia dan saya akan tinggal sendiri di UK. Kalau teman-teman saya bisa bertahan di negeri orang, saya juga pasti bisa!