Dear God, This Is Me.

Apakah di antara kalian ada yang pernah secara khusus menulis surat untuk Tuhan? Saya sih belum pernah. Tapi, kalau “curhat” dengan Tuhan sih sering. Biasanya, ketika sedang ada masalah atau ketika lagi sangat bahagia, saya memperpanjang waktu doa malam saya untuk sekedar “cerita-cerita” dengan Tuhan. Kadang ada sesuatu hal yang saya rasa terlalu memalukan untuk di-share ke orang tua atau para sahabat. Namun, bagi saya tidak ada hal yang terasa memalukan untuk saya share dengan Tuhan.

Menyambung postingan sebelumnya tentang film “Letters to God”, saya ingin menceritakan garis besar dari film tersebut. Tokoh utamanya adalah Tyler, seorang penderita kanker stadium lanjut di usianya yang masih kanak-kanak. Dia rutin menulis surat untuk Tuhan, menceritakan hari-harinya. Tidak pernah ada nada keluhan di dalam tulisan-tulisannya. Yang ada hanyalah kata-kata penyemangat yang memacu dirinya sendiri untuk sembuh. Dia amat sangat percaya bahwa Tuhan pastilah mampu menyembuhkannya. Film ini menurut saya bagus banget dan sangat saya rekomendasikan buat orang-orang yang masih mencari-cari keberadaan Tuhan. Oiya, film ini juga based on a true story.

Saya belajar apa dari film itu? Saya belajar bahwa gak ada yang perlu ditakutin di dunia ini karena Tuhan akan memastikan bahwa semuanya beres. Jadi, kita tenang aja. Kegagalan dan kematian, itu mungkin 2 hal yang paling ditakutkan oleh manusia. Tapi, Tuhan (yang dipercayai oleh semua penganut agama) selalu bilang : “Jangan Takut!”

Pernah gak sih saya mempertanyakan dan meragukan keeksisan Tuhan? Jawabannya adalah “pernah banget”. Kejadiannya waktu saya berumur 15 tahun. Usia yang merupakan titik terendah dalam hidup saya. Sebenarnya masa-masa itu ingin saya kubur dalam-dalam dan gak pengen saya ingat-ingat lagi. Waktu itu saya sampai pada tahap di mana saya membuat statement seperti ini : “Katanya Tuhan itu ada. Kalau Tuhan ada, kok dia ngebiarin gw ancur kayak gini? Gw udah rajin berdoa, tapi kok gw tetep gagal ya?” Saya pernah berada di situasi seperti itu.

Tapi, berkat Tuhan emang selalu datang dengan cara yang misterius, yang menurut saya kadang malah gak masuk akal. Dan pada akhirnya saya cuma bisa mengucapkan “Terima kasih Tuhan”.

Jadi menurut saya betapa sombongnya orang-orang yang merasa bahwa mereka bisa berhasil tanpa pertolongan Tuhan. Saya tidak perlu melihat DIA untuk percaya kepada-NYA. Karena saya telah merasakan karya-karya tangan-NYA di dalam hidup saya. Itu luar biasa.

Anyway, buat yang belum pernah, bisa dicoba tuh ngadain “sesi curhat” dengan Tuhan. Ketika sahabat-sahabat dan orang tua kalian sedang sibuk, Tuhan tidak pernah sibuk untuk mendengarkan “curhatan” kalian yang se-gak penting apapun itu. 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s