Randomly Random

Kenapa judulnya “Randomly Random”? Karena hidup saya akhir-akhir ini agak random alias gak jelas. Berbagai kejadian yang lucu, menyedihkan, menyenangkan semuanya saya alami.

Pertama. Email penolakan dari UPMC dan tidak diterimanya aplikasi beasiswa BGF saya. Tadi pagi akhirnya saya bisa curhat dengan teman seperjuangan saya. Ternyata teman saya itu juga ditolak di salah satu universitas di Prancis. Bedanya dia apply untuk tingkat licence (S1) dan dia mendaftar sekaligus di 12 universitas. Jadi, kalau 1 ditolak masih ada harapan untuk diterima di tempat yang lain. Jadilah tadi dia menyemangati saya dengan kata-kata : “masih ada tahun depan, Ella. Semangat ya!” Iya, saya masih semangat kok. Buktinya saya masih bisa ketawa-ketawa.

Kedua. Saya baru sadar kalau kemarin sudah masuk hari pertama di bulan Mei. Yang berarti September tinggal hitungan bulan saja. Dan saya akan berangkat akhir Agustus. 3 bulan lagi saya harus ciao dari Indonesia untuk mulai kuliah lagi. Yeay..kuliah! Menghadapi tetek bengek kuliah S2 ini, yang paling heboh adalah kedua orang tua saya, terutama Ibu. Beliau sudah menyiapkan banyak sekali long coat buat persiapan pas musim dingin di sana. Bingung juga nanti gimana cara bawanya, coba baju-baju setebal itu. Selain itu, Ibu juga ribut nyuruh saya belajar masak. Pengalaman tinggal sendiri di Bandung selama 4 tahun tidak berhasil membuat saya bisa masak. Saya cuma bisa masak popmie *popmie, bukan indomie lho* dan ngangetin makanan doang. hehe. Jadi, saya harus belajar masak! *mengepalkan tangan* Tapi, saya cuma mau belajar masak sama Ibu, dan tau sendiri Ibu saya sibuknya luar biasa dengan pekerjaan kantornya. Ujung-ujungnya tertunda lah keinginan untuk belajar masak.

Ketiga. Bandung getaway yang gagal. Seharusnya weekend kemarin saya ke Bandung buat kumpul-kumpul dengan teman kuliah. Ternyata, rencana itu harus batal di detik-detik terakhir. Bahkan, Sabtu siang itu – ketika Jakarta tengah diguyur hujan lebat – saya sudah sampai di travel, siap berangkat. Tapi, apa daya akibat teman-teman saya yang sekarang sudah pada sibuk berkarir, batal-lah rencana itu. Katanya minggu ini mau direalisasikan sih. Tapi, gak tau jadi apa gak. Honestly, I miss Bandung so much. Masa saya tiba-tiba kangen sama kuliner di Bandung? Kangen sama kedai-kedai makanan di sekitar kosan saya. Apa kabar ya Bebor? Dulu si mas-mas yang jualan sampai hafal sama saya saking seringnya saya makan di sana. Toko You juga. Kangen nasi tim ayam-nya yang enak gila.

Keempat. Saya off ngelab selama 3 minggu. Penting banget dilaporin di sini. Awal atau pertengahan Agustus kegiatan aktivitas magang saya akan berakhir, yang berarti saya harus menyerahkan laporan magang, supaya bisa mendapatkan sertifikat. Sejak minggu lalu saya mulai mencicil menyusun laporan tersebut. Lumayan lah, setidaknya saya sudah ada niat untuk memulai menyelesaikannya. Semoga di akhir minggu ini bisa beres. *fingers crossed*

Kelima. Saya punya murid baru. Sebenarnya dia murid limpahan dari guru piano saya. Kali ini murid saya adalah seorang ekspatriat. Ada enak dan tidak enaknya. Enaknya adalah fee saya jauh lebih besar *karena pakai harga bule* dan durasi kursusnya lebih pendek. Tidak enaknya adalah murid saya yang satu ini snob abis. Kalau dikasih tau, ngeyel. Selain dia, saya juga masih punya 2 murid yang sangat adorable. Mereka kakak beradik yang lucu dan yang membuat saya senang adalah mereka sekeluarga (termasuk bapak, ibu, dan eyangnya) punya passion yang besar di musik. Saya gak pernah membayangkan bahwa saya bisa melepas stress dengan cara mengajar piano. I can’t believe that now I get paid by doing such of this refreshing activity.

Keenam. Saya sudah saling berkirim email dengan salah seorang anak PPI di ncl. Saya menanyakan berbagai hal tentang perkuliahan di sana. Sedikit banyak, saya telah memperoleh pencerahan. Sayang sekali, bulan September ini dia sudah bakal lulus. Kita gak bisa ketemu deh di sana.

Ketujuh. Saya masih suka sama seseorang yang nun jauh di sana, padahal banyak perbedaan yang terbentang. Bodo,ah. Saya mau menikmati perasaan ini dulu, sebelum saya ketemu sama seseorang yang baru lagi yang (mungkin) lebih tepat buat saya.

Kedelapan. Saya akhirnya nemu novel “Extremely Loud & Incredibly Close” nya Jonathan Safran Foer. Sudah setaunan ini saya nyari novel tersebut dan gak pernah dapet. Bahkan ketika saya liburan tahun baru yang lalu ke Singapura, saya mengubek-ubek rak buku di Borders dan tidak menemukannya. Kemarin, by accident saya akhirnya menemukan keberadaan buku ini (yang hanya tersisa sebanyak 3 eksemplar) di Kinokuniya Plaza Senayan, sodara-sodara. Senangnya minta ampun. Akan segera membacanya setelah saya menyelesaikan novel “Negeri 5 Menara” nya A. Fuadi yang sedikit lagi beres. Saya ada ide nih, kira-kira seru kali ya kalau saya bikin 1 kategori lagi di blog saya, yaitu book review? Hihi..selama ini saya selalu (gak selalu juga sih) menulis review di account Good Reads saya.

Quite random, huh?

Well, selamat tinggal April yang penuh dengan ketidak jelasan. Selamat datang Mei, yang semoga lebih jelas dari bulan April! Hehe 🙂

Thanks, sudah merelakan waktu Anda untuk menikmati kerandom-an saya hari ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s