Month: May 2011

So Long, My Cellphone!

My Lovely Noki

Akhirnya saya harus berpisah juga dengan handphone GSM legendaris milik saya. Sebuah handphone jadul dengan merk Nokia yang saya juga sudah lupa seri berapa. HP tersebut sangat berarti bagi saya, walaupun akhir-akhir ini bentuknya sudah semakin menjijikkan saja. Postingan di blog kali ini akan saya dedikasikan untuk HP saya tercinta.

Berikut adalah fakta-fakta tentang my lovely noki (jiaahh sok imut) :

1. Saya membeli HP ini pada tanggal 26 Desember 2006. Jadi, sekarang usianya sudah 4 tahun lebih.

2. HP ini jadi saksi kehidupan saya selama menjadi mahasiswa ITB, sejak TPB sampai lulus. Di dalamnya, tersimpan foto-foto saya waktu masih jaman-jamannya kuliah di GKU Barat, jaman-jaman osjur, kuliah lapangan, foto hasil praktikum, dan bahkan ada foto yang memperlihatkan kehebohan seluruh anak mikro 06 ketika hari pertama praktikum mikrobiologi analitik. Oiya, ada foto kamar kosan saya juga. (huuu..jadi kangen kosan KGU 28). Berhubung kabel data HP ini sudah hilang entah kemana, foto-foto tersebut tidak bisa diselamatkan deh. 😦

3. HP nokia saya itu keren banget lho pada masanya. Keypad-nya, yang di bagian samping ada kamera 2 mega pixel, dapat diputar 180 derajat sehingga kita bisa mengambil foto diri dari berbagai sudut. HP ini benar-benar cocok buat orang yang narsis.

4. HP ini amat sangat tahan banting. Tahan banting dalam arti sebenarnya ya. Mungkin pernah jatuh lebih dari 10 kali. Akan tetapi masih bisa dipergunakan. Hanya lecet-lecet sedikit pada body-nya.

5. Pernah nge-hang beberapa kali karena dipaksa menampung beribu-ribu SMS.

6. Ganti baterai 2 kali. Baterai yang pertama menggembung dan kayak mau meledak gitu. Serem lah pokoknya.

7. Casing bagian belakangnya sudah copot.

8. HP ini canggih banget. Bisa tiba-tiba menelepon sendiri ke nomor yang ada di kontak, padahal dalam keadaan terkunci. Bisa jadi HP ini punya kekuatan mistis. Haha. Sudah banyak yang jadi korban kemisteriusan HP ini. Terakhir adalah Bapak dan supir saya.

Ya, itulah fakta mengenai HP saya. Saya patut berterima kasih karena barang itu telah menemani hari-hari saya selama 4 tahun terakhir ini. Untuk menggantikan HP itu, sekarang saya memakai HP lungsuran Bapak saya yang agak lebih bagusan lah.

So long, my noki. Thanks for all these years :’)

I’ll Be Careful

Tadi malam, tiba-tiba saya menerima sebuah pesan BBM dari seorang teman saya. Isinya kurang lebih seperti ini : “La, nanti kalau loe udah kuliah di sana, jangan kebanyakan gaul sama anak Indonesia ya, La! Anak-anak Indo di sana parah.”

Apakah benar seperti itu keadaan di sana?

Sekitar 3 bulan dari sekarang saya akan berangkat dan sejak beberapa waktu lalu saya sudah mulai mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang keadaan di sana. Seperti yang saya ceritakan di postingan sebelum ini, saya sudah menjalin kontak dengan beberapa mahasiswa Indonesia di sana. Sejauh ini respons mereka positif dan sepertinya mereka adalah anak baik-baik yang tidak macam-macam kok.

Saya tahu bahwa kota tempat saya akan tinggal, belajar, dan melewatkan 1 tahun ke depan itu adalah suatu kota yang terkenal dengan nightlife-nya. Tapi, niat saya pergi ke sana adalah untuk belajar. Semoga niat itu tidak tergoyahkan sampai akhir masa studi saya nanti.

Buat teman saya, terima kasih sudah mengingatkan saya. Saya akan berhati-hati, pastinya.

Makasih ya, dit! 🙂

Randomly Random

Kenapa judulnya “Randomly Random”? Karena hidup saya akhir-akhir ini agak random alias gak jelas. Berbagai kejadian yang lucu, menyedihkan, menyenangkan semuanya saya alami.

Pertama. Email penolakan dari UPMC dan tidak diterimanya aplikasi beasiswa BGF saya. Tadi pagi akhirnya saya bisa curhat dengan teman seperjuangan saya. Ternyata teman saya itu juga ditolak di salah satu universitas di Prancis. Bedanya dia apply untuk tingkat licence (S1) dan dia mendaftar sekaligus di 12 universitas. Jadi, kalau 1 ditolak masih ada harapan untuk diterima di tempat yang lain. Jadilah tadi dia menyemangati saya dengan kata-kata : “masih ada tahun depan, Ella. Semangat ya!” Iya, saya masih semangat kok. Buktinya saya masih bisa ketawa-ketawa.

Kedua. Saya baru sadar kalau kemarin sudah masuk hari pertama di bulan Mei. Yang berarti September tinggal hitungan bulan saja. Dan saya akan berangkat akhir Agustus. 3 bulan lagi saya harus ciao dari Indonesia untuk mulai kuliah lagi. Yeay..kuliah! Menghadapi tetek bengek kuliah S2 ini, yang paling heboh adalah kedua orang tua saya, terutama Ibu. Beliau sudah menyiapkan banyak sekali long coat buat persiapan pas musim dingin di sana. Bingung juga nanti gimana cara bawanya, coba baju-baju setebal itu. Selain itu, Ibu juga ribut nyuruh saya belajar masak. Pengalaman tinggal sendiri di Bandung selama 4 tahun tidak berhasil membuat saya bisa masak. Saya cuma bisa masak popmie *popmie, bukan indomie lho* dan ngangetin makanan doang. hehe. Jadi, saya harus belajar masak! *mengepalkan tangan* Tapi, saya cuma mau belajar masak sama Ibu, dan tau sendiri Ibu saya sibuknya luar biasa dengan pekerjaan kantornya. Ujung-ujungnya tertunda lah keinginan untuk belajar masak.

Ketiga. Bandung getaway yang gagal. Seharusnya weekend kemarin saya ke Bandung buat kumpul-kumpul dengan teman kuliah. Ternyata, rencana itu harus batal di detik-detik terakhir. Bahkan, Sabtu siang itu – ketika Jakarta tengah diguyur hujan lebat – saya sudah sampai di travel, siap berangkat. Tapi, apa daya akibat teman-teman saya yang sekarang sudah pada sibuk berkarir, batal-lah rencana itu. Katanya minggu ini mau direalisasikan sih. Tapi, gak tau jadi apa gak. Honestly, I miss Bandung so much. Masa saya tiba-tiba kangen sama kuliner di Bandung? Kangen sama kedai-kedai makanan di sekitar kosan saya. Apa kabar ya Bebor? Dulu si mas-mas yang jualan sampai hafal sama saya saking seringnya saya makan di sana. Toko You juga. Kangen nasi tim ayam-nya yang enak gila.

Keempat. Saya off ngelab selama 3 minggu. Penting banget dilaporin di sini. Awal atau pertengahan Agustus kegiatan aktivitas magang saya akan berakhir, yang berarti saya harus menyerahkan laporan magang, supaya bisa mendapatkan sertifikat. Sejak minggu lalu saya mulai mencicil menyusun laporan tersebut. Lumayan lah, setidaknya saya sudah ada niat untuk memulai menyelesaikannya. Semoga di akhir minggu ini bisa beres. *fingers crossed*

Kelima. Saya punya murid baru. Sebenarnya dia murid limpahan dari guru piano saya. Kali ini murid saya adalah seorang ekspatriat. Ada enak dan tidak enaknya. Enaknya adalah fee saya jauh lebih besar *karena pakai harga bule* dan durasi kursusnya lebih pendek. Tidak enaknya adalah murid saya yang satu ini snob abis. Kalau dikasih tau, ngeyel. Selain dia, saya juga masih punya 2 murid yang sangat adorable. Mereka kakak beradik yang lucu dan yang membuat saya senang adalah mereka sekeluarga (termasuk bapak, ibu, dan eyangnya) punya passion yang besar di musik. Saya gak pernah membayangkan bahwa saya bisa melepas stress dengan cara mengajar piano. I can’t believe that now I get paid by doing such of this refreshing activity.

Keenam. Saya sudah saling berkirim email dengan salah seorang anak PPI di ncl. Saya menanyakan berbagai hal tentang perkuliahan di sana. Sedikit banyak, saya telah memperoleh pencerahan. Sayang sekali, bulan September ini dia sudah bakal lulus. Kita gak bisa ketemu deh di sana.

Ketujuh. Saya masih suka sama seseorang yang nun jauh di sana, padahal banyak perbedaan yang terbentang. Bodo,ah. Saya mau menikmati perasaan ini dulu, sebelum saya ketemu sama seseorang yang baru lagi yang (mungkin) lebih tepat buat saya.

Kedelapan. Saya akhirnya nemu novel “Extremely Loud & Incredibly Close” nya Jonathan Safran Foer. Sudah setaunan ini saya nyari novel tersebut dan gak pernah dapet. Bahkan ketika saya liburan tahun baru yang lalu ke Singapura, saya mengubek-ubek rak buku di Borders dan tidak menemukannya. Kemarin, by accident saya akhirnya menemukan keberadaan buku ini (yang hanya tersisa sebanyak 3 eksemplar) di Kinokuniya Plaza Senayan, sodara-sodara. Senangnya minta ampun. Akan segera membacanya setelah saya menyelesaikan novel “Negeri 5 Menara” nya A. Fuadi yang sedikit lagi beres. Saya ada ide nih, kira-kira seru kali ya kalau saya bikin 1 kategori lagi di blog saya, yaitu book review? Hihi..selama ini saya selalu (gak selalu juga sih) menulis review di account Good Reads saya.

Quite random, huh?

Well, selamat tinggal April yang penuh dengan ketidak jelasan. Selamat datang Mei, yang semoga lebih jelas dari bulan April! Hehe 🙂

Thanks, sudah merelakan waktu Anda untuk menikmati kerandom-an saya hari ini.