Predictable Rejection

I got 2 rejection emails 2 days in a row. Gimana rasanya? Tentu saja ada sedikit penyesalan. Tapi, ya sudahlah. Yang penting saya sudah mencoba sehingga saya tidak akan dihantui oleh rasa penasaran seumur hidup. Toh, saya sudah diterima di satu universitas lain yang tidak kalah bagus kok.

Pada detik ini, semua frase yang berawalan “kalau saja” sedang berkecamuk di kepala saya. Kalau saja dulu nilai mata kuliah S1 saya straight A, pasti sekarang saya bisa dengan mudahnya mendapatkan beasiswa ya. Kalau saja dulu saya belajar lebih serius lagi, pasti saya bisa lulus dengan predikat cum laude dan pastinya sekarang akan mudah untuk diterima di berbagai universitas terbaik dunia. Dan sederet “kalau saja” yang lain, yang intinya adalah penyesalan. Penyesalan yang tidak berguna.

Jadi, ya diterima aja lah ya hasil akhir ini. Mungkin saya harus mencari sisi positif dari keadaan ini. Saya tidak perlu bimbang lagi antara mau melanjutkan kuliah di Prancis atau UK, karena yang di Prancis sudah jelas-jelas tidak diterima. So, sekarang benar-benar harus mengerahkan segala pikiran, mental, dan tenaga buat UK. Yeah keep fighting, Ella!!!

Memang sih, dulu saya pernah menggebu-gebu sekali untuk lanjut kuliah di Prancis sampai saya niat mengambil kursus Bahasa Prancis. Bahkan sekarang sedang mempersiapkan ujian DELF. Rasanya useless ya punya sertifikat DELF, tapi gak bisa lanjut kuliah di Prancis.  But for me, there’s no such things as a useless effort. Kalau belum bisa kuliah Master di Prancis, mungkin nanti saya malah bisa kuliah Doktoral di sana. Semoga!

Prancis adalah impian saya. UK adalah kenyataan yang akan segera saya jalani. Mari jalani kenyataan yang ada, sambil terus mengejar mimpi. Saya janji mau belajar dengan sangat serius dan lulus dengan memuaskan tahun depan. Kesalahan yang lalu tidak boleh terulang lagi.

Prancis, semoga kita bisa bertemu pada akhir tahun 2012 atau awal 2013 nanti ya! 🙂

Oiya, ternyata begini ya rasanya ditolak. Sakit! Haha..soalnya sejak beberapa bulan yang lalu saya selalu terima email yang isinya confirmation of acceptance gitu2 yang membuat saya merasa agak “di atas angin”. Lesson learned : jadi orang gak boleh greedy.

ps: saya gak terlalu shock, karena sudah memprediksi bahwa kemungkinan besar saya gak diterima. Saya mendaftar ke UPMC alias medical school-nya Sorbonne. Keputusan yang amat sangat nekad dan sejak awal saya berkeyakinan bahwa hanya keajaiban yang bisa membuat saya diterima di sana.

Lord knows dreams are hard to follow. But don’t let anyone tear them away. Hold on there will be tomorrow. In time you’ll find the way

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s