faithfullness

Pernah dengar 2 kalimat seperti ini? “Eh gw udah 7 tahun naksir cowok itu lho. Gw setia banget lah pokoknya” atau “Gw tuh orangnya setia. Buktinya gw udah 2 tahun pacaran sama si dia.” Kutipan pertama menggambarkan seseorang yang bego *ngaca. percayalah, itu adalah gambaran diri saya beberapa tahun yang lalu*. Kutipan kedua menggambarkan seseorang yang terlalu naif.

Lalu, bagaimana dong definisi dari k e s e t i a a n ? Mungkin kisah nyata yang akan saya sampaikan di bawah ini, bisa sedikit membantu kita untuk mendefinisikan arti dari kesetiaan.

Dua hari terakhir ini, ketika saya & ibu saya melakukan doa pagi di gereja, saya melihat sepasang suami istri  paruh baya (belum terlalu tua, mungkin 50-early 60s). Sang istri nampak masih sehat, tapi sang suami harus dibantu sebuah tongkat ketika berjalan. Untuk bangun dari duduknya saja, sang suami nampak kepayahan dan saya melihat raut keputusasaan di wajahnya. Dia tampak sangat benci dengan kondisinya. Namun, apa yang dilakukan sang istri? Tidak ada raut kesedihan di wajahnya. Yang ada hanyalah raut wajah tegar. Dia juga tidak mengasihani suaminya. Ketika suaminya kepayahan untuk bangun dari duduknya, dia menepuk-nepuk pundak suaminya memberi semangat, meyakinkan bahwa dia bisa. Selanjutnya mereka akan berjalan berdampingan meninggalkan gereja. Cerita selesai.

Saya tidak tahu apakah mereka setiap hari ke gereja atau tidak, tapi yang pasti dua hari berturut-turut – kemarin dan tadi pagi – saya melihat mereka. Sebuah potret kehidupan yang membuat saya berpikir tentang makna yang lebih dalam dari yang selama ini saya pahami tentang  sebuah kata sederhana, kesetiaan. Oh, ternyata kesetiaan itu tidak bisa diukur dari berapa lama kita mampu berharap kepada satu orang tertentu. Oh, ternyata kesetiaan juga tidak semata diukur dari berapa lamanya kita mampu bertahan dengan orang yang sama dalam suatu hubungan yang kita sebut pacaran, toh?

Ketika kita memutuskan untuk menikah dengan seseorang yang menjadi pilihan kita, mulai detik itu juga kita meneken kontrak seumur hidup untuk mencintai pasangan kita, lengkap dengan kelebihan dan kekurangannya. Mulai saat itu juga, kita harus berani bilang : “Saya mencintai kamu tidak semata karena kamu ganteng, kaya, lucu, pintar, bla..bla..bla.., tapi saya akan tetap mencintaimu walaupun suatu saat nanti kamu sudah gak ganteng lagi, meskipun someday ada saat-saat di mana kamu gagal…”

Kesetiaan juga bisa dilihat ketika seseorang tidak bosan menghabiskan sebagian besar waktunya dengan orang yang sama selama berpuluh-puluh tahun. Prediksi saya, sepasang suami istri yang saya temui di gereja itu minimal sudah berumah tangga selama 30 tahun.

Dan pertanyaan-pertanyaan di bawah ini mulai berkecamuk di kepala saya….

Suatu saat nanti, ketika saya sudah punya suami, apakah saya bisa bertahan bertahun-tahun hidup bersama dengan dia? Apakah saya tidak bosan setiap hari mendapati diri bangun dari tidur di samping orang yang itu-itu saja selama berpuluh-puluh tahun? Apakah saya sanggup menyembunyikan ekspresi bete dari wajah saya ketika saya & suami sama-sama pulang dari bekerja dengan kondisi badan lelah? Apakah saya tetap sanggup berada di sisinya ketika dia mulai sakit-sakitan, tidak berdaya, dan rupanya sudah jauh dari kategori ganteng? Dan apakah sampai jauh setelah janji pernikahan diucapkan, saya tetap bisa menganggap dia sebagai anugerah terindah yang pernah diberikan oleh Tuhan kepada saya? Sebelum saya benar-benar mengambil keputusan bulat untuk menikah, saya akan pastikan bahwa kesemua pertanyaan di atas akan saya jawab dengan satu kata : YA!

Jadi, kalau kamu baru pacaran selama 2 tahun, terus dengan percaya dirinya bilang bahwa kamu adalah seorang yang setia, kayanya harus dipikirkan lagi deh. 🙂

Kesetiaan kepada seseorang adalah kemampuan untuk menunjukkan dan merasakan rasa cinta yang sama atau bahkan lebih dari  ketika masih dalam tahap pedekate saat kita sudah berpuluh-puluh tahun hidup bersama. Saya masih menunggu seseorang yang bisa dan mau saya ajak berbagi kesetiaan. *nah, ujung2nya curcol. abaikan.* Itulah definisi ngaco ala saya.

gambar dipinjam dari sini & sana.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s