Love, simple yet complicated

 

Valentine’s Day is an annual commemoration held in February 14 celebrating love and affection between intimate companion.

-wikipedia

Setuju gak sama kalimat di atas? Saya gak setuju, sayangnya. Valentine’s Day tidak spesifik buat mereka yang sedang dimabuk asmara saja. Lantas, apakah saya merayakan Valentine’s Day? Tidak juga. Tapi, saya tidak skeptis. Hari ini, mari bicara cinta. Mumpung momennya pas. Ya, cinta. Kata yang sangat sederhana, namun abstrak, mampu membuat kita tersenyum bahagia sekaligus menangis. Kata yang maknanya tidak sesederhana alfabet penyusunnya.

Saya, kamu, kita semua bisa ada di dunia ini karena cinta orang tua kita, bukan? Menurut saya, semua orang punya cinta dengan kadar yang berbeda-beda. Termasuk penjahat, teroris, siapapun lah. Mereka juga punya cinta, hanya saja mungkin kadarnya sedikit dan tertutup oleh kekejamannya. Coba bayangkan kalau semua orang di dunia ini memaksimalkan keberadaan cinta yang mereka miliki itu dan membaginya dengan sesama. Gak akan ada perang.

Cinta itu maknanya luas. Tidak hanya cinta buat pacar. Tadi pagi saya mendengarkan radio yang sedang membahas tentang Valentine’s Day. Saya ingat ada seorang pendengar yang sms seperti ini : “Valentine’s Day cuma buat anak ABG” Lagi-lagi saya harus bilang bahwa saya gak setuju. šŸ™‚ Memang sih perayaan Valentine’s Day paling seru pas jaman SMP dan SMA. Dulu setiap tanggal 14 Februari saya dan teman-teman pasti tukeran coklat.

Dalam kehidupan saya, ada 4 cinta yang saya miliki. Pertama, cinta untuk Tuhan (kadarnya paling tinggi). Kedua, cinta untuk orang tua. Ketiga, cinta untuk para sahabat saya. Terakhir, cinta untuk pacar. Berhubung yang terakhir belum ada, jadi belum bisa diekspresikan deh. Hehe.. šŸ˜€

Yah, akhirnya setelah muter-muter gak jelas, kita ngebahas cinta dalam konteks romansa. Sahabat saya pernah bilang begini sama saya : “La, loe jago banget ya ngasih nasihat soal cinta. Oh iya, gw lupa loe kan jomblo ya.” Nyelekit banget sih sebenarnya. Tapi, benar lho. Semakin kita sering dikecewakan, kita semakin paham soal cinta. *lho kok jadi curhat?*

Saya belum pernah pacaran hingga saat ini, ketika usia hampir menginjak angka 23.Ā  Ngeceng, ngegebet, naksir-naksiran, atau apapun istilahnya itu sih sering. Mungkin kalian berkata, sedih banget sih loe! Sedih sih gak. Saya memang belum siap untuk memberikan hati saya hanya pada 1 orang lelaki. Saya sangat mudah jatuh cinta. A simple care can make me fall in love. Teman lelaki saya banyak banget, tapi mereka cuma sekedar teman buat diskusi. Menurut saya, diskusi sama cowok lebih enak, karena pada akhirnya saya bisa mendapatkan solusi yang masuk akal. Beda kalau diskusi sama cewek, ujung-ujungnya ngegosip. Di satu sisi, jalan pikiran saya memang seperti cowok. But, I’m very girly inside.

Saya senang karena bisa berteman baik dengan beberapa bekas gebetan saya setelah rasa “lebih dari sekedar teman” yang dulu kami miliki itu hilang. Itu merupakan salah satu hal yang wajib disyukuri, bukan?

Jadi, kalau saya belum punya pacar, itu bukan karena keadaan. Saya tidak mau lagi bilang bahwa saya belum menemukan lelaki yang cocok dengan saya atau alasan apapun lah. Simpel saja, saya memang belum siap untuk berkomitmen dan kali ini Tuhan sependapat dengan saya. So, DIA belum ngasih si jodoh itu buat saya. Dengan status jomblo, bukan berarti saya tidak bahagia di hari Valentine. Hari ini saya bisa berbagi senyum dengan teman-teman yang berada di dalam 1 lingkup pergaulan saya saat ini.

Lalu, sudah paham makna c i n t a ? Ah, cinta ada bukan untuk dipahami, tapi untuk dirasakan. *tsaah*

Akhir kata, boleh kan saya mengucapkan Happy Valentine? Finally, pengen mengutip kata-kata sakti dari para jomblo di seluruh dunia : kasih sayang bisa diekspresikan setiap hari kepada orang-orang di sekitar kita, tidak hanya di hari Valentine.

love is a virtue representing all of human kindness, compassion, and affection

-wikipedia

ps. bahkan wikipedia aja bingung mendeskripsikan cinta~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s