New “Job”, New Experience

Hari ini tepat 2 minggu sudah saya magang di laboratorium suatu universitas swasta di Jakarta. Dan dengan suksesnya saya bolos hari ini, karena batuk yang tidak ada hentinya dan juga tadi siang mendadak badan saya demam. Jadi, saya putuskan untuk tidak masuk dulu untuk hari ini. Saya magang sebagai asisten peneliti di sana. Kenapa saya pilih magang dan bukannya melamar saja jadi staff/karyawan/dosen di sana? Mungkin sebagian dari teman-teman sudah mengetahui alasannya. Fokus utama saya pada saat ini adalah mempersiapkan segala hal yang berhubungan dengan rencana studi master saya di Eropa akhir tahun ini. Mulai dari mengurus akomodasi, visa pelajar, hingga persiapan mental. Alasan kedua adalah, saya tidak mau melepas aktivitas les Prancis saya yang sudah kepalang tanggung karena sekarang sudah berada di level teratas. Dengan status saya yang sebagai ‘anak magang’, jadwal kerja saya fleksibel. Saya bisa ke lab setelah selesai les. 🙂

Dua minggu berada di tempat ini, saya sudah berpindah ke 2 lab yang berbeda. Pertama kali masuk, saya bekerja di lab riset, membantu penelitian seorang dosen di sana. Penelitiannya cukup menarik, tentang mikroba perairan. Di lab tersebut, saya seakan dipaksa untuk me-refresh segala keterampilan yang telah saya dapatkan dulu selama masih berkuliah di Mikrobiologi ITB. Mulai dari membuat larutan stok, membuat medium pertumbuhan bakteri, menyeleksi keberadaan mikroba, hingga isolasi bakteri dan jamur. Di sini, saya punya tanggung jawab untuk tidak mempermalukan almamater saya. Hehe..

Berhubung penelitian dosen tersebut sudah berakhir dan beliau akan segera berangkat ke luar negeri untuk melanjutkan studi S3nya sekaligus melanjutkan penelitiannya tersebut, maka sejak hari Senin yang lalu, saya dipindahkan ke lab kultur jaringan tumbuhan. Bidang ini merupakan sesuatu yang sama sekali baru bagi saya. Saya yang selama ini selalu berkutat dengan bakteri, virus, ataupun jamur, tiba-tiba dihadapkan dengan tumbuhan. Ketika kuliah, saya hanya belajar tentang tumbuhan di tingkat 1 dan sudah pasti pengetahuan yang saya miliki tentang hal ini sangatlah minim. Oleh karena itu, di lab yang baru ini, setiap hari adalah pembelajaran bagi saya. Syukurlah supervisor saya di lab ini baik banget, dan kebetulan dia juga 1 almamater dengan saya di ITB, bahkan 1 pembimbing juga. Teknisi di lab ini juga baik.

Kalau ditanya tentang bagaimana perasaan saya bekerja di tempat ini, saya akan menjawab bahwa saya senang. Bidang pekerjaan seperti inilah yang saya rasa cocok dengan keinginan saya. Seperti yang pernah saya tulis di status BBM saya beberapa minggu lalu, I love doing research. Saya berkeinginan bahwa suatu saat nanti, entah kapan, hasil penelitian saya bisa dipublikasikan dan langsung diaplikasikan untuk kepentingan masyarakat dunia, bukan Indonesia saja. Menurut saya, jadi peneliti itu tidak boleh egois hanya mau meningkatkan kesejahteraan orang-orang di negara asalnya saja.

Di universitas tempat saya magang ini, sebagian besar dosennya masih muda, berusia 30an tahun, tapi sudah bergelar Doktor. Hal tersebut memacu semangat saya untuk mengikuti jejak mereka. Saya juga ingin bergelar doktor sebelum berusia 30 tahun. Kalau bisa, saya pengen sudah bergelar Doktor ketika berusia 28 tahun *amin, ya Tuhan!*

Di akhir tulisan ini, saya ingin berbagi hal-hal yang harus dimiliki oleh orang-orang yang baru masuk ke dunia kerja (saya rasa tidak spesifik di field pekerjaan saya saja, ini berlaku umum). Pertama, tunjukkan antusiasme kita terhadap pekerjaan apapun yang didelegasikan kepada kita. Kedua, jangan takut bertanya. Lebih baik bertanya, daripada salah mengoperasikan sesuatu. Dan jangan malu bertanya sama orang yang lebih muda. Saya sendiri sering bertanya dengan anak-anak mahasiswa yang sedang penelitian di lab saya. Ketiga, kalau kita memang sudah punya keahlian dalam suatu hal, ketika ditanya oleh supervisor kita  langsung jawab dengan pasti bahwa kita bisa. Jangan ragu-ragu menjawabnya dan kerjakan dengan sepenuh hati. Keempat, kalau kita belum punya pengalaman dalam mengerjakan sesuatu yang baru, bilang bahwa kita belum bisa tapi jangan hilangkan raut wajah antusias kita dan katakan bahwa kita akan belajar tentang hal itu.

Sekali lagi, saya ingin bilang bahwa saya menikmati pekerjaan baru saya. Saya bahagia karena waktu ‘senggang’ cukup lama yang saya miliki ini bisa dimanfaatkan untuk menjalankan aktivitas yang positif. Semoga hal ini bisa memperkaya pengalaman saya dan meningkatkan kapasitas diri saya sebagai seorang (calon) scientist hebat di masa depan *amin* (impian saya ‘gila’ banget ya? biarin!)

fyi, saya magang di salah satu universitas swasta yang berlokasi di daerah Semanggi. Tebak aja sendiri. 😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s