2010 at a glance

Tahun 2010 tinggal tersisa 2 hari lagi. Sejujurnya, saya merasa tidak siap untuk mengucap selamat tinggal kepada tahun yang penuh dengan kenangan indah ini. Well, ada kenangan sedih juga sih. Banyakan yang sedih juga, kali. Tapi, akhir-akhir ini setiap saya teringat akan kenangan sedih di tahun 2010, saya malah berusaha untuk mencari sisi positif dari hal sedih itu. Baiklah, mari kita “rekap” sedikit kejadian-kejadian memorable di tahun 2010 ini.

Januari 2010, yang berarti akhir semester 7. Sebuah message yang masuk ke messenger saya pada tengah malam yg berasal dari seseorang yang saya sayang saat itu. Setelah selesai membaca pesan itu sampai selesai, saya tahu bahwa suatu hal yang bernama platonic love diantara saya dengan dia sudah gak mungkin dilanjutin lagi. Sedih? Pasti, lah. Sempet berpikir mau musuhan sama dia, sempet saya remove dia dari friendlist di social networking saya selama beberapa bulan. Akhirnya, setelah kami wisuda, saya ngajak dia baikan. Dan sekarang kita balik berteman lagi. Itu sisi positifnya.

Februari 2010, awal semester 8. Ulang tahun saya yang ke-22. Saya merayakannya sendirian di kamar kosan sambil menangis. Saya adalah orang yang jarang banget nangis, tapi saat itu pertahanan saya dan kegengsian saya runtuh. Apa yang menyebabkannya? TA saya gagal dan saya menyadari bahwa saya terancam gak bisa lulus tahun ini.

Maret 2010-Mei 2010. Kabar menggembirakan yang tidak disangka-sangka datang dari dosen pembimbing saya. TA saya bisa dilanjutkan. Maka, selama 3 bulan penuh itu saya ngebut mengerjakan TA dan skripsi secara bersamaan. Setiap hari dari pagi sampai sore saya berada di lab untuk melakukan PCR-elektroforesis. Begitu setiap hari.

Juni 2010. Pada bulan ini saya menjalani seminar dan sidang. Seminar saya lalui dengan lancar bak jalan tol. Saya mempresentasikan penelitian tugas akhir saya dalam bahasa inggris (Pede Jaya!). Akan tetapi, sidang saya hancur berantakan. Ya, saya terpaksa menjalani sidang 2 kali, sebelum dinyatakan lulus. Sedih? Anehnya, tidak. Saya menyadari bahwa saya kurang persiapan karena saya terlalu pede melihat kondisi yang saya alami waktu seminar. Ternyata, kondisi sidang sangat berbeda. Bersyukur pada saat itu, semua orang terdekat tidak berhenti memberikan support. Saya sama sekali tidak kehilangan semangat. Dan pada akhirnya, tanggal 30 Juni 2010, saya resmi memegang gelar Sarjana Sains. Puji Tuhan.

16 Juli 2010. Hari wisuda saya. Bangga rasanya bisa mengenakan toga, berjalan di Sabuga, bersalaman dengan rektor, dekan, serta ketua program studi saya. Ya, 1 impian saya sudah tercapai. Rasa haru menyelimuti saya ketika melihat kedua orang tua saya tersenyum. Tapi, dasar saya yang mungkin kurang memiliki sifat melankolik, saya cengar-cengir saja waktu bapak dan ibu saya menyelamati saya. Hehe 🙂

Awal September. Dipanggil tes kerja. Saya menjalani rangkaian psikotes yang melelahkan selama 6 jam. Setelah menjalani tes itu hanya 1 hal yang ada di pikiran saya. Sepertinya lingkungan kerja kantoran tidak sesuai dengan saya. Dan, akhirnya saya gak diterima dan hingga sekarang saya belum mencoba tes di tempat lain. Orientasi saya berubah. Saya ingin melakukan kegiatan yang saya sukai, yg pastinya bukan kerja kantoran.

Akhir September. Saya menerima conditional offering letter dari salah satu universitas di UK. Puji Tuhan, lagi. Impian saya yg kedua akan segera terwujud. Oleh karena itu, sekarang saya memfokuskan diri untuk persiapan studi master. Pada akhir bulan September ini juga, saya memulai kembali les prancis secara intensif. Kenapa? Saya juga mau mencoba peruntungan dengan mendaftar master di Prancis.

November 2010. Saya kerja sebagai guru piano privat, hanya untuk kesenangan saja. Dan saya amat sangat menikmati “profesi” baru saya ini. Pada bulan ini juga, hasil penelitian Tugas Akhir saya dipublikasikan dalam forum internasional. Puji Tuhan, sekali lagi.

Desember 2010. Mengalami natal yang begitu berkesan bagi saya pribadi. Mungkin untuk orang lain, natal saya biasa-biasa saja. Tapi, bagi saya, dengan melihat segala pencapaian saya di beberapa bulan ke belakang, natal tahun ini begitu luar biasa.

Banyak hal yang terjadi tahun ini. Banyak hal yang membuat saya bersyukur. Banyak hal yang membuat saya belajar. Namun, satu hal yang pasti, tidak ada yang mustahil bagi Tuhan. Keajaiban akan selalu ada, bahkan di saat kita merasa bahwa gak mungkin ada keajaiban hadir di dalam kondisi yang sudah sekacau itu *merujuk kpd peristiwa bersejarah ttg terancam gagalnya TA saya*

Tahun depan, mimpi saya harus tercapai. Melanjutkan studi master saya di Eropa. Kalau di tahun 2010 ini saya sudah memperoleh gelar S.Si, saya masih bermimpi untuk mendapatkan gelar MSc dan Ph.D. Mimpi itu akan selalu saya jaga, dan saya yakin pasti akan terwujud suatu saat nanti.

Terima kasih 2010 atas segala kenangannya.  Selamat datang 2011 yang penuh harapan. Saya sudah mempunyai banyak rencana yang akan saya wujudkan di tahun yang baru ini.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s