Ibu Terhebat di Dunia

Superwoman. Begitulah saya menganggap wanita yang saya panggil dengan sebutan “Ibu” itu. Saya memang terlalu keras kepala (atau kurang ajar) karena tidak pernah mengatakan langsung kepadanya betapa kagumnya saya sama beliau.

Ibu saya adalah seseorang yang mampu mematahkan mitos  bahwa segera setelah menikah, seorang wanita harus tinggal di rumah mengurus suami dan anak. Ibu saya adalah pekerja kantoran dan sekaligus ibu rumah tangga. Dari pagi sampai sore, beliau bertanggung jawab terhadap pekerjaan-pekerjaan di kantor dan malam hari beliau harus mengajari saya dan adik2. Kadang-kadang beliau juga memasakkan makanan2 yang terenak di dunia untuk kami (konon tidak ada restoran yang mampu menyaingi kelezatan masakan Ibu saya 🙂 ) Menurut saya, adalah suatu hal yang berat bagi seorang wanita untuk memiliki peranan ganda seperti itu. Akan tetapi, ibu saya berhasil menerapkannya. Saya dan kedua adik saya tidak pernah merasa kekurangan kasih sayang seorang ibu. Itulah sebabnya saya memberi sebutan superwoman.

Satu nasihat dari ibu saya yang akan selalu ingat adalah : “Jadi perempuan itu jangan ‘lembek’, harus tegas biar gak diremehin sama laki-laki. Selain itu, harus menarik physically and mentally” Beliau juga adalah salah satu orang yang sangat mendukung saya untuk melanjutkan pendidikan setinggi-tingginya, selalu menyemangati saya untuk mengembangkan bakat saya. Ketika saya mulai putus asa karena kegagalan, beliau tidak pernah mengelus-elus kepala saya sambil bilang ” ya, terima saja kegagalan ini”. Sebaliknya, beliau akan berteriak dengan lantang ” ayo Ella, bangkit. jangan menyerah sama kegagalan. jangan nangis, karena itu gak akan menyelesaikan masalah!”. Saya tumbuh jadi pribadi yang kuat dan tidak cengeng berkat ibu saya. Ibu saya itu juga adalah seseorang yang sangat percaya pada kuasa Tuhan. Tiap kali saya mengalami keberhasilan ataupun kegagalan, beliau selalu menyuruh saya untuk berdoa mengucap syukur dan memohon petunjuk sama Tuhan. Waktu saya masih kuliah dan ngekos di Bandung, tiap malam Ibu selalu menelepon dan tidak pernah lupa mengingatkan saya untuk berdoa.

Akhir-akhir ini Ibu sering mendesak saya agar segera punya pacar, supaya (katanya) saya jadi lebih bersolek (hayaah). Ehm..iya deh bu nanti suatu saat Ella bakal ngasih menantu buat Ibu deh, dan yang pasti laki-laki itu seiman dan baik hati, lah. Tenang aja bu. 🙂 Perjalanan hidup Ella kan masih panjang. Tapi, kalau dalam waktu dekat ini, gak janji deh bu. Hahahaa. 😀

Selamat hari Ibu, ya Ibuku tercinta. Ella selalu sayang sama Ibu, walaupun aku gak pernah bilang secara langsung. You’re the greatest mom on earth. Love you.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s