love them before it’s too late

Tadi pagi saya dengar berita dari suatu milis yang saya ikuti, bahwa bapak dari salah seorang teman saya meninggal. Umur beliau kurang lebih sama dengan bapak saya. Mendadak saya merenung, apakah saya siap jika sewaktu-waktu Tuhan memanggil Bapak saya, seperti yg terjadi pada teman saya itu? Hidup ini memang singkat dan kita tidak pernah tahu kapan waktu kita di dunia ini habis.

Saya bukanlah tipe orang yang sering mengumbar kata sayang kepada kedua orang tua saya. Saya tidak pernah mengucapkan secara langsung bahwa saya sayang mereka. Tapi, menurut saya itu tidak mengurangi rasa cinta saya kepada mereka. Saya menunjukkan rasa sayang saya dengan hal-hal yang lebih nyata. Saya berusaha untuk tidak pernah membantah perkataan mereka. Saya juga selalu menasihati mereka ketika mereka sudah mulai menjadi seseorang yg workaholic. Di keluarga saya, bukan hanya orang tua yg boleh menasihati anak, anakpun boleh.

Seperti beberapa waktu lalu, saya agak marah dengan bapak saya karena beliau memforsir tubuhnya untuk bekerja sepanjang malam dan hanya beristirahat selama 2 jam setiap harinya. Langsunglah saya cerewet menasihatinya. Kenapa? Karena saya sayang sama beliau dan saya gak mau beliau sakit gara-gara hal sepele. Begitu pula dengan ibu saya yang seringkali kelelahan karena begitu banyaknya pekerjaannya di kantor dan sekaligus harus menghandle pekerjaan rumah tangga karena pembantu-pembantu saya yang agak “gak beres”. Biasanya saya bilang ke beliau :”Ayo, ibu semangaaattt” dan beliau langsung tersenyum kembali 🙂

Dengan adik-adik saya juga. Meskipun mereka bandel, saya tetap sayang kok sama mereka dan saya tahu mereka juga sayang sama saya walaupun menunjukkannya dengan cara yang super eksplisit. Hehe..

Mereka, keluarga saya, adalah aset yang paling berharga. Mungkin teman-teman saya di luar sana bisa dengan pe-de nya bilang kalau mereka sudah mengenal saya luar dalam, tapi mereka sebenarnya salah. Keluarga saya lah yang paling mengenal saya dengan baik, bukan orang lain.

Dan saya senang bahwa saya masih bisa menyayangi mereka dengan cara saya sendiri selama mereka masih ada. Kalau saya, boleh request sama Tuhan, saya mohon supaya DIA selalu menjaga mereka dan jangan terlalu cepat memanggil mereka karena saya masih dan akan selalu  membutuhkan bimbingan mereka.

Readers, love your loved ones before they’re gone 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s