Out of My Comfort Zone

Masih menyambung postingan sebelumnya. Setelah kejutan tentang offering letter itu, beberapa jam yang lalu saya baru saja mendapatkan kejutan yang lain lagi. Rasanya saya pernah menulis di blog ini sebulanan yang lalu, bahwa saya ingin mengikutsertakan penelitian tugas akhir saya di suatu konferensi internasional. Pada saat itu, saya iseng mensubmit abstrak saya ke website sang penyelenggara, tanpa ada ambisi untuk lolos, karena saya tahu bahwa biasanya pembicara di konferensi semacam itu adalah mahasiswa program master atau peneliti yang sudah profesional. Lah, saya baru juga lulus S1, baru juga jadi sarjana. Jadi, sebenarnya niat awal saya adalah iseng-iseng berhadiah saja. Eh ternyata abstrak penelitian saya lolos seleksi. Sekarang saya masih gak percaya. Beneran.

Dan sekarang saya harus menyiapkan sebuah paper dalam format jurnal internasional serta sebuah presentasi. Hmmm..presentasi sih biasa lah ya *sombooonng*. Tapi, saya memang belum pernah membuat suatu publikasi internasional. Oke, berarti sekarang saya harus mencoba.

Kejadian yang satu lagi adalah bahwa saya AKHIRNYA dipanggil untuk psikotes berkaitan dengan suatu kerjaan. Hmm..siapa pula yang nyangka dari niat “iseng2” dateng ke jobfair, eh langsung dipanggil buat tes.

Banyak hal yang terjadi akhir-akhir ini yang mengharuskan saya untuk keluar dari zona nyaman. Seperti apakah zona nyaman saya? Sejujurnya saya adalah tipe orang yang suka dgn rutinitas. Saya agak sulit untuk menerima perubahan.  Saya akan sangat grogi ketika harus menghadapi banyak orang. Yeah, ketika menjadi pembicara dalam sebuah konferensi, at least kita harus menghadapi 100 orang. Bayangin aja. Tapi, saya tidak mau menyia-nyiakan segala kesempatan yang sudah Tuhan berikan untuk saya ini. Dan dengan tekad kuat, saya mau bilang ke diri saya sendiri bahwa ya saya bisa melakukan hal-hal yang (mungkin) bukan saya banget.

Saya masih sangat muda. Perjalanan hidup saya masih panjang. Jadi, sayang banget lah kalau saya tidak memanfaatkan kesempatan yang ada saat ini.

Well, hari ini sudah hari terakhir di bulan September. Benar-benar September ceria buat saya. Bulan yang penuh dengan kejutan-kejutan menyenangkan yang tidak pernah saya prediksikan sebelumnya. Yaahh mungkin saya yang terlalu tidak percaya diri, kali ya. Oke, goodbye September! Hello, October! Semoga dengan pencapaian yang sudah saya dapatkan selama ini, rasa percaya diri saya bisa semakin terpupuk.

Aah, sudah terbayang di benak saya apa yang akan terjadi di bulan September 2011. Ya Tuhan, semoga tidak ada halangan buatku untuk menuju September 2011 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s