a mid year reflection

Tanpa terasa kita sudah memasuk pertengahan tahun 2010 ya, bahkan sudah lewat 1 bulan. Well, welcome August!! Tahun 2010 sejauh ini merupakan tahun yang berat bagi saya, sesuai yang sudah saya prediksi. Namun, di tahun ini juga banyak terjadi kejutan-kejutan menyenangkan di dalam hidup saya. Dan yang paling penting, saya merasa bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan saya, padahal saya sadar bahwa kadangkala saya meninggalkan DIA, not literally leaving HIM, though. Saya sadar bahwa saya kadangkala berdoa tidak dengan sungguh-sungguh.

Kenapa saya bilang bahwa tahun 2010 itu berat? Pertama, resolusi utama saya di tahun ini adalah lulus dari ITB bagaimanapun caranya. Itu berat banget buat seseorang seperti saya yang biasa-biasa aja ini. Tapi, dari awal saya sudah berpikir bahwa hal itu bukanlah sesuatu yang tidak mungkin. Prinsip saya adalah nothing is impossible. And look at me now. Saya ternyata bisa lho lulus tepat waktu, walaupun tidak menyandang IPK cum laude but I’m really proud of myself. *sama sekali tidak bermaksud narsis* Kedua, saya harus berpisah dengan sahabat-sahabat saya. Itulah hal berat yang kedua. Memang, sekarang saya belum sepenuhnya berpisah dengan mereka berhubung saya juga belum dapat kerjaan dan belum mulai melanjutkan studi. Kapan saja saya masih bisa ke Bandung untuk bermain-main dengan mereka. Terlalu banyak kenangan yang saya miliki dengan mereka, baik yang menyenangkan maupun yang menyebalkan. Saya  sering jadi tempat curhat ketika beberapa sahabat saya ini lagi terlibat ‘perang dingin’. Saya senang kalian mau menitipkan rahasia kalian pada saya. You can count on me, my friends. Your secrets are safe in me. Karena mereka, saya sangat menikmati masa-masa perkuliahan saya di ITB. Pokoknya tiada hari tanpa curhat dan ketawa-ketawa lah kalau bareng mereka. Ketiga, saya harus meninggalkan Bandung. In the end of this month, I will be officially leave my boarding house. Seharusnya bulan Juli kemarin saya sudah angkat kaki dari kosan, tapi karena begitu banyaknya barang-barang dan perabotan yang harus dibawa pulang, akhirnya diundur jadi bulan Agustus deh. Yeah, saya memang tidak terlalu merasa “memiliki” kota Bandung. Akan tetapi, setelah menghabiskan waktu 4 tahun untuk belajar di kota itu, pasti ada sedikit rasa kehilangan di dalam diri saya. Hehee. Berat juga rasanya meninggalkan kamar kosan, saksi bisu kegilaan saya selama kuliah, tempat saya menghabiskan malam-malam begadang ketika harus membuat jurnal, laporan praktikum, dan belajar untuk ujian. Walaupun saya tidak dekat dengan penghuni kosan, tetaplah saya sedih harus meninggalkan KGU28, kosan saya itu. Saya juga pasti bakal kangen sama teman-teman unit PSM ITB. Walaupun saya sudah lamaaaaaaaaa banget gak pernah latian *mungkin udah gak dianggap anggota* :p, tapi di masa keanggotaan saya yang sangat singkat itu saya belajar berorganisasi dari mereka. Di PSM  sepertinya tiada hari tanpa bernyanyi dan bersenang-senang yaa. 🙂 Saya ingat, kata-kata yang hip banget di kalangan anggota PSM adalah “kyaaa” dan “frikk” 😀

Kejutan-kejutan apa yang sudah saya alami di tahun 2010 selain akhirnya bisa lulus juga? Hmm..TA saya hampir gagal untuk dilanjutkan. Itulah yang dulu bikin saya stress berat sampai nangis-nangis gak jelas. Bener-bener shock therapy lah. Tapi, akhirnya TA saya bisa jalan kok walaupun dengan penyesuaian di sana sini. Bahkan TA saya jadi lebih simpel. Well, saya cuma bisa bilang : “tangan Tuhan bekerja”. Terus yang kedua sidang saya harus diulang. Ini adalah hal yang tidak pernah saya prediksikan sebelumnya. Tapi, waktu itu saya bisa bersikap tenang. Saya jalani saja dengan pasrah. Setelah kegagalan sidang yang pertama itu, seorang teman saya bilang gini kepada saya :”La, dengan loe mengalami hal kayak gini (sidang harus diulang), loe bakal terus inget seumur hidup bahwa loe mendapatkan gelar sarjana tidak dengan mudah dan di masa yang akan datang loe gak akan pernah lagi meremehkan sesuatu. Ini bisa jadi pelajaran buat loe, La.” Well, saya berterima kasih sekali sama dia. Untuk mengakhiri masa kuliah, ternyata saya harus melewati kerikil terlebih dahulu, kerikil yang akan selalu mengingatkan saya untuk tidak sombong, tidak meremehkan apapun (hal kecil sekalipun), dan sadar bahwa untuk mencapai mimpi diperlukan perjuangan. Dan tahun ini, seperti keinginan saya, salah satu mimpi saya sudah tercapai. Tetapi, mimpi-mimpi lain masih menunggu, dan seperti kata teman saya itu, tidak akan mudah mencapai mimpi, butuh perjuangan.

2010, walaupun tidak banyak yang saya lakukan selain TA, tapi tahun ini tetaplah memberikan warna tersendiri bagi saya terutama karena saya memiliki sahabat-sahabat yang selalu bisa membuat saya tertawa. Saya akan mengingat periode 2006-2010 adalah momen terindah dalam hidup saya, di mana saya telah berhasil berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Orang bilang masa SMA adalah masa paling indah, tapi buat saya masa KULIAH adalah masa yang paling indah.

It’s hard to say this, actually. Good bye, college days. Welcome, real life!  Life  won’t be the same again. However life must go on!! Ready, steady, goooooo!! 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s