They Are My Role Models

Selama 22 tahun saya hidup di dunia ini, ada beberapa orang yang saya jadikan role model. Saya tidak ingin meniru mereka, akan tetapi saya ingin belajar untuk tetap menjadi seorang Ella yang memiliki karakter seperti mereka. Seiring berjalannya waktu, saya yakin list role model saya akan bertambah karena pastinya saya akan berinteraksi dengan lebih banyak orang. Oke, inilah listnya :

Orang tua saya

Kedua sosok yang saya panggil Bapak-Ibu inilah yang menjadi role model utama saya. Saya mengidolakan mereka karena berani mengakui bahwa mereka tidak sempurna. Mereka tidak pernah berusaha untuk menjadi sosok orang tua yang sempurna sehingga diidolakan anak-anaknya. Mereka tidak pernah bersikap sok galak hingga anak-anaknya takut. Sebaliknya, mereka berprinsip bahwa orang tua itu tidak selalu benar, tidak selalu lebih pintar dari anaknya, dan orang tua bisa belajar dari anak-anaknya. Justru ketidaksempurnaan mereka itulah yang membuat mereka sempurna di mata saya. Mereka adalah sosok orang tua yang sangat demokratis. Kita dibebaskan untuk menentukan mau jadi apa nantinya di masa depan. Mereka berikan kita fasilitas, akan tetapi sejak kecil kita sudah diajarkan untuk bertanggung jawab terhadap pilihan yang kita ambil. Contohnya saya saja deh. Ketika SMA saya memutuskan untuk masuk sekolah negeri dan setelah saya masuk ternyata keadaan di sana beda banget sama SMP saya. Waktu itu orang tua saya bilang begini : ” Ya, itulah konsekuensi dari pilihan kamu”. Begitu pula waktu memilih universitas dan jurusan. Mereka menyerahkan semua keputusan pada saya. Intinya, mereka gak pernah mengatur hidup saya. Jadi, kalau saya keliatannya agak-agak nerdy, itu bukan karena saya tekanan dari orang tua, tapi karena saya menikmati. Hehe. So, jangan heran deh background pendidikan di keluarga saya tuh beda-beda. Bapak saya arsitek, ibu saya lulusan akuntansi, saya mikrobiologi, adik saya yang besar mau kuliah jurusan IT, adik saya yang kecil kayanya mau masuk seni rupa. Sekarang saya sudah lulus nih. Orang tua juga membebaskan saya mau lanjut kuliah atau kerja. Semuanya terserah saya saja. Mereka selalu mendukung apapun pilihan saya. Satu hal lagi, seumur hidup saya belum pernah dimarahi oleh orang tua saya. Makanya, kalau ada guru atau dosen yang marah2 sama saya, saya suka kesel sendiri. Lha, orang tua yang ngasih makan saya aja gak pernah marahin saya, ini dosen gak bisa ngasih makan saya kok berani-beraninya marahin saya. hehe 🙂 Yah, pokoknya orangtua saya top abis, lah. Ketika suatu saat nanti saya jadi orang tua, saya ingin menjadi sosok orang tua yang seperti bapak dan ibu saya.

Adik bungsu saya

Namanya Bayu. Usianya sekarang baru 11 tahun. Anaknya bandel sih, sukanya gangguin saya terus. Tapi, kadang-kadang dia suka lucu juga. Kadang cara dia ngomong seperti orang dewasa. Waktu masih bayi, dia tuh sakit-sakitan sehingga beberapa organ tubuh bagian dalamnya kurang berfungsi sempurna. Tapi, Puji Tuhan keajaiban muncul ketika dia berumur sekitar 3 tahun segala penyakit itu tiba-tiba sembuh dengan sendirinya. Dia gak pernah sakit-sakitan lagi. Bahkan sekarang dia gemuk. Tapi, tetap, secara fisik dia memang agak berbeda dari saya dan adik saya yang paling besar. Walaupun dia normal-normal saja. Satu hal yang saya salut dari dia adalah rasa percaya dirinya yang tinggi. Bukannya saya sombong ya, tapi Bayu memang gak sepintar saya dan adek saya yang paling besar. Tapi dia adalah seorang anak yang kreatif sekali. Dia tidak cerdas dalam hal eksakta, tapi dalam hal seni dia tuh juaranya deh. Dia pernah bilang gini ke saya : “Eh Mbak Ella, kalau kita punya kekurangan tuh jangan terus jadi sedih. Aku nih kan punya kekurangan, tapi kan ini bikin aku jadi unik, beda sama orang lain. Aku juga punya kelebihan. Belom tentu semua orang bisa jago main drum kayak aku. Pede aja, lagi mbak Ellaa.” Bayangkan, saya dinasehati sama anak kecil. Haha. I love you my bro. Eh, tau gak sekarang tuh diantara kita bertiga Bayu yang paling ganteng lho. Ada yang berminat? Tapi umurnya baru 11 tahun, baru kelas 6 SD. *lho kok gw jadi mak comblang?* Kalau saya sih masih memegang predikat tercantik, karena saya satu2nya cewek. Hihi. *ngelantur*

Dosen pembimbing saya

Saya rahasiakan lah namanya. Gak enak sama si Ibu. Saya omongin di blog. Hehe. Tapi, kalau teman-teman saya baca sih pasti tau siapa yang saya maksud. Ya, dosen pembimbing saya ini inspiratif sekali. Saya baru kenal dia ketika akan memulai penelitian tugas akhir. Sebelumnya, saya tidak kenal karena dia tidak mengajar di program studi saya. Begitu tau dia jadi pembimbing, saya segera mencari tau segala hal tentang dia lewat beberapa teman yang pernah diajar sama dosen ini. Pendapatnya beragam. Ada yang bilang, dia baik. Ada juga yang bilang dia jutek bin nyebelin. Ternyata, dia adalah sosok orang yang baik dan supportif sekali. Segala hal yang harus dimiliki seorang peneliti ada di dalam dirinya. Kebetulan penelitian saya jauh berbeda dengan fokus penelitian dari dosen pembimbing saya ini. Hal itu pada awalnya membuat kita agak gak nyambung. Tapi, karena beliau ini pintar banget akhirnya saya bisa menyelesaikan penelitian tugas akhir dengan baik. Oiya, si ibu ini tuh gaul dan stylish sekali. Jadi, kalau ada anggapan bahwa peneliti tuh kucel dan dekil,  rasanya dia berhasil mematahkan pendapat itu . Hihi. Bangga deh saya pernah dibimbing sama peneliti gaul. Saya baru mengenal dia selama kurang dari 1 tahun, tapi saya banyak belajar dari dia. Bahwa menjadi peneliti itu harus curious, jujur (dalam arti tidak memanipulasi data), mau mendengar masukan orang lain, dan tidak melulu berkutat dengan penelitian kita sendiri melainkan harus expand our knowledge dengan update terhadap penelitian terbaru. Ya istilah lainnya jadi peneliti harus gaul gitu lho.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s