boleh dilihat, tidak untuk dimiliki

Dulu ketika masih berumur belasan, ketika masih labil (emang sekarang gak ya? :p) kayanya status punya gebetan tuh terasa penting banget ya. Kriteria gebetan saya juga ribet banget. Pokoknya, dulu tuh saya selalu mendambakan cowok yang tinggi, ganteng, berhidung mancung, jago main musik ( khususnya gitar, piano, biola), dan punya selera humor yang tinggi. Wuihh..ribet kan?

Tapi tanpa saya sadari seiring bertambahnya usia, kriteria-kriteria tersebut semakin berkurang. Dan terlebih dari itu, sekarang saya sudah tidak pernah mencari gebetan dan juga sudah tidak lagi merasakan sensasi dari proses gebet menggebet itu. Tau gak sekarang kriteria cowok idaman saya tuh cuma 2, yaitu seiman dan berkepribadian baik (punya rumah pribadi, mobil pribadi, tabungan pribadi). Sama 1 lagi deh, saya pengen punya cowok yang usianya lebih tua dari saya karena saya masih percaya bahwa usia itu menunjukkan kedewasaan seseorang walaupun hal tersebut tidak berlaku bagi saya pribadi. Hahaha 🙂 Tuh liat kan? Cuma 3 (tiga) persyaratan tapi kok ya susah banget menemukan sosok yang seperti itu. Atau,,belum nemu aja kali ya? Saya sendiri sih berprinsip bahwa cowok itu tidak perlu dicari, nanti akan datang sendiri. Saya pernah ngomong kayak gitu ke ibu saya dan kemudian saya ditertawakan habis-habisan oleh beliau. Perlu kalian ketahui bahwa saya bisa  memiliki kepercayaan diri yang sangat tinggi ketika melakukan hal apapun, hal akademik sekalipun. Tapi, ketika berhadapan dengan satu kata yang terdiri dari 5 huruf bernama ‘cinta’ ini,  rasa percaya diri itu hilang entah ke mana. Aneh memang saya ini.

Jadi, intinya udah ada seseorang yang loe suka belom la sekarang? Hooooo…udah dong! Tapi sayangnya dia adalah sesosok makhluk bernama laki-laki yang hanya boleh dilihat, tidak boleh disentuh, apalagi dimiliki. Yah, layaknya sebuah masterpiece. So, this is kinda unrequited love. Cuma mau ngomong begitu aja pake muter-muter ya? Hehe..tapi menurut saya sih tidak ada salahnya untuk berharap. Di dalam kehidupan saya selama ini sering ada keajaiban-keajaiban kecil yang terjadi. Semoga suatu saat juga ada keajaiban dalam hal c-i-n-t-a. *mellowgakjelasmode:on*

Someday, saya pasti butuh seseorang buat sama-sama menyongsong masa depan. Yeah, someday! Saat ini hal itu belum menjadi prioritas saya karena masih berada di urutan ke sekian. Saya yakin ada seseorang yang tulang rusuknya match sama saya yang sekarang masih bersembunyi entah di mana atau malahan orang yang selama ini sudah sering berkeliaran di sekitar saya, ah tak taulah. Hey whoever you are, surely we’ll meet someday!

Cheers! 😀

ps : kenapa saya ujug-ujug nulis tentang beginian? karena tadi saya tidak sengaja bertemu dengan seseorang yang boleh dipandang tetapi tidak boleh dimiliki itu. hehe..dan saya merasa perlu untuk menulis ini, bahwa hidup kita tidak melulu tentang cinta dan bagaimana cara mendapatkan pacar. masih banyak persoalan lain yang harus diurus, contohnya TA (teteup ya)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s