Introvert/Ekstrovert

Mungkin teman-teman kuliah mengenal saya sebagai pribadi yang ekstrovert. Memang, sejak masuk kuliah beberapa tahun yang lalu saya merasa sedikit berubah menjadi seseorang yang lebih mudah bergaul. Apalagi, sejak kenal dan kemudian dekat dengan teman-teman saya yang ‘toa’ semua itu. Akan tetapi, sebenarnya saya bukan orang yang nyaman berada di tengah keramaian, saya bukanlah orang yang menyukai terlibat di dalam suatu pembicaraan panjang dengan orang lain. Lingkungan pergaulan telah membuat saya sedikit demi sedikit berubah hingga tidak menjadi diri saya yang sebenarnya.

Sifat asli saya adalah super duper introvert. Saya senang menyendiri, berada di dalam kamar seharian sambil membaca buku dan mendengarkan musik. That’s heaven for me. Tapi, pribadi yang introvert biasanya sulit untuk maju karena mereka terkungkung dengan pemikiran mereka sendiri dan merasa bahwa tanpa orang lain pun mereka bisa hidup. Makanya saya ingin sedikit demi sedikit mengurangi sifat introvert ini. Punya banyak teman itu enak kok. Lagipula kita kan manusia, makhluk sosial.

Role model saya untuk hal ini adalah bapak saya sendiri. Beliau pernah cerita bahwa dirinya juga adalah seorang yang introvert, paling tidak suka jika harus berinteraksi dengan orang lain. Tapi, beliau berhasil melawan sifat itu dan keluar dari comfort zone-nya.  Akhirnya beliau bisa sukses. Beliau bukanlah sosok yang sempurna (di dunia ini tidak ada yang sempurna), tapi saya ingin bisa seperti beliau.

Menjadi seorang yang ekstrovert bukan berarti suka teriak-teriak ke semua orang mengumbar rahasia pribadi dengan curhat kemana-mana (itu namanya lebay). Ada seorang teman saya yang punya sifat ekstrovert berlebihan. Tidak perlulah saya sebutkan siapa orangnya, yang jelas dia bukan teman dekat saya. Agak kurang nyaman juga ya berinteraksi dengan orang lebay seperti itu. Ekstrovert yang saya maksud adalah mampu menempatkan diri dengan baik di dalam pergaulan. Saya pengen banget jadi orang yang seperti itu, tidak canggung ketika harus berhadapan dengan orang lain sekalipun kita baru mengenalnya.

Saya yakin langkah awal menuju kesuksesan adalah berani keluar dari zona nyaman kita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s