Rencana Tinggallah Rencana

Memang benar pepatah yang mengatakan “Manusia dapat berencana, tetapi Tuhan jualah yang menentukan.” Saya sudah menyusun rencana kegiatan untuk semester 8 ini sejak jauh hari. Namun, 1 sms yang saya terima hari Jumat minggu lalu itu dengan sekejap menghancurkan rencana saya. Jujur saja, sesaat setelah menerima sms itu saya down. Saya langsung memikirkan hal -hal buruk yang akan terjadi akibat tidak terealisasikannya rencana saya tersebut.

Saya pernah cerita kan di posting2 sebelumnya kalau saya akan melaksanakan penelitian tugas akhir di Jakarta. Ternyata hal tersebut tidak bisa terlaksana karena ada permasalahan yang terjadi di institusi yang saya ajak kerja sama. Saya tidak perlu sebutkan institusinya apa, tetapi sebenarnya saya sudah menduga bahwa situasi ini pada akhirnya akan terjadi juga. Singkat kata, saya harus mengalihkan lokasi penelitian saya ke kampus.  Nggak ada yang aneh sih sebenarnya. Cuma saya aja yang manja, gak mau jauh2 dari rumah. Kalau di jakarta kan, setiap hari bisa pulang ke rumah. Nah, kalau di kampus mentok2nya pulang ke kosan. Hehehe.. 🙂

Saya akan jalani ini dan tidak akan meratapi nasib. Kejadian yang kemarin biarlah berlalu, tidak ada gunanya dipikirkan lagi. Sekarang yang harus dipikirkan adalah bagaimana menyelesaikan penelitian saya ini secepat mungkin karena saya punya target bahwa saya harus lulus tahun ini juga. Saya tidak akan terlalu ambisius ingin lulus bulan Juli. Realistis saja, lah! Kalau Tuhan menganugerahkan saya kelulusan pada bulan Juli, tentunya saya akan luar biasa bersyukur. Satu hal yang pasti, saya tidak menganggap peristiwa ini sebagai cobaan. Ini hanyalah salah satu tantangan yang harus saya lewati dan sudah saya prediksi sebelumnya.

Terima kasih buat bapak dan ibu saya yang sudah memberikan dorongan semangat dan tidak pernah menuntut apapun dari saya. Terima kasih juga buat teman-teman terdekat saya yang sempat-sempatnya memastikan bahwa saya baik2 saja dan menyemangati saya. Yeah, mereka mengerti bahwa bisa melakukan penelitian di institusi tersebut adalah salah satu bagian dari mimpi saya. Mungkin mereka khawatir mood saya drop. Hehehe. Terima kasih untuk semua dukungannya. Saya akan mengerahkan segenap kemampuan untuk tugas akhir saya ini. Saya yakin bahwa saya pasti bisa karena saya tidak sendirian. Di sekeliling saya ada orang-orang hebat yang siap memberikan suntikan semangat. Dan yang pasti ada TUHAN yang selalu menemani saya. Jadi, tidak ada alasan untuk takut.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s