20 + 2

Finally I can do blogging again. The internet in my boarding  house was very lame, that’s why I can’t blog as much as before. So, last Thursday on the 25th of February, I celebrated my 22nd birthday. 22 is a big number for me. In this year I suppose to be more mature than last years. But being mature is not as easy as turning your palms. I feel it’s so hard to be responsible with my own life. It’s so hard to be an independent person and not always blame other people for your own failure.

On my birthday, I contemplated. I asked myself : Do I have already acted like a 22 year old girl? The answer is : I haven’t but I’ll try to act as my age. I try not to be childish, although it’s way soooo hard to change this personality because I’ve already enjoyed being childish.

I thank God because in this 22 year of my life HE has given me chances to do a lot of things though not extraordinary things. I’ve been in some situations where I needed to make choices. In many times, I choosed the right things but sometimes I also made some wrong decisions. Yeah, that’s experiences.

As usual, I also have some birthday wishes. First, I want to be a better and a tougher person. It sounds so cliche, doesn’t it? But, in my opinion, as long as we live in this world we always have to learn to be a better person. I called it an unstoppable learning. I want to be a tougher person because I feel that I’m too afraid to face challenges. Sometimes, I don’t want to go out from my comfort zone. I know this is not good. That’s why I want to change it. The second wish is I hope I can finish my study this year and continue pursuing my dreams to study in Europe.

Last but not least, thank you so much for my friends who sent me birthday wishes through text message, twitter, and Facebook. Thank you so much. God bless you all! 🙂

ps : I remember 2 good quotes from my 2 besties

first from my mom : ella, you are the eldest daughter in our family. so please be mature. please realize that you’re already 22 years old. don’t be such like a child, ella!

the second one is from my friend, dita : life is too precious to be complained about. we’ll always have problems in our life and we have to face them, not to avoid them.

Surprise..Surprise!

Hari selasa tanggal 16 Februari 2010 yang lalu bakal jadi hari yang bersejarah buat saya. Pada hari itu saya untuk pertama kalinya selama 4 tahun ngekos, dengan suksesnya kekunci di dalam kamar kosan saya sendiri, sodara-sodara. Sungguh konyol! Jadi, ceritanya lobang kuncinya rusak gitu. Itu suprise yang pertama.

Surprise yang kedua ini yang bikin saya senang. Di postingan yang lalu saya cerita kan kalau saya tidak bisa melaksanakan TA saya di Jakarta. Kabar yang bener-bener membuat saya kecewa. Ternyata pada hari selasa kemarin saya mendapatkan telepon di pagi hari setelah peristiwa heboh saya yang kekunci di kamar.  Pembimbing saya yang di Jakarta bilang gini : ” Ella, kamu kapan bisa mulai kerja di lab? Kalau bisa secepatnya ya, soalnya minggu ini juga harus selesai ekstraksi DNAnya.” Wah, saya kaget. Saya pikir segala hal yang berkaitan dengan TA saya harus dikerjakan di kampus, mulai dari tahap preparasi. Ternyata tidak! Jadilah sejak hari Rabu hingga hari Jumat kemarin saya full time kerja di lab. Ekstraksi 173 sampel hanya dalam waktu 3 hari. Blah! Kerja rodi saya. Tapi saya senang. Nanti tahapan selanjutnya barulah saya kerjakan di kampus.

Satu hal yang saya bisa ambil hikmahnya dari peristiwa ini adalah bahwa Tuhan bekerja dengan cara kadangkala menurut kita tidak masuk akal. Saya bener2 tidak mengira sebelumnya bahwa saya berhasil melakukan ekstraksi dalam waktu secepat ini. Dan tiba2 nasib TA saya semakin jelas. Padahal sebelumnya saya sempat agak meragukan kelangsungan TA saya. Iya, saya yakin Tuhan tidak pernah meninggalkan saya. DIA bekerja dengan caraNYA sendiri. Cara yang ajaib.

Ada satu hal lagi yang mau saya share kepada siapapun yang membaca blog saya ini. Jangan pernah kehilangan semangat, seberapapun beratnya cobaan yang kalian hadapi. Tetaplah optimis!

Rencana Tinggallah Rencana

Memang benar pepatah yang mengatakan “Manusia dapat berencana, tetapi Tuhan jualah yang menentukan.” Saya sudah menyusun rencana kegiatan untuk semester 8 ini sejak jauh hari. Namun, 1 sms yang saya terima hari Jumat minggu lalu itu dengan sekejap menghancurkan rencana saya. Jujur saja, sesaat setelah menerima sms itu saya down. Saya langsung memikirkan hal -hal buruk yang akan terjadi akibat tidak terealisasikannya rencana saya tersebut.

Saya pernah cerita kan di posting2 sebelumnya kalau saya akan melaksanakan penelitian tugas akhir di Jakarta. Ternyata hal tersebut tidak bisa terlaksana karena ada permasalahan yang terjadi di institusi yang saya ajak kerja sama. Saya tidak perlu sebutkan institusinya apa, tetapi sebenarnya saya sudah menduga bahwa situasi ini pada akhirnya akan terjadi juga. Singkat kata, saya harus mengalihkan lokasi penelitian saya ke kampus.  Nggak ada yang aneh sih sebenarnya. Cuma saya aja yang manja, gak mau jauh2 dari rumah. Kalau di jakarta kan, setiap hari bisa pulang ke rumah. Nah, kalau di kampus mentok2nya pulang ke kosan. Hehehe.. 🙂

Saya akan jalani ini dan tidak akan meratapi nasib. Kejadian yang kemarin biarlah berlalu, tidak ada gunanya dipikirkan lagi. Sekarang yang harus dipikirkan adalah bagaimana menyelesaikan penelitian saya ini secepat mungkin karena saya punya target bahwa saya harus lulus tahun ini juga. Saya tidak akan terlalu ambisius ingin lulus bulan Juli. Realistis saja, lah! Kalau Tuhan menganugerahkan saya kelulusan pada bulan Juli, tentunya saya akan luar biasa bersyukur. Satu hal yang pasti, saya tidak menganggap peristiwa ini sebagai cobaan. Ini hanyalah salah satu tantangan yang harus saya lewati dan sudah saya prediksi sebelumnya.

Terima kasih buat bapak dan ibu saya yang sudah memberikan dorongan semangat dan tidak pernah menuntut apapun dari saya. Terima kasih juga buat teman-teman terdekat saya yang sempat-sempatnya memastikan bahwa saya baik2 saja dan menyemangati saya. Yeah, mereka mengerti bahwa bisa melakukan penelitian di institusi tersebut adalah salah satu bagian dari mimpi saya. Mungkin mereka khawatir mood saya drop. Hehehe. Terima kasih untuk semua dukungannya. Saya akan mengerahkan segenap kemampuan untuk tugas akhir saya ini. Saya yakin bahwa saya pasti bisa karena saya tidak sendirian. Di sekeliling saya ada orang-orang hebat yang siap memberikan suntikan semangat. Dan yang pasti ada TUHAN yang selalu menemani saya. Jadi, tidak ada alasan untuk takut.