Kebebasan Berpendapat..Masih Adakah?

Saya yakin sudah banyak sekali blog yang memuat artikel yang mirip dengan yang saya tulis ini. Kali ini, saya hanya ingin mengutarakan pendapat pribadi saya.

Tentu kita semua mengetahui berita yang beberapa hari terakhir ini santer disiarkan di televisi. Seorang ibu, Prita Mulyasari, yang mengajukan komplainnya terhadap pelayanan suatu rumah sakit internasional di Tangerang. Komplain tersebut ditanggapi oleh pihak rumah sakit dengan gugatan pencemaran nama baik. Menurut saya, itu adalah tindakan sekelompok orang yang tidak ‘gentle’ yang tidak mampu menerima kritik.

Sejujurnya saya sebelumnya tidak tahu menahu mengenai kasus tersebut. Hari Rabu yang lalu, ada seorang teman yang mengirimkan invitation di FB untuk join di cause yang berisi dukungan terhadap pembebasan beliau. Setelah saya baca-baca, barulah tau sedikit mengenai duduk perkaranya. Malamnya, saya juga liat wawancara ketika beliau baru dibebaskan dari tahanan. Ya ampun..anak-anaknya masih balita. Kasian banget.

Akhirnya saya bisa baca juga surat Ibu Prita yang dinilai kontroversial itu. Menurut saya surat tersebut masih bernada wajar. Beliau hanya mengungkapkan kronologisnya saja. Tentunya kita akan merasakan hal yang sama, ketika kita dirawat di rumah sakit dan segala sesuatunya seolah dirahasiakan oleh tim medis. Kita berhak protes, lah wong kita bayar! Yah, memang ada kalimat-kalimat di e-mail tersebut yang sedikit bernada mendiskreditkan rumah sakit itu, tapi menurut saya itu wajar-wajar saja.

Katanya kita sudah hidup di era reformasi di mana kebebasan berpendapat dijunjung tinggi? Tapi, kenyataannya ada orang yang mengutarakan pendapat lewat e-mail kok bisa langsung ditahan? Apakah rakyat sudah sedemikian terbelenggunya hingga yang boleh berpendapat dan mengajukan komplain  hanyalah orang-orang yang berduit dan punya kedudukan kuat?

Ini hanya satu kasus tentang pelanggaran hak asasi yang akhirnya terungkap. Saya yakin masih banyak kasus serupa lainnya yang tidak terungkap hanya karena si korban merasa takut dan ditekan oleh pihak yang berduit.  Undang-undang dibuat untuk melindungi rakyat yang tidak bersalah, kan? Bukan untuk mencari-cari kesalahan seseorang.

Kalau menyampaikan pendapat lewat e-mail, milis, dan blog aja bisa ditahan terus bagaimana dong cara kita berpendapat? Kasus ini kian menunjukkan bahwa negara kita belum maju. Orang-orang dewasa yang ada di negeri ini harus mau mengakui  bahwa secara mental mereka belum dewasa karena tidak mampu menerima kritik.Kayak anak kecil aja, gampang ngambek!

Salut untuk ibu Prita Mulyasari. Saya yakin pada akhirnya kebenaranlah yang akan menang!

Advertisements