Sindrom Takut Ngeblog

Saya sedang terserang sindrom takut ngeblog. Itu pula yang menyebabkan terhapusnya postingan saya yang sebelumnya. Saya merasa bahwa postingan tersebut agak sensitif, walaupun sebenarnya tidak juga sih. Lagian pembaca blog saya juga tidak banyak, kan? Yah, tapi untuk jaga-jaga mendingan dihapus aja.

Jujur saja sejak mencuatnya kasus Prita Mulyasari, saya jadi takut ngeblog. Saya jadi takut menuangkan pemikiran saya di blog. Takut untuk mengkritisi sesuatu lewat blog karena mungkin tidak semua pembaca bisa menerima pendapat saya. Jadi, sepertinya untuk ke depannya saya akan mengurangi postingan yang berisi opini mengenai peristiwa-peristiwa yang sedang terjadi. Saya akan membatasi postingan mengenai kejadian sehari-hari dan hal-hal ringan yang lain saja.

Mungkin banyak orang berpendapat bahwa blog kan memang tempat untuk berpendapat. Harusnya saya bebas-bebas saja nulis apapun di blog. Tapi, semua orang kan bisa baca blog saya. Dengan menulis keyword di search engine punyanya Mbah Google, siapapun bisa terhubung ke blog kita. Itulah yang bahaya. Kalau sekiranya tulisan kita tidak berkenan, bisa dituntut. Ngeri ah!

Saya masih kuliah dan jalan saya ke depan masih panjang. Saya masih butuh bantuan berbagai pihak untuk meraih masa depan yang telah saya impikan dan saya gak mau kalau tulisan saya di blog ini justru akan jadi bumerang buat saya. Jadi, mendingan cari aman aja deh.

Don’t worry.. I still love blogging, though..hahaha..maybe I’ll just give some differences on the blog’s content. Tetap baca postingan selanjutnya di blog saya ini yaa.

Dan satu hal lagi, sorry ya kalau saya jarang update postingan di blog. Saat ini saya sedang ada kesibukan yang amat menyita waktu. Tapi, tiap hari saya selalu ngecek blog kok. And if I have time, I always blogwalking. So, keep on reading this blog and don’t forget to drop your comment, okeyy??

bye!

 

Advertisements

Kebebasan Berpendapat..Masih Adakah?

Saya yakin sudah banyak sekali blog yang memuat artikel yang mirip dengan yang saya tulis ini. Kali ini, saya hanya ingin mengutarakan pendapat pribadi saya.

Tentu kita semua mengetahui berita yang beberapa hari terakhir ini santer disiarkan di televisi. Seorang ibu, Prita Mulyasari, yang mengajukan komplainnya terhadap pelayanan suatu rumah sakit internasional di Tangerang. Komplain tersebut ditanggapi oleh pihak rumah sakit dengan gugatan pencemaran nama baik. Menurut saya, itu adalah tindakan sekelompok orang yang tidak ‘gentle’ yang tidak mampu menerima kritik.

Sejujurnya saya sebelumnya tidak tahu menahu mengenai kasus tersebut. Hari Rabu yang lalu, ada seorang teman yang mengirimkan invitation di FB untuk join di cause yang berisi dukungan terhadap pembebasan beliau. Setelah saya baca-baca, barulah tau sedikit mengenai duduk perkaranya. Malamnya, saya juga liat wawancara ketika beliau baru dibebaskan dari tahanan. Ya ampun..anak-anaknya masih balita. Kasian banget.

Akhirnya saya bisa baca juga surat Ibu Prita yang dinilai kontroversial itu. Menurut saya surat tersebut masih bernada wajar. Beliau hanya mengungkapkan kronologisnya saja. Tentunya kita akan merasakan hal yang sama, ketika kita dirawat di rumah sakit dan segala sesuatunya seolah dirahasiakan oleh tim medis. Kita berhak protes, lah wong kita bayar! Yah, memang ada kalimat-kalimat di e-mail tersebut yang sedikit bernada mendiskreditkan rumah sakit itu, tapi menurut saya itu wajar-wajar saja.

Katanya kita sudah hidup di era reformasi di mana kebebasan berpendapat dijunjung tinggi? Tapi, kenyataannya ada orang yang mengutarakan pendapat lewat e-mail kok bisa langsung ditahan? Apakah rakyat sudah sedemikian terbelenggunya hingga yang boleh berpendapat dan mengajukan komplain  hanyalah orang-orang yang berduit dan punya kedudukan kuat?

Ini hanya satu kasus tentang pelanggaran hak asasi yang akhirnya terungkap. Saya yakin masih banyak kasus serupa lainnya yang tidak terungkap hanya karena si korban merasa takut dan ditekan oleh pihak yang berduit.  Undang-undang dibuat untuk melindungi rakyat yang tidak bersalah, kan? Bukan untuk mencari-cari kesalahan seseorang.

Kalau menyampaikan pendapat lewat e-mail, milis, dan blog aja bisa ditahan terus bagaimana dong cara kita berpendapat? Kasus ini kian menunjukkan bahwa negara kita belum maju. Orang-orang dewasa yang ada di negeri ini harus mau mengakui  bahwa secara mental mereka belum dewasa karena tidak mampu menerima kritik.Kayak anak kecil aja, gampang ngambek!

Salut untuk ibu Prita Mulyasari. Saya yakin pada akhirnya kebenaranlah yang akan menang!

The Beginning of A Long Holiday

UAS udah selesai! Akhirnya..

Sekarang..waktunya liburan. Gak sepenuhnya libur juga sih. Minggu depan saya udah mulai KP (kerja praktek). Ah, semester 6 akhirnya berakhir juga. Rasanya senang dan sedih. Senang karena UAS udah beres. Tapi, sedih karena waktu saya bersama teman-teman sudah semakin sedikit. Yeah semester depan pasti kita udah bakal mencar deh. Kan KKnya bakal beda-beda. Tapi, gak papa..we’ll do it on purpose.

Tapi liburan ini masih terganggu tugas kuliah nih. Iya, masih ada 1 laporan yang harus dikumpulin besok via e-mail ke asisten. Jadi, hari ini lumayan sibuk ngurusin laporan itu. Hahaha..ya sudahlah.

Buat temen-temen yang mau liburan, well..happy holiday!

Buat temen-temen saya yang udah mulai KP hari ini..selamat berKP ria yaa..!! Sampai ketemu di kampus 3 bulan lagi yaa!! Aaah..3 bulan tanpa bercanda dengan sahabat-sahabat saya…menyedihkan. Dan lebih gila lagi..3 bulan tanpa ngeledekin dia….

ps: saya lagi suka dengerin “Love Song For No One” by John Mayer niih..enak banget lagunya.