Ketika Tuhan Menegur Saya

Beberapa minggu terakhir ini saya merasa bahwa banyak sekali permasalahan yang menghampiri saya, terutama masalah dalam hal kuliah. Mulai dari eksperimen yang gagal berkali-kali sampai kesulitan dalam ujian tengah semester. Awalnya saya protes terhadap Tuhan. Mengapa saya seolah selalu diberikan cobaan. Saya sudah berusaha, tetapi mengapa hasil yang saya peroleh tidak pernah maksimal. Rasanya, perjuangan saya tidak sebanding dengan hasil yang saya capai.

 Puncak dari kekesalan saya adalah sekitar 2 minggu yang lalu. Saat itu laptop saya mendadak rusak, padahal saya sudah selesai mengerjakan paper untuk tugas salah satu mata kuliah. Tugas tersebut sudah selesai dan tinggal menunggu untuk diprint. Saya merasa bahwa sebelumnya tidak pernah ada masalah pada laptop saya, sehingga saya belum membuat back-up data. Tiba-tiba saja laptop rusak. Coba bayangkan! Saat itulah saya merasa benar-benar terpuruk. Saya telah berusaha menyelesaikan tugas itu selama beberapa hari dan hanya dalam beberapa menit data tersebut hilang.

 Saya terdiam untuk beberapa saat sambil sedikit berintrospeksi. Ketika itu saya mencari pembenaran dalam diri saya. Saya merasa tidak pernah berbuat dosa, tetapi kenapa Tuhan memberi cobaan pada saya. Hingga beberapa menit berikutnya saya tersadar. Mungkin inilah bentuk teguran yang Tuhan berikan bagi saya. Selama ini saya jarang berdoa secara sungguh-sungguh. Kenyataannya, saya selalu berdoa sebelum tidur, tetapi di dalam doa, saya lebih banyak meminta, meminta, dan meminta. Jarang sekali saya bersyukur. Padahal, di balik hal-hal yang saya anggap sebagai cobaan tersebut, masih jauh lebih banyak lagi kejadian-kejadian dalam hidup saya yang patut disyukuri. Sampai saat ini, saya masih diberikan kesehatan, saya punya teman-teman yang care dengan saya, keluarga yang selalu memberikan support buat saya. Sayang, saya lupa terhadap semua itu. Mungkin Tuhan ingin mengingatkan saya bahwa ilmu dan intelektualitas itu bukan segalanya. Sepintar apapun seseorang, kalau tidak punya hati yang penuh dengan cinta kasih, tidak ada bedanya dengan orang mati.

 Dengan adanya kejadian-kejadian tersebut, sekarang saya selalu mensyukuri setiap hari yang saya lewati. Saya berusaha menjalani hari-hari saya dengan penuh rasa syukur dan saya tidak mau menyia-nyiakan setiap hari yang telah diberikan bagi saya. Mungkin kalau Tuhan tidak menegur saya melalui peristiwa-peristiwa yang saya alami, saya akan menjadi orang yang sombong.

 Satu hal yang selalu saya ingat adalah, saya tidak pernah sendirian dalam menghadapi masalah. Bahkan di saat saya merasa sendiri, masih ada yang bersedia membantu saya menyelesaikan masalah itu. Ya, Tuhan selalu setia mendampingi kita. Dia tidak akan memberikan masalah yang tidak dapat kita selesaikan.

nb : Hari senin, 2 hari lagi, pengumuman KP saya nih. Doakan biar saya keterima ya! Ternyata koneksi memang bukan segalanya..ujung2nya harus melalui birokrasi juga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s