hurt

You say that you love her..right in front of me.

But, don’t you ever realized that I love you more than she loves you?

 

dedicated to someone. hate you. but do you know that I really care about you. maybe I just should keep this feeling inside of me.

Advertisements

>>Fin

Yaak akhirnya selesai juga. Pengorbanan saya selama beberapa hari terakhir ini untuk begadang akhirnya membuahkan hasil. Finally, proposal metodologi penelitian saya selesai. Kenapa saya niat banget ngerjain proposal ini? Padahal ini kan cuma untuk mata kuliah metpen aja. Bukan proposal beneran. Nilai UTS saya tidak terlalu bagus, jadi saya mengerjakan proposal ini dengan sebaik-baiknya.  A simple reason, indeed.

 Sempat berganti-ganti topik pada awalnya, at last saya menemukan topik yang fix. Sejujurnya, saya pengen banget menjadikan topik ini sebagai topik tugas akhir saya. Tapi, gak tau deh. Lihat nanti saja. Sejak dulu, saya tertarik untuk meneliti mikroorganisme patogen, tapi di kampus gak boleh. Katanya berbahaya dan fasilitas laboratorium di kampus belum bisa menghandle mikroorganisme patogen itu. Jadi, solusi satu-satunya kalau saya mau TA dengan bakteri patogen, ya TA di luar kampus. Yah, mudah-mudahan saja bisa.

 Mau tau topik saya? Saya kasih tau intinya aja ya.

Multi-drug resistance pada Bakteri Salmonella enterica

Itulah topik saya, sodara-sodara! Hehe.. 

Ah, finally selesai juga. Lega. Besok tinggal dikumpulin deh!

Kangen (gak pakai band)

Capek. Satu kata itu sudah mewakili apa yang saya rasakan. Kehidupan saya sekarang hanya berada di sekitar ruang kuliah-lab-kantin-kosan. Aktivitas lainnya? Sama sekali terbengkalai.

Saya kangen dengan semua aktivitas yang dulu sering saya lakukan. Saya kangen beraktivitas di unit saya,PSM. Entah sudah berapa lama saya tidak pernah ikut latihan lagi. Saya juga kangen main piano lagi. Akibat aktivitas kuliah yang menggila ini, saya akhirnya kembali batal ikutan konser tahun ini. Whuaa.

Kuliah memang kadang bikin saya jenuh. Tapi, demi lulus tepat waktu saya harus merelakan waktu bersenang-senang saya diambil oleh kesibukan kuliah. Toh yang merasakan ini tidak cuma saya. Semua teman saya pasti juga merasakannya. Saya salut sama orang-orang yang bisa membagi waktu antara kuliah dengan unit. Saya belum bisa.

Satu hal lagi yang bikin saya kangen adalah ngeblog. Saya gak bisa ngeblog sesering dulu lagi. Saya kangen membaca komen-komen kalian di posting yang saya buat. Tau gak, hari Selasa kemarin saya presentasi tentang blog lho di kelas Teknik Komunikasi Ilmiah. In English! Hehehe..and my lecturer says that I was one of the best performers that day.

 

Ketika Tuhan Menegur Saya

Beberapa minggu terakhir ini saya merasa bahwa banyak sekali permasalahan yang menghampiri saya, terutama masalah dalam hal kuliah. Mulai dari eksperimen yang gagal berkali-kali sampai kesulitan dalam ujian tengah semester. Awalnya saya protes terhadap Tuhan. Mengapa saya seolah selalu diberikan cobaan. Saya sudah berusaha, tetapi mengapa hasil yang saya peroleh tidak pernah maksimal. Rasanya, perjuangan saya tidak sebanding dengan hasil yang saya capai.

 Puncak dari kekesalan saya adalah sekitar 2 minggu yang lalu. Saat itu laptop saya mendadak rusak, padahal saya sudah selesai mengerjakan paper untuk tugas salah satu mata kuliah. Tugas tersebut sudah selesai dan tinggal menunggu untuk diprint. Saya merasa bahwa sebelumnya tidak pernah ada masalah pada laptop saya, sehingga saya belum membuat back-up data. Tiba-tiba saja laptop rusak. Coba bayangkan! Saat itulah saya merasa benar-benar terpuruk. Saya telah berusaha menyelesaikan tugas itu selama beberapa hari dan hanya dalam beberapa menit data tersebut hilang.

 Saya terdiam untuk beberapa saat sambil sedikit berintrospeksi. Ketika itu saya mencari pembenaran dalam diri saya. Saya merasa tidak pernah berbuat dosa, tetapi kenapa Tuhan memberi cobaan pada saya. Hingga beberapa menit berikutnya saya tersadar. Mungkin inilah bentuk teguran yang Tuhan berikan bagi saya. Selama ini saya jarang berdoa secara sungguh-sungguh. Kenyataannya, saya selalu berdoa sebelum tidur, tetapi di dalam doa, saya lebih banyak meminta, meminta, dan meminta. Jarang sekali saya bersyukur. Padahal, di balik hal-hal yang saya anggap sebagai cobaan tersebut, masih jauh lebih banyak lagi kejadian-kejadian dalam hidup saya yang patut disyukuri. Sampai saat ini, saya masih diberikan kesehatan, saya punya teman-teman yang care dengan saya, keluarga yang selalu memberikan support buat saya. Sayang, saya lupa terhadap semua itu. Mungkin Tuhan ingin mengingatkan saya bahwa ilmu dan intelektualitas itu bukan segalanya. Sepintar apapun seseorang, kalau tidak punya hati yang penuh dengan cinta kasih, tidak ada bedanya dengan orang mati.

 Dengan adanya kejadian-kejadian tersebut, sekarang saya selalu mensyukuri setiap hari yang saya lewati. Saya berusaha menjalani hari-hari saya dengan penuh rasa syukur dan saya tidak mau menyia-nyiakan setiap hari yang telah diberikan bagi saya. Mungkin kalau Tuhan tidak menegur saya melalui peristiwa-peristiwa yang saya alami, saya akan menjadi orang yang sombong.

 Satu hal yang selalu saya ingat adalah, saya tidak pernah sendirian dalam menghadapi masalah. Bahkan di saat saya merasa sendiri, masih ada yang bersedia membantu saya menyelesaikan masalah itu. Ya, Tuhan selalu setia mendampingi kita. Dia tidak akan memberikan masalah yang tidak dapat kita selesaikan.

nb : Hari senin, 2 hari lagi, pengumuman KP saya nih. Doakan biar saya keterima ya! Ternyata koneksi memang bukan segalanya..ujung2nya harus melalui birokrasi juga.