Mission : Not Really Accomplished

Nggak disangka! Akhirnya lab project saya selesai juga. Hanya dua kata yang bisa saya ucapkan pada hari Rabu sore, pada saat selesai me-running elektroforesis terakhir dalam praktikum kami. ‘Puji Tuhan!” Yah..akhirnya project ini selesai juga, walaupun hasil akhirnya gagal. Tapi, saya menganggap ini adalah suatu pembelajaran. Ini adalah pengalaman pertama bagi saya dan teman-teman sekelompok dalam menjalani suatu rangkaian penelitian. Bahkan, salah seorang asisten praktikum pernah berkata bahwa seharusnya kelompok kami merasa beruntung karena seiring dengan kegagalan yang kami alami, kemampuan kami praktis melebihi kelompok lain yang hanya dengan 1 kali percobaan sudah berhasil.

Memang, kami merasakan bahwa selama menjalani project ini selalu ada saja hambatan yang menghadang. Sampai pada detik-detik terakhir deadline project ini, kami terpaksa harus mengganti gen. Kultur cair yang sebelumnya sudah kami siapkan, tiba-tiba raib entah ke mana. Bingung, marah, sedih semua jadi satu pada saat itu.

Hari Kamis kemarin adalah saat yang paling mendebarkan karena kami harus mempresentasikan project kami itu di depan teman-teman sekelas dan juga para asisten. Kami membuat semua orang terkagum-kagum dengan presentasi kami karena dalam presentasi tersebut kami benar-benar memaparkan segala sesuatu yang terjadi termasuk berbagai halangan selama project. Kami melakukan rangkaian proses PCR sampai 9 kali. Hahaha..itulah yang membuat mereka terkagum-kagum.

Fiuhh..selesailah sudah semuanya itu. Selamat tinggal hari-hari panjang menunggu hasil PCR dan elektroforesis di lab genetika!! Pokoknya, kelompok praktikum Progenmol ini bakal saya ingat sepanjang masa deh. Makasih ya teman-teman yang sekelompok sama saya atas kerja samanya yang luar biasa.

Oiya..saya baru menyadari ternyata sejak project ini dimulai sampai berakhir hari Rabu kemarin, jas lab saya belum dicuci. Hahaha..bentuknya udah gak karuan tuh. Terus,,saya juga baru sadar ternyata di kosan saya udah banyak onggokan gloves. Jadi, kalau bekerja dengan DNA itu memang harus menggunakan gloves supaya aseptik. Gloves itu juga seharusnya disposable alias sekali pakai buang. Tapi, dasar mahasiswa yang pengen irit, kadang gloves itu bisa saya pakai sampai berkali-kali sampai lengket. Hiyy..menjijikkan. Hahaha..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s